Pengalaman Rekrutmen Program ADP BNI

Monday, March 21, 2016

Di bulan Januari lalu, lupa tanggal berapa, aku dapat info dari grup Line kampus kalau ada lowongan di BNI untuk program ADP (Assistant Development Program). Program ini lebih fokus ke bagian Frontliner--Teller dan Customer Service. Awalnya aku kira ini bisa untuk back office juga, karena sepertinya aku lebih berminat ke bagian dalam kantor. But I know, untuk lulusan fresh graduate, masuk ke dunia perbankan itu pasti ditempatkan di Frontliner dulu. Ya udah akhirnya aku coba ikut. Aku juga bingung sih ada berapa tahap. Kalau info dari kampus itu pertama walk in interview di beberapa kantor cabang BNI di Bandung. Ada yang di BNI Asia - Afrika dan di BNI Taman Sari. Kalau daerah Jawa Barat lain, walk in interview-nya di BNI daerah yang bersangkutan.


***

Nah setelah lolos tahap ini, langsung ada panggilan lagi. Agak lama juga sih waktunya. Karena katanya Walk in Interview tahap pertama itu menggugurkan banyak banget peserta. Nah sampailah di tahap kedua, ini semacam tes fisik dan ada interview-nya juga. Tes ini diadakan di BNI Kanwil Jawa Barat di Jl. Perintis Kemerdekaan Bandung. Tepatnya di lantai 7. Aku kebagian jadwal jam setengah 10, sementara temenku kebagian jadwal jam setengah 11. Tapi ternyata setelah sampai sana malah siapa cepat dia dapat. Jadi meskipun kebagian tes jam setengah 11, bisa kok langsung ngisi absensi dan kebagian jam 10. Jam 10 lebih aku dipanggil masuk ke dalam aula. Tes pertama adalah tes fisik, cuma ukur tinggi badan. Tapi jangan menyepelekan ya. Tinggi normal standar bank untuk perempuan sekitar 155 cm, sementara untuk laki-laki 160 cm. Setelah diukur tes, aku disuruh isi absensi lagi dan tunggu di luar untuk selanjutnya dipanggil lagi. Tapi kalau nggak masuk standar tingginya langsung disuruh pulang.


Akhirnya aku tunggu cukup lama juga. Sekitar pukul 11 siang aku kembali dipanggil untuk interview sama HRD dari BNI Kanwil Jabar. Pertanyaan yang diajukan seputar kesiapan kita untuk kerja di sana. Aku sih waktu itu ditanya tentang kemampuan berbahasa inggris karena akhir tahun 2014 aku sempet ikut les di LBPP LIA. Terus ditanya juga siap ditempatkan ke seluruh Jawa Barat atau nggak, soalnya di Bandung sendiri udah penuh. Terus ditanya aku mau ditempatkan di posisi apa. Jawabanku untuk penempatan ya kalau bisa sih pengin di Bandung karena mau sambil ekstensi juga (serius loh aku ini nawar-nawar hehe). Terus bapaknya keukeuh kalau di Bandung lagi nggak membutuhkan.

Terus dia nanya, "Jadi gimana nih kalau nggak di Bandung? Mau lanjut atau nggak?".

Aku sempet bingung banget sampai akhirnya aku jawab, "Ya udah Pak boleh dicoba dulu deh."

"Coba dulu aja nih yakin?"

"Iya Pak, coba dulu aja."

Dengan muka ragu, HRD itu menulis sesuatu di map abu-abu berisi CV dan dokumen lain punyaku.

***

Tahap kedua berlangsung tanggal 23 Januari 2016. Dan udah lewat 2 minggu, aku nggak dapet panggilan lanjutan dari BNI. Ya udah aku pasrah. Aku pikir mungkin emang nggak ada rezeki aku di situ. Menjelang minggu keempat, aku tiba-tiba dapet reply email dari email HRD BNI waktu panggilan tahap kedua. Antara kaget dan seneng. Tapi ternyata itu email dari salah seorang capeg (calon pegawai) juga yang nanya kabar lanjutan. Aku mulai berharap lagi ternyata yang lain juga gak dapet panggilan--atau mungkin belum.


Akhirnya setelah lewat sebulan, aku dapet panggilan lagi untuk tahap psikotes. Ini tahap ketiga dari serangkaian rekrutmen program ADP. Akhirnya pada tanggal 26 Februari kemarin aku langsung berlayar ke Bandung (lebay deng, cuma naik bus doang padahal haha). Aku berangkat Kamis malem dari rumah. Itu juga udah harap-harap cemas takut nggak ada bus soalnya udah lewat jam 7. Tapi untungnya dapet bus sekitar jam setengah 8. Psikotes diadakan serempak sekitar jam 9 pagi, padahal di undangannya jam setengah 8. Ternyata di sana aku ketemu sama sodaraku yang juga lagi kerja di BNI bagian umum. Tapi dia mau pindah ke frontliner katanya sih biar jam 5 bisa teng-go.


Proses psikotesnya cukup buat pusing juga ya. Padahal kami menghabiskan waktu sekitar 3 jam untuk psikotes. Yang mengadakan psikotesnya dari lembaga gitu dari Jakarta, mereka didatangkan khusus untuk menyeleksi kami para capeg. Jadi dalam tahap ini, BNI tau jadi aja dapat orang-orang yang udah diseleksi si lembaga itu.


Soal-soal psikotesnya sendiri menurutku gak begitu sulit. Tapi nggak bisa juga dibilang mudah. Aku nggak sempet latihan sama sekali, mana semalem pun tidur agak larut karena baru nyampe Bandung sekitar pukul setengah 10. Ya hari itu aku banyak berdoa aja, semoga aku bisa lolos dan ada rezekinya.


Psikotes ini dibagi menjadi beberapa tahap. Aku lupa tahapannya gimana, yang jelas dalam tesnya itu ada tes gambar pola. Itu kayak psikotes biasa sih, ada beberapa gambar dan nanti kita cari gambar yang ditanyakan mengikuti pola gambar yang udah ada. Terus ada lagi tes mengisi gambar yang hilang. Jadi di tes ini kita dikasih gambar tapi gak lengkap. Misalnya gambar meja tapi kakinya 3. Jadi tugas kita ya gambar kaki mejanya. Atau ada kalender tapi kurang angka 20. Jadi kita isi angka 20 di gambarnya. Ini yang jadi kendalanya adalah kualitas gambar hasil fotokopian yang nggak memuaskan. Jadi aku banyak mikir karena gambarnya yang nggak jelas. Terus lagi ada tes pilih gambar yang salah/aneh. Jadi nanti kita dikasih 4 pilihan gambar. Dari keempat gambar itu pilih yang paling aneh. Seingetku ada gambar ibu gendong bayi tapi kebalik, itu kepala bayinya yang di bawah. Ada lagi orang lagi duduk tapi nggak ada kursinya. Ada gambar palu yang retak gagangnya. Pokoknya ini juga harus hati-hati banget. Tes berikutnya ada tes gambar tapi ada angkanya. Jadi dalam tes ini ada 9 pilihan gambar. Segitiga, persegi, simbol + (plus), - (minus), dan lain-lain. Terus di bawah simbol itu ada nomor. Masing-masing gambar ada masing-masing 1 nomor. Jadi total ada 9 nomor. Tugas kita adalah mengisi nomor sesuai gambar yang tersedia. Misalnya ada gambar +, dan itu bernomor 3. Jadi kita isi 3. Kalau segitiga bernomor 8, berarti kita isi 8. Dan seterusnya.


Selain itu ada juga tes koran (pauli), dengan ukuran kertas A3 atau lebih mungkin ya? Aku gak ukur sih. Tapi yang jelas itu kertas gede banget. Di pertengahan aku sempet menurun tuh karena mata bener-bener pusing abis. Berkali-kali pandangan jadi burem. Sampai akhirnya tes pauli bisa ditaklukan. Hasilnya naik turun sih hehe. Udah gitu ada lagi tes 90 soal yang pertanyaannya lebih ke diri kita. Nanti di lembar jawabannya ada tanda panah ke kiri atau ke atas, terus kita lingkari deh. Aku juga nggak tau nama tes ini tes apaan. Yang jelas di tes ini kayaknya kita diuji konsistensi sama sikap dan sifat kita deh. Habis nih misal di soal pertama ada pilihan a) Periang dan suka berbicara. Sedangkan b) seorang yang disiplin. Terus misal kita pilih b. Eh di soal nomor ke berapa puluh tiba-tiba ada lagi pilihan a) senang diperhatikan, sementara b) seorang yang disiplin. Nah kan jadi bingung tuh. Ternyata di antara 2 pilihan itu, salah satunya nanti muncul lagi di soal yang lain. Bener-bener menggoyahkan iman, pemirsa...


Selanjutnya ada tes wartegg. Itu loh, yang kita dikasih gambar dasar untuk kemudian dilanjutkan. Ada 8 kotak lalu kemudian kita lanjutkan gambar dasar itu akan jadi gambar apa. Kalau ini tergantung kreativitas deh kayaknya. Tes terakhir yang aku inget adalah tes gambar manusia. Kayaknya tes gambar ini bocorannya udah tersebar juga ya di internet. Waktu itu aku gambar seorang manajer pemasaran lagi presentasi gitu. Hahaha gak paham sama gambarku, jelek abis soalnya. Terus nanti kita harus kasih identitas tentang gambar yang udah dibikin. Nama, profesi, aktivitasnya lagi apa, kelebihan 3 sifat, dan kekurangannya juga 3 sifat. Habis itu, selesaaaiii! Fyuh, akhirnya selesai juga tes yang menguras banyak energi itu. Aku kelaperan dong habis itu. Soalnya salahku juga yang nggak sarapan dulu hahaha.


Hasil psikotes itu diumumkan sorenya sekitar jam 3. Tapi nyatanya baru diumumkan di jam 5 sore. Aku udah nunggu di BNI dari jam 4. Itu adalah sejam yang penuh dag-dig-dug deh. Harap-harap cemas bangettt. Akhirnya jam 5 lebih panitia mulai menempelkan kertas pengumuman dan langsung diserbu para capeg yang udah nunggu cukup lama.


Begitu aku kesampean untuk liat hasilnya (kebetulan yang di depan aku udah beres), yang pertama aku liat adalah nomor kursi. Aku kebagian nomor E8. Mataku langsung awas mengamati satu demi satu nomor kursi yang berurutan. Hingga sampai di nomor E... 8? Di samping nomor itu, tertera nama DWI SARTIKASARI. Alhamdulillah, aku lolos!!! Aku langsung mengucap syukur berkali-kali. Dan alhamdulillah juga, aku kebagian di-interview sekitar jam 11. Jadi hari itu sorenya aku pulang dulu ke Garut (untuk bawa baju dan minta doa orang tua).

The result makes me happy

Besoknya jam 10 aku udah stand by lagi di BNI Kanwil Jabar untuk interview. Sayangnya, seniorku yang juga tes psikotes kemarennya nggak lolos. Akhirnya di hari Sabtu, 27 Februari aku ke BNI sendiri karena sodaraku beda jadwal interview-nya. Tapi alhamdulillah, ternyata di sana aku ketemu sama temen yang dulu ikutan rekrutmen juga di tempat kerjaku sekarang. Dan untungnya juga aku save kontak Line dia. Akhirnya kita ngobrol-ngobrol banyak hal deh sampai ada panggilan (di aula lantai 7 lagi).


Ini masih di tahap ketiga, sebenernya bareng sama tahap psikotes kemarin. Jadi kemarin psikotesnya, hari itu tes langsung sama psikolognya. Hal yang ditanya nggak jauh-jauh dari diri kita. Tentang keluarga, tentang kegiatan (kalau belum kerja), kalau aku kan udah kerja, jadi yang ditanya pertama kali adalah kenapa pengin pindah? Terus ditanya juga tentang kerjaan aku, ngapain aja, terus ditanya tentang gambar manusia yang aku gambar di hari kemarennya. Itu siapa, ada tiruan atau gambar dengan sendirinya. Selebihnya aku lupa deeeh hahaha. Kunci dari interview psikolog itu sebenernya tenang, jujur, dan pikir-pikir. Maksudnya pikir-pikir dulu, jujurnya akan berdampak apa ke depannya. Misal pengin pindah karena bosnya nyebelin. Terus kamu ceritain deh kejelekan beliau. Itu jujur, emang. Tapi udah pasti kamu di-black list karena menjelek-jelekkan atasan. Itu kan sesuatu yang... nggak sopan. Ya kuncinya tetap tenang dan berdoa aja.


Setelah menghabiskan waktu sekitar 15 menit, akhirnya interview disudahi.

Interviewer-nya bilang, "Ditunggu saja kabar selanjutnya, ya."

Lalu kami salaman dan aku berpamitan sambil mengucapkan "Selamat siang."

Lega sekaligus cemas. Lega karena akhirnya aku bisa menjawab semua pertanyaan interviewer dengan tenang. Tapi cemas juga sama hasil karakterku itu cocok untuk kriteria BNI nggak ya........


Ini udah hampir 2 minggu semenjak tes tahap ketiga itu dan aku belum dapet kabar apa-apa. Kalau lolos tahap ketiga ini, aku masih harus melewati 3 tahap lagi. Tahap keempat interview oleh orang-orang kanwil, tahap kelima itu tes kesehatan, terus tahap keenam tes bahasa inggris. Nah, tes bahasa inggris ini bakal menentukan di mana kita akan ditempatkan. Ya bener sih. Kan nggak mungkin kalau bahasa inggrisnya pas-pasan ditempatkan di tempat yang kemungkinan banyak bule masuk? Nanti ketika nasabah gak bisa ngomong bahasa Indonesia, kita bisa apa? Kalo udah tahap keenam ini, barulah (katanya) pemberkasan. Jadi kita diminta berkas-berkas tertentu gitu deh.


Ummmm... masih panjang banget ya tahapannya. Tapi semoga aja ada rezekiku di sana. Dan semoga ada cerita lanjutan dari postingan ini yang happy ending.


Semoga postingan ini juga bermanfaat ya buat yang lagi ikutan program Assistant Development Program-nya BNI :D


***


*Update 21/3

Ah setelah nunggu kabar berminggu-minggu--gak nunggu banget sih, akhirnya aku dikasih kabar kalau aku gak lolos... huhu. Aku dapet kabar dari saudaraku yang lolos. Ya kalo dia dihubungi untuk tes selanjutnya dan aku nggak, udah pasti aku gak lolos kan hehe.

But it's okay. At least aku udah punya pengalaman yang bisa aku share di sini. Aku juga jadi tau tes rekrutmen di bank itu kayak apa. Ya meskipun nggak dikasih tau sih alasan nggak lolosnya karena apa.



With love,

You Might Also Like

73 komentar

  1. Ternyata untuk mendapatkan pekerjaan itu nggak gampang ya Kak. Semua perusahaan besar menerapkan sistem yang ketat dan proses yang banyak sekali yang harus dilalui oleh calon pelamar. Bahkan saking banyaknya tesnya, pengalamanku pribadi aja aku tulis di blog sampe berlanjut-lanjut haha.

    Ternyata tes di bank juga lumayan sulit dan panjang ya kak. Untung kemarin aku nggak sempet ada psikotesnya, jadi agak plong hehe. Tapi untuk perusahaan sekelas BNI mah emang pantas sih kalo seleksi masuknya sulit kayak gitu.

    Yahh, itu baru dapat kabar hari ini dong ya berarti kalo nggak lolos ?:(
    Tapi yang sabar aja ya kak, seenngaknya udah dapat pengalamannya, karena justru pengalamannya itu yang mahal. Ayo semangat hunting kerja lagi. Good luck kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya panjang banget, aku mau nulis pengalaman keburu males haha. Oh ya btw, lanjut dong cerita rekrutmennya. Terakhir aku baca yang menggantung pas training itu tuh.

      Iya coba, niat banget psikotes dan interview psikolog. Bikin mumet. Tapi mungkin jadinya bagus ya, orang-orang yang lolos adalah orang-orang pilihan.

      Haha bener, pengalaman itu yang nggak akan bisa didapet dengan cara apa pun selain mengalaminya sendiri.

      Iya yuk semangat!

      Delete
    2. Iya, apalagi katanya harus di interview dulu. Jadi ngeri nih, nanti nasib gue mau dibawa kemana. :( Kalo sekarang aja sesusah ini, gimana nanti~

      Delete
    3. Haha, emang sengaja aku gantungin dulu aja. Untuk part terakhir yang #CariKerja itu emang belum aku tulis. Soalnya sekarang masih sibuk persiapin Giveaway kolaborasi sama Pipit hehe. Tapi nanti pasti aku tulis kok.

      Orang-orang pilihan dan memang sudah rejekinya beliau Kak. Jadi kalau yang belum rejeki ya sabar dulu aja.

      Semangat! Cari kerja lagi yaa Kak hehe

      Delete
    4. Iya Rey bener. Sesulit apa pun tesnya kalo udah rezeki kita mah... pasti lolos kok :D

      Rahul: jangan sedih Rahul. Usaha terus dan doa terus. Berdoa semoga kamu dapet takdir yang baik.

      Delete
  2. dwi, ttep semangat ya, aku akuin yang namanya persaingan dunia kerja emang sulit banget dengan pesaing yang lebih berkualitas daripada kita, tapi gapapa, mungkin itu belum jalan mu wi, masih banyak jalan menuju yg lebih baik.

    apalah saya hanya pengusaha doodle :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Nen, mungkin belum rezekinya di situ hihi.

      Doodle kamu bagus-bagus tau Nen, tangan seniman. Aku nggak bisa banget bikin doodle. Bisanya nulis doang.

      Delete
    2. Kak mau nanya, biasanya nih stelah thp 3 interview dengan user tuh infonya lama yah ka... Bukan 2 harii

      Delete
  3. kak dwi apa kabarrrr. wahhhh sudah cukup lama aku tidak bermain-main lucu disini. Tampilan blognya berubah drastis ya, makin cihuy ajaaaa.

    Sabar aja mah kalo nggak lolos, belum rezeki, mungkin kita-kita yang jarang lolos kalu tes masuk kerja untuk posisi pegawai emang nggak direstui jadi pegawai. Kita kan direstuinnya jadi bos. ahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halah, sombong kau San... sibuk ngurusin gambar-gambaran nih pasti. Iya biar cewek banget jatohnya gitu, loh.

      Hahaha ya mungkin bener San, kita ditakdirin jadi bos. Tapi kan bisa dapet ilmu juga dimulai dari pegawai dulu. Ya nanti kamu ngerasain deh susahnya cari kerja. Tapi jangan lama-lama juga jadi pegawai mah. Nggak seru gak ada tantangan.

      Delete
  4. Psikotesnya sama semua hehehhe, melihat pola kadang juga disuruh gambar pohon :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama gimana maksudnya?

      Iya tapi pas psikotes kemarin cuma disuruh gambar manusia aja :D

      Delete
  5. Hallo wi. Kemaren kalo nggak salah, sempet baca ini. Tapi, karena fokus ke ujian Skripsi, akhirnya gue gak jadi Komen. :D Maafkeun.

    Dunia kerja, ya wi? Duh... gue udah nyampe di fase ini wi. Tapi, sejujurnya gue kurang suka kalo kerja sama orang lain, senengnya kerja atas dasar apa yang gue mau.

    Tetep semangat dan terus berusaha ya wi. Masih banyak jalan menuju Roma. Masih banyak yg lebih baik sedang nunggu kedataganmu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cieeee yang udah beres skripsi haha.

      Ya sama, Om. Kayaknya hampir semua orang penginnya gitu. Tapi sedikit yang bisa mewujudkan. Karena orang-orang udah terlampau pengin enak dan ngerasa nyaman. Makanya memutuskan untuk kerja sama orang deh.

      Thank you Om Heruuu!

      Delete
  6. Wah jadi kerja di bankk gak melulu harus bertatapan sama orang secara langsung ya, kan ada tuh yang kerja di bank syaratnya harus good looking gara-gara harus berhadpan sama orang secara langsung.

    Tes wartegg, aku pikir tesnya dilakukan di warteg gitu, becanda. Dulu pernah sih tes yang disuruh melengkapi gambar gitu. Tes gambar manusianya bisa nggak gambar manusia lidi gitu?

    Yah berarti rezekinya kak Dwi bukan disini, tetap semangat ya kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya frontliner harus siap berhadapan langsung sama nasabah, Ki.

      Hahaha nggak lah. Nanti malah makan bukannya tes. Ngg... kalo gambar manusia lidi langsung dibakar kertasnya dan nama kita diblacklist :(

      Oke thank youuu!

      Delete
  7. Wah... hebat udah sampe sejauh itu. Bukan kemaren juga gue sempet tes di bank, dan sama. Gak lolos juga.. hehe

    Belum rezeki deh, semoga da rezeki di lain waktu dan perusahaan.

    Eh iya. Tadi tak tes warteg itu mau makan. Taunya ada bener ya namanya tes warteg.. wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya? Sampe tahapan apa tesnya?

      Iya aamiin. Pasti ada perusahaan yang lebih baik. Atau mungkin jalannya harus kerja sendiri kan, bisa aja ya.

      Iya tes wartegg, g-nya double :D

      Delete
  8. Sabar yaaa... ternyata nggak lolos padahal prosesnya lumayan panjang pake banget... Gue pernah ikut tes-tes model begitu di perusahaan tapi ternyata ujung2nya ketipu.. hehehe...

    Alhamdulillah rezeki emang nggak kemana, malah sekarang bisa kerja sesuai minat di dunia kepenulisan. Tes psikotesnya juga beda ngga ribet suruh gambar pola apalah apalah... tapi lebih ke kepribadian kita aja...

    tenang aja, Sis... Pasti ada pekerjaan yang lebih baik menunggu.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun kok bisa ketipu? Kenapa Kak?

      Asik ya, rezekinya bagus nih. Semoga aku juga cepet ketemu tempat kerja yang klop aamiin..

      Delete
  9. Paling baper kalo ngebahas dunia kerja yang susahnya minta ampun. gue kira selama didunia kerja tes untuk masuk paling-paling ada 3 jenis, tes kesehatan, tes tulis dan tes wawancara. eehh ini banyak banget tes-tesnya. begitu susahnya juga tes yang harus dilewatin buat satu kata "LOLOS" itu.

    yang jaman sekarang ajah susah banget buat cari kerja, gimana jaman gue entar yaah malah tambah susah deh mungkin tapi buat mbaknyaa jangan patah semangat, belom rejekinya. nanti kalo udah ketemu jodoh kerjaan yang pas insyaAllah bakal kesampekan buat kerja.

    GANBATTE :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya intinya emang itu, tapi biasanya interview yang ribet. Ada yang interviewnya mulai dari psikolog, HRD, user, bahkan sampe direksi. Udah gitu ada juga yang tes diskusi kelompok. Ah, macem-macem deh demi memilih karyawan yang terbaik pastinya!

      Aamiin, iya betul. Kalo kamu punya kualitas diri, kamu nggak perlu cari kerja. Tapi kerjaan yang nemuin kamu. Trust me!

      Delete
  10. nyari kerja sekarang emang susah banget ya..
    banyak banget persyaratan dan lain sebagainya..
    nyesek banget kalo ngak lolos di tahap terakhir..
    tapi ngak papa, dijadiin pengalaman.. supaya nanti kalau ada panggilan dari tempat kerja lainnya jadi udah tau.. :)
    semangat ya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Kak Gin. Udah puluhan perusahaan yang diapply, nggak semua yang ada panggilan hehe.

      Semangat!!!

      Delete
  11. Walaupun persaingan sengit semangat ya wi, mungkin belum disitu rejekinya. Go go..!! Terus berusaha dan berdoa.

    Aku sempet kaget, kirain tes fisik tuh disuruh lari, push up, sit up dan lain2 kayak aku dulu. Eh ternyata cuman ngukur tinggi badan. Hehehe.. Soalnya ditempatku istilahnya tes kesehatan sih kalau tinggi badan gitu.

    Kalau mau psikotest lagi jangan tidur malam2 ya wi. Psikotest itu beneran g susah. Cuman keadaan fisik kita digempur bertubi2 dengan soal2 yg banyak banget. Jadi tubuh dan otak gampang loyo, energinya udah keserep duluan. Saran aku kalau bisa bawa susu atau minuman atau bisa coklat yg bikin energimu nambah, kan ada jeda istirahat biasanya, itu buat isi energi. Oh ya ada lagi, kalau kamu puyeng ngisi pauli g usah diitung, tulis aja semau kamu angka berapa, aku biasanya gitu, soalnya yg dicek garis yg kita gambar tiap pembimbingnya bilang "garis" atau semacamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener Kak Pit, thank you!

      Wah beda istilah ternyata ya hehe. Di BNI dulu namanya tes fisik sih.

      Bener Kak, aku juga gak pernah ngapa-ngapain kalo mau psikotes. Kecuali tes koran itu. Kayaknya emang harus sering-sering latihan. Tapi kalo tes pauli (hitung dari atas ke bawah) itu dihitung beneran loh Kak... soalnya kemaren aku dinilai gitu.

      Delete
  12. kerja di bank itu emang idaman sih. mau part time ataupun bukan..
    ternyata test nya ketat yak. berlapis gitu kesannya, wah... gue kira bakal happy ending ceritanya. ternyata, berakhir dengan agak sad ending. nggak apa-apa nambah pengalaman ini, keren :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Jev, susah. Persaingan ketat, standarnya juga tinggi. Tapi pengalaman mengajarkan semuanya~

      Delete
  13. waduh.. part part gitu ya testnya, kyk episode Cinta Fitri. yang daftar banyak pulak.
    oiya yg pauli itu bener2 musuh tiap aku psikotes. entah kenapa aku jadi lemot banget. jawabannya dipikir berulang2. sampe tangah pusing seperti yang kak Dwi bilang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa harus episode Cinta Fitri :(

      Aku suka mendadak puyeng gitu kepalanya Zal, terus pandangan jadi burem. Saking banyaknya angka-angka hahaha.

      Delete
  14. BNI syariah apa bukan wi?
    kan kamu pakek kerudung kalo BNI konven mungkin alasannya karena kamu pakek kerudung haha kalau bener sungguh rasis

    padahal tinggal selangkah lagi yah, mungkin Allah punya rencana lain wi. Allah always have a beautiful plan :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya BNI konv Kak, nggak tau deh. Tapi yang udah kerja juga banyak kok kerudungan di BNI. Pembimbing PKL aku juga kerudungan :D

      Iya betul Kak, ada rencana yang lebih baik. Aamiin, semoga aja.

      Delete
  15. banyak juga yah tahapan test nya. kalo diibaratkan indonesian idol, kamu gugur di tahap top 20 mungkin yah. jangan berkecil hati. pintu reejki satu tertutup, pintu lain terbuka lho. gue sok banget nasehiatin padahal gue sendiri masih nganggur ehehe.

    lebih baik gagal sudah mencoba daripada menyesal melewatkan kesempatan. kuot gue tuh! ahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh tahap 20 besar udah lumayan banget ya Bang Oga.

      Ya bener, jangan nyerah aja. Apalagi yang masih pengangguran banget, harus semangat carinya haha.

      Duh, kuotnya nancep Bang, keren!

      Delete
  16. hallo nice blog. aku juli. salam kenal ya.
    aku mau tanya deh kamu ngelamar bni itu pas masih kuliah atau memang sudah lulus ?

    terima kasih dwi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Juli salam kenal juga ya.

      Aku ngelamar ke BNI pas udah lulus kok. Soalnya itu bukan program magang, jadi harus lulus dulu :D

      Delete
  17. Dwi tetep semangat yak, kemaren saya ikut juga bni adp rekrutmen semarang-jogja tapi juga kandas ... Hhhihihi faktor Luck nya belum ikut ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah siapa ini Anon? Hahaha btw thanks, mungkin belum rezeki juga. Tapi jadi dapet pengalaman baru, kan?

      Salam kenal, Non!

      Delete
  18. mba maaf mau tanya, kalo perhitungan tinggi badan nya itu tidak termasuk hak tinggi kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya itu dihitung tingginya tanpa hak sepatu. Jadi pas kita diukur tinggi, sepatunya dilepas dulu kok.

      Delete
  19. mba saudara mu yang keterima pakai kerudung atau ngga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saudaraku nggak dikerudung. Tapi yang kerudungan juga banyak yang lolos kok (at least penampilan yang rapi aja).

      Delete
  20. Halo mba dwi sartikasari.... mau nanya kalo tes kesehatannya ketat bgt ga yaa? Macem kyk gimana tesnya?sebelumnya, makasih banyak jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Lindry, kalo tes kesehatan sih hampir sama kayak perusahaan swasta kok. Kayak tes darah, urin, jantung, rontgen, dan tes kecil-kecil lainnya. Biasanya sebelum tes kesehatan disuruh puasa 10 jam sebelumnya dan banyakin minum air putih ya.

      Delete
  21. Hai sis, aku ikut juga program ADP dan alhamdulillah besok ada tes psikotes. Biasanya psikotes nya itu berapa lama?
    Kebetulan waktu interview ADP itu, dibagi dua hari sabtu dan minggu. Terus psikotesnya juga dibagi jadi dua waktu, jam 7 sama jam 12.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah maaf ya baru kebaca komentarnya nih. Gimana psikotesnya? Lancar? Semoga lolos ya!

      Waktu aku dulu psikotesnya dari jam set 9 sampai menjelang sholat jumat, sekitar 3 jam.

      Delete
  22. Kakak mau tanya untuk tes bahasa inggris nya , gimana aja kak ? Kirain buat ADP ga ada tes ingrisnya ? Susah ga kak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk tes inggrisnya aku kurang tau karena nggak tes sampe sana hehe. Tapi kayaknya nggak serumit toefl kok. Good luck ya!

      Delete
  23. Kakak mau tanya untuk tes bahasa inggris nya , gimana aja kak ? Kirain buat ADP ga ada tes ingrisnya ? Susah ga kak ?

    ReplyDelete
  24. hai salam kenal, mau nanya dong tes interview yg paling awal itu biaaanya yg ditanya tentang apa aja ya?
    karna aku juga akan mengikuti tes ADP utk pertama kalinya. thank you.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh maaf ya baru kebaca komentarnya. Tes awal itu biasanya interview tentang diri sendiri. Terus tes tinggi badan dan interview lagi sama HRD. Terus psikotes dan interview lagi sama psikolog.

      Delete
  25. kalau panggilan dari bagian ADM setelah kita kumpul berkas kira2 brp lama yah dari batas waktu pengumpulan berkas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau nggak salah itu sekitar 2 mingguan. Tapi kalo prosesnya cepet ya bisa kurang dari situ.

      Delete
  26. belum rejekinya mba tapi paling tidak kita sudah mau mencoba dan berusaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul, itung-itung nambah pengalaman

      Delete
  27. mbak mau nanya pas awal daftar mbak buat surat lamaran dan cv nya dalam b.indonesia atau b.inggis ya mbak? mhon blasan nya mbak hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku apply pake bahasa inggris hehe. Tp temenku yang pake bahasa indonesia juga lolos kok. Yang penting menarik dan being different aja

      Delete
    2. saya kan baru lulus mbak bulan agustus ini, nah jd ijazah dan transkrip blm kluar, jd boleh gak berkas yg dkirim itu pkk khs smester 5 dan pkk surat keterangan lulus sementara?

      Delete
    3. Kalo transkrip bisa pake transkrip yg semesteran kok, tp harus sampai semester terakhir juga karena nilai ipk kan ditentuin dari semua semester. Kalo ijazah belum turun, pake skl juga gak papa.

      Delete
    4. okee mbak, maaf mbak banyak tanya hehe satu lg mbak mau nanya dulu pas mbak apply lamaran dimasukin gak seperti skck, surat kesehatan? trus foto ny boleh gak yg full body mbak?

      Delete
    5. Gak papa kok santai ajaaa. Aku dulu cuma masukin cv, lamaran, dan sertifikat2 pendukung. Kayak serrifikat bahasa inggris, komputer, toefl/toeic gitu. Kalo foto bagusnya sih 2, yg foto sebatas dada sama full body. Tapi salah satunya juga gak masalah kok.

      Delete
  28. salam kenal mbak. mau tanya2 mbak. kalau mau apply lamaran untuk adp itu lewat website atau lamarannya dibawa ke kantornya langsung ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo aku dulu ngelamarnya langsung ke kantor wilayah, Puspa. Bawa aja surat lamaran, cv, dan dokumen2 pendukung lainnya.

      Delete
    2. makasih banyak ya infonya mbak.😊

      Delete
  29. Kak, untuk mengajukan surat lamaran ke BNI itu apa harus dari kanwil langsung atau bisa melalui kantor cabang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke kantor cabang bisa, tapi baiknya mending langsung ke kanwil aja. Titip untuk hrdnya.

      Delete
  30. Banyak banget ya, aku baru mau nyoba daftar malah, ikutan adp, ada test inggrisnya juga ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setauku ada, tapi tesnya itu terakhir sebelum apa setelah tes kesehatan. Kabarnya itu buat menentukan kita ditempatkan di mana nantinya.

      Delete
  31. Punya cara agak bisa lolos interview ga ya..

    ReplyDelete
  32. Mba mau tanya untuk panggilan psikoteat nya di email atau di telpon ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya waktu itu dihubungi lewat telepon. Tapi mungkin ada juga yang lewat email.

      Delete
  33. Kak itu tes nya kan d jkt, tp untuk seleksi tahap selanjutnya dan penempatan nya g jauh dr daerah asal kan?? Soal nya sya dpt panggilan tes d jkt, sedangkan sya dari surabaya.

    ReplyDelete

Komentar gratis, curhat gratis, iklan bayar!

recent posts