Tuesday, 31 March 2015

Award Pertama di Tahun 2015

18 comments:
Udah akhir bulan lagi aja. Bulan Maret selesai. Besok udah April. Hmm, bulan kemarin sih aku lagi sibuk-sibuknya PKL di BNI. Boro-boro sempet nengok blog, yang ada nyampe kosan pengen langsung tepar karena lembur terus tiap akhir bulan. But I have no choice. Beruntungnya, pembimbing PKL-nya baik banget, lingkungan PKL-nya juga mendukung. Udah gitu, orang-orang di sekitarnya ramah-ramah bikin betah. Alhamdulillah PKL udah selesai awal Maret kemarin. Udah ada sedikit waktu luang buat kembali nengok blog yang sempet diabaikan. "Diabaikan" loh ya, bukan "Terabaikan". Aku sengaja menelantarkan blog karena aku sempet ngambek. Sempet kesel sama dunia tulis-menulis. Sempet... patah hati. Alasannya udah aku tulis di sini. Tapi untung sekarang udah sembuh dan mulai membaik.

Monday, 30 March 2015

#CerpenLagu: Back to December

19 comments:

Source: http://totallytaylor-gifs.tumblr.com




Desember 2010

“Sayang.” Ergi tiba-tiba mendekapku dari samping. Ia menyisipkan rambut coklat sebahuku ke belakang telinga.

Aku menatapnya hambar. Entah ke mana perasaan itu. Perasaan yang menguatkanku bertahan selama setahun dengannya. Aku sendiri tidak tau sejak kapan rasa ini berubah. Yang jelas, belakangan ini, Ergi tak lagi bermakna di mataku.

Tuesday, 24 March 2015

[Cerpen] Someday, I Will

20 comments:



“Aku sayang sama kamu.” Itu kalimat yang gue denger dari Nadin, tepat seminggu setelah gue nembak dia. Gue diem sambil tatap dia bingung. Dia balik tatap gue sambil menyisipkan rambut panjangnya ke belakang telinga.

 Gue mencondongkan tubuh, mendekati wajahnya, bangkit dari duduk sedikit, lalu mendaratkan bibir di keningnya. “Makasih udah sayang sama aku.”

Nadin nggak bisa jawab. Dia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Matanya menyipit.

***

Friday, 20 March 2015

Pertemuan dengan Pria Itu

23 comments:



“Aaaaakkkk! Aaaakkkk!”

Suasana tempat parkir Gramedia Merdeka Bandung mendadak riuh-rendah oleh tepuk tangan dan lengkingan-lengkingan suara—yang kebanyakan—perempuan. Kami sudah berdiri dengan rapi sesuai antrean sejak…, aku sih 2 jam setengah lalu. Entah orang lain. MC masih sibuk berceloteh di panggung kecil. Kami, para antrean, sudah megap-megap, panas dan kelelahan karena berdiri cukup lama. Beruntungnya aku datang tidak seorang diri. Renny, yang juga sudah sangat menanti hari itu, menemaniku mengobrol saat kami masih menunggu. Kami juga sempat selfie beberapa pose. Dua lembar roti cokelat sudah habis. Air mineral satu gelas sudah habis kami teguk. Tapi, pria itu belum datang juga. Pria yang sudah kami nantikan sejak 10 hari lalu. Pria yang secara tidak sadar, bisa menginspirasiku dalam segala hal.

Sunday, 8 March 2015

My Current Activites

19 comments:

Haaiii! Aku seneng begitu bisa buka blog lagi meskipun versi mobile. Aku seneng bisa nulis lagi meskipun ngetik biasa dari henpon. Rasanya aku udah gak layak bilang diri aku sendiri sebagai penulis amatir. Yang namanya penulis, kerjaannya kalau nggak nulis ya baca. Terus aku apa? Aku ngapain? Udah lama nggak melakukan dua kegiatan itu. Sebenernya aku juga bingung mau nulis apa. Terlalu banyak momen-momen yang perlu diabadikan di sini. Karena kalo nggak salah, terakhir nulis di blog itu Desember lalu. Itu pun nulis cerpen, bukan cerita keseharian. Tapi better late than never ya. Meskipun sangat ngerasa bersalah udah ngebiarin diary ini sampe busuk, tapi bukan berarti gak ada kesempatan buat kembali membersihkan sama tulisan-tulisan baru. Halah, opening-nya nggak jelas banget ya. Okedeh kita langsung aja pergi ke main story. Yuk yuk.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...