Wednesday, 4 June 2014

[Cerpen] Senin Terakhir di Bulan Desember


Gadis berambut pirang lurus sebahu sedang tidur dengan berbalut selimut tebal. Matanya merah—sedikit sipit dengan kelopak yang membengkak—hidungnya pun merah. Angin musim dingin berhasil membuatnya tidak beranjak sedikit pun dari tempat tidur. Tidak, sebenarnya bukan hanya itu alasan yang membuatnya terus meringkuk sepanjang hari.

Ia mencoba bangkit, duduk menyilang kaki dan menyisihkan selimut tebal ke kakinya. Pandangannya langsung teralih pada jendela besar di samping tempat tidur. Butiran salju mulai turun setetes demi setetes, seperti gerak lambat—dengan bantuan angin—lalu menepi di beberapa tempat. Di jalanan, di pepohonan, di danau, bahkan di jendela kamar gadis itu. Sepersekian detik berikutnya, gumpalan es kecil itu mencair lalu menghilang tak berbekas. Hanya..., meninggalkan bekas luka.

Musim dingin kembali datang. Setahun berganti begitu cepat. Dan, rasanya perih itu masih membekas di relung hatinya. Sakit itu belum hilang. Sekalipun ia mencoba untuk menyembuhkan lukanya, nyatanya, luka itu masih terasa jelas.

Setetes cairan bening terbentuk tiba-tiba di pelupuk matanya, siap meluruh beberapa detik lagi. Pikiran gadis itu mulai melayang jauh, terlempar pada suatu masa, saat dia bahagia..., sekaligus kecewa. Hatinya terasa terhimpit dua tembok besar. PerihDadanya sakitPerasaannya berkecamuk. Ia masih menatap butiran salju yang turun dengan intensitas sedang. Lalu, cairan bening itu meluruh. Terjun bebas melewati pipi, ujung bibir, dagu, hingga akhirnya menetes membasahi selimut di kakinya.

Refleks, tangan kanannya segera menyeka air mata yang—entah untuk keberaparatuskalinya—tumpah hanya karena lelaki itu. Semakin ia berusaha menyeka, semakin besar pula perih yang dirasakannya. Ia hanya bisa menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan luka yang masih belum juga sembuh, apalagi hilang.

***

Seorang lelaki datang secara tiba-tiba mendekati gadis yang sedang duduk di sebuah ayunan. Ia mencoba menutup mata gadis itu dan gadis itu nyaris terjungkal ke belakang karena tak mampu menjaga keseimbangannya.

“Hirai! Aku tahu itu kau. Lepaskan tanganmu, aku nyaris terjatuh.” Yui memukul lengan Hirai yang cukup kekar jika dibandingkan dengan lengannya. Wajar jika lengan Hirai kekar, karena tubuhnya pun termasuk tinggi dan berisi. Yui begitu mungil jika berada di sampingnya. Bahkan tingginya hanya menyentuh dagu Hirai.

Hirai segera membuka katup tangannya di mata Yui. Sedetik kemudian, dia mendaratkan bibirnya di kening Yui dengan posisi dari belakang. Membuat Yui nyaris terjungkal lagi ke belakang karena sulit menjaga keseimbangan.

Mereka berdua terdiam beberapa saat. Membiarkan butiran salju yang turun menyaksikan kisah romantis mereka.

“Dari mana saja kau? Aku sudah menunggumu sejam yang lalu.” Yui menoleh ke belakang, menatap Hirai serius. Bibirnya mengerucut beberapa senti ke depan, pipi menggembung, dahi mengernyit dan kedua alisnya nyalis bersentuhan.

Lelaki itu tersenyum datar. Ia berjalan mendekati ayunan di sebelah Yui, lalu duduk dengan resah di sana. “Kau bertingkah seperti tidak ada apa-apa dengan hubungan kita.”

Yui menjatuhkan pandangan pada kakinya yang dibalut sepatu boots abu-abu setinggi 10 senti di bawah lutut. Cukup menghangatkan di saat musim dingin seperti ini. Tubuhnya dibalut kaus panjang, sweater, Dan mantel tebal.

Lantasmaumu apa? Apa yang salah dengan hubungan sepupu?”

“Kita jelas tidak bisa melanjutkan hubungan ini. Maafkan aku, Yui.”

Yui tersentak dengan ucapan Hirai. Ia paham dengan maksud lelaki itu. Ia menginginkan hubungan mereka berakhir. Tapi, apa semudah itu? Apa mudah mengakhiri hubungan yang baru saja dimulai?

“Kita bahkan baru memulainya,” ujar Yui lirih. Bahkan, suaranya nyaris terbawa angin dan hilang tak berbekas.

Hirai menggamit tangan Yui. Ia masih duduk di ayunan, tapi mengarahkan tubuhnya untuk bisa menatap gadis berbola mata cokelat terang itu. Tangan kanannya mengelus lembut punggung tangan Yui. Lalu, digenggamnya jemari mungil itu seakan ia tak ingin melepaskannya.

Yui merasakan jemarinya hangat dalam genggaman Hirai. Ia ingin terus seperti itu. Ia tak ingin momen itu berakhir hanya karena mereka adalah sepupu yang tidak bisa menjalin hubungan lebih dari teman. Sebutir air mata meluncur dari sudut matanya tanpa sepengetahuan Hirai.

Yui.”

Ya?”

“Nanti siang aku harus pergi. Aku memutuskan untuk bekerja di Paris. Dan kau, selesaikan kuliahmu sesegera mungkin.”

Hening. Tidak ada respon yang diberikan Yui. Pikiran gadis itu berkecamuk. Perih, sakit, kecewa, tidak percaya, semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Membuatnya tidak mampu berkata apa-apa. Mengunci lidah dan mulutnya.

“Aku ingin kita memulai hidup kita dari awal lagi. Tanpa cinta, tanpa sayang yang lebih dari teman. Karena kita hanya saudara. Kita adalah sepupu, Yui. Aku butuh menata hati ini kembali. Kuharap kau mengerti.”

“Kau meninggalkan tempat ini, meninggalkanku dengan segala kenangannya. Tapi kau sendiri tidak memikirkan bagaimana kondisiku yang kau tinggalkan?” Yui menatap Hirai lirih. “Egois.” Lanjutnya sambil membuang pandangan. Berharap Hirai tidak melihat luka di matanya.

Hirai bergeming. Kalimat Yui menamparnya dan membuat lidahnya beku.

“Apa kenyataan sepahit ini rasanya?” tanya Yui lebih pada gumaman sendiri.

Hirai menyentuh kedua pipi Yui dan mengarahkan pada wajahnya. Gadis itu sudah menangis. Matanya sudah merah dan bibirnya bergetar menahan air mata agar tidak tumpah terlalu banyak. Hirai bangkit dari duduknya dan menekuk lutut di hadapan Yui. Ia segera menarik gadis itu ke dalam dekapannya. Dipeluknya gadis itu erat-erat, dielus punggung dan rambutnya. Air mata yang sejak tadi tertahan di pelupuk mata akhirnya terjatuh membasahi mantel krem yang dikenakan Yui.

“Maafkan aku, Yui. Aku pun tidak tahu jika semuanya akan berakhir seperti ini. Andai saja ibuku menceritakan tentangmu dan keluargamu lebih dulu sebelum aku mengenalmu. Andai aku bisa mengingatmu dua puluh tahun lalu.” Hirai melepaskan pelukannya. Tapi kedua tangannya masih bersarang di pipi Yui.

Yui mengangguk, menggenggam tangan Hirai—sehingga ia pun memegang pipinya sendiri. “Aku hanya tidak percaya jika kisah kita akan berakhir pahit seperti ini,” ujar Yui lirih. Hatinya berdesir menahan perih.

Angin musim dingin yang bertiup pelan terasa begitu menyakitkan. Menembus mantel, sweater, kaus lengan panjang, hingga pori-porinya, lalu menusuk-nusuk tulangnya tanpa ampun. Dan keputusan Hirai untuk pindah seakan mencabik-cabik hatinya yang baru saja terajut rapi.

Hirai mengecup kening Yui untuk beberapa saat.

Gadis itu memejamkan mata, merasakan hangat yang menjalar cepat di wajahnya disertai perih yang menjalar cepat di hatinya.

Lima detik kemudian, Hirai segera bangkit. Tanpa ucapan selamat tinggal, tanpa kata-kata perpisahan, ia berlari secepat mungkin meninggalkan Yui yang masih terdiam kaku di kursi ayunan. Gadis itu hanya mampu menatap punggung Hirai yang semakin lama semakin mengecil. Teriakannya seakan tidak berdaya untuk menahan Hirai pergi. Air matanya mengalir terlalu deras. Bibirnya bergetar kencang menyerukan satu nama. Angin musim dingin kembali bertiup, menusuk-nusuk tulang di tubuhnya. Dan kepergian Hirai tidak lagi mencabik-cabik hatinya. Melainkan menghancurkannya.

Hari Senin terakhir di bulan Desember, Hirai resmi meninggalkannya.

Sayonara, arigatou, suki dayo, suki dayo
Sayonara, waratte yo, naku nayo, baka dana
Tsutaetai, kotoba wa, tomedonaku afureru
Nando mo, nando demo, boku wa kimi ni koi wo suru*

[Ken Hirai - Boku Wa Kimi No Koi Wo Suru]

***

Yui berjalan gontai menuju ayunan yang sejak setahun lalu tidak pernah ia kunjungi. Pakaian tiga lapis, syal rajut berbahan wol tebal melingkar menghangatkan lehernya. Sepatu boots pendek berwarna cokelat melindungi kakinya dari dinginnya suhu di Jepang yang mencapai angka 1 di bawah 0.

Punggung itu. Seorang lelaki bertubuh tegap dengan potongan rambut khas pria Jepang sedang menempati ayunan yang dulu sering ditempat Hirai.

“Hirai?” Yui memanggil lelaki bermantel cokelat tua.

Lelaki itu menoleh ke samping menatap Yui. “Maaf, kau memanggilku?”

Yui terdiam sejenak menatap lelaki itu. Ia merutuki kebodohannya karena bisa salah orang. Lelaki itu masih menatapnya. Mata sipit dengan bola mata hitam terang, hidung yang tidak pesek, tidak juga bangir, bibir yang tipis dengan belahan tipis pula di tengah dagunya. Rahangnya tegas. Wajahnya dinaungi alis dengan ketebalan sedang tapi nyaris bersentuhan. Konon, orang bilang bahwa jika memiliki alis yang nyaris bersentuhan, maka dekat dengan jodohnya.

“Maaf,” Yui membungkukkan tubuhnya merasa bersalah sekaligus malu.

“Tak apaNamamu siapa?”

“Yui.” Yui menjatuhkan tubuhnya di atas ayunan favoritnya. “Dan kau?”

“Ken.” Lelaki itu tersenyum.

Senin terakhir di bulan Desember, Yui menghabiskan sisa harinya untuk berbincang dengan Ken. Ditemani butiran salju yang turun dengan pelan, seolah tidak ingin mengganggu obrolan mereka—atau bahkan ingin mendengarkannya. Kumpulan awan berarak mempersilakan matahari untuk mengintip kisah baru dua orang dewasa muda, memberikan sedikit cahayanya agar mereka merasa hangat di tengah rintik salju yang turun dengan gerakan lambat.

***

*Selamat tinggal, terima kasih, aku menyukaimu, aku menyukaimu
  Selamat tinggal, tersenyumlah, jangan menangis dasar bodoh
  Kata-kata yang ingin aku ucapkan meluap-luap tanpa henti
  Berapapun, berapakalipun, aku cinta kepadamu


Pict source

With love,

76 comments:

  1. Kayaknya aku baru pertama kali mampir ke sini yah? Salam kenal kalau gitu :) Tema blogmu lucu hehehe #salahfokus

    Cerpennya bagus... kasian si Yui sama Hirai... cinta sama sepupu... bisa repot ceritanya kalau berlanjut... tapi seru juga kalau dilanjutin... siapa tahu direstui hehehe *malah bikin cerita sendiri*

    Btw, kalau aku boleh kritik... penggunaan kata "terpingkal" di cerpenmu ini gak pas. mungkin maksudmu "terjungkal", bukan "terpingkal" yang artinya tertawa terbahak-bahak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya sih gitu. Hehe. Oke salam kenal juga yaa:) orangnya juga nggak kalah lucu loh...

      Haha iya makasih. Tapi nanti jadi belok ceritanya dong.

      Oh iya bener. Aku salah arti. Kemaren emang lagi males buka kbbi sama tesaurus. Modal sok tau sih gitu-_- makasih ya masukannya

      Delete
  2. iya bener tema blog kamu lucu , kayyak aku. halahh..

    setingnya di jepang nih asik, kenapa si Yuinya nggak mampir ke pemandian air panas, biar nggak dingin hehe

    gue bacanya sedih, galau nggak enak banget udah suka tapi ternyata sodara. urusan teknis gue gak mau komentar gue gak berkompeten :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong, yang punyanya juga lucu sih Kak.

      Ini bukan cerita Harvest Moon, nggak ada kolam air panasnya-_-

      Haha iya nggak papa Kapik, makasih udah mau baca sampai beres ya

      Delete
  3. Hmm aku kira, si Yui dan Hirai akan bahagia selamanya.. eh ternyata, mereka adalah saudara sepupu.. sungguh sayang.. oh iya, apa kisah Yui dan Ken akan berlanjut sampai mereka berdua berpacaran? atau memang ngga ada lanjutannya nih? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Pengen nyoba bikin kisah yang nggak happy ending. Padahal udah sering bikin cerita galau-_-

      Nggak ada lanjutannya kok, biar ditafsirkan sendiri aja. Sebenernya ada sedikit clue yang menjurus ke ending hehe

      Makasih ya Isna udah mau baca sampai beres.

      Delete
  4. ceritanya bagus alurnya juga menarik mungkin ini lebih mendalam buat cewek ya atau gue aja yang kurang sentimentil entahlah hehe -.-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Kak, iya mungkin karena tokoh utamanya cewek kali yaa

      Delete
  5. Kayaknya cerita cinta sedarah emang selalu jadi kontroversi tersendiri di dunia ini ya kak? :D Aku pernah baca novel Autumn in Paris dan disitu ceritanya 2 orang yg saling jatuh cinta tapi ternyata mereka adalah kakak-beradik dan endingnya nyesek banget -_-

    Ahh kak dwi ini selalu sukses bikin galau aja yak dengan cerita-cerita cintanya, kayaknya aku harus banyak belajar nih biar bisa buat tulisan yg bisa bikin galau juga :D

    Ohya pada awalnya aku ngira Hirai itu kecelakaan terus hilang ingatan jadinya dia ngira namanya itu Ken, Ken Hirai. Ehh gatau juga sih kayaknya enggak ya? Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya kayaknya Fan. Oh iya itu nyesek banget. Aku nangis masa baca itu. Udah gemes sendiri sama Kak Ilana Tan. Kenapa endingnya harus gituuuu huhu T___T

      Haha boleh, aku juga belajar diksi sama kamu bisa nih.

      Sebenernya sih emang beda orang. Cuma namanya aku terinspirasi dari penyanyi Jepang, Ken Hirai. But Ken and Hirai are totally different loh.

      Delete
    2. Tapi kelemahannya cuman satu kak, di Autumn In Paris gak terlalu banyak tokoh, fokusnya cuman sama cowok dan ceweknya aja...ehm, itu bisa jadi salah satu faktor kebosanan saat membaca, soalnya ceritanya dari bab ke bab itu-itu aja, orangnya itu-itu aja.

      Hehehe aku gak ada pengetahuan soal diksi loh :3

      Oh gitu toh? Tapi tetep aja, aku masih ngira itu orang yang sama yang hilang ingatan-hanya karna namanya nyaris sama. Hahaha

      Delete
    3. Iya bener, novel kan bagusnya banyak tokoh kan biar konfliknya agak rumit. tapi itu satu aja menurutku cukup rumit loh.

      Maksa banget kamu Fan hahaha. Mereka beda kok beneran. Ceritanya udah setaun dan belajar move on gitu loh..

      Delete
  6. waah cerpennya ngangkat cerita sepupu gitu, ini kan di luar negeri yak, tapi kalo di kampungku sepupu gak apa2 asal sukunya gak boleh sama, ya gitu deh, susah jelasinnya, hehe tapi penyampaiannya keren nih, aku juga pernah buat cerpen sejenis ini (sesuai adat kampungku itu), dan aku rasa gak ada apa2nya, hehe disini aku baca keren, endingnya apalagi, mantao lah :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya Kak? Kalo di aku sih yang namanya sepupu emang nggak boleh hehe.

      Makasih Kak, ayo semangat nulis lagi:)

      Delete
  7. ini katanya terinspirasi sama novel Swiss ya Kak? aku juga suka banget novel-novel metropop gitu, yag setting nya di luar negeri. entah kenapa nikmat aja kalo membaca cerita cinta yang bersetting luar negeri. selain Swiss, Kakak punya seri metropop yang lainnya gak?

    ahh, entah kenapa aku selalu tersihir sama cerpen Kak Dwi. ga kerasa aja, ternyata bacanya udah sampek ending. padahal masih berharap ada lanjutannya tuh dari cerita Yui dan Ken. bikin cerpen lanjutannya dong, Kak. kalo gini kan nggantung. gimana kelanjutan hubungan mereka. apakah di senin terakhir bulan Desember berikutnya mereka masih bersama?

    nyesek banget ya kalo ternyata kita tahu bahwa orang yang kita cintai itu saudara sendiri. yang sakit pasti bukan hanya di satu belah pihak, tapi keduanya pasti merasakan sakit yang sama. terjebak dalam cinta yang terlarang.

    udah ahh, intinya aku mesti suka sama cerpen-cerpennya Kak Dwi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya emang asik Rey. Jadi tau juga setting luar kayak gimana. Oh yang aku punya Swiss aja, tapi seri STPC yang lain pernah beberapa baca. Pinjem karena lagi nggak punya uang hehe.

      Hmm, gimana ya? Emang sengaja sih bikin ceritanya menggantung. Tapi itu nggak murni menggantung loh. Kalau teliti ada clue yang mengarahkan pembaca gimana endingnya.

      Oke makasih makasih :D

      Delete
    2. lagian kisah cinta kalo latar nya di luar negeri juga romantis nya lebih keren wkwk. yang London Kak, buaguss banget.

      ending nya... Ken sama Yui bisa sama-sama gitu ya?

      Delete
    3. Iya bener... Aku juga jadi suka baca novel yang berlatar luar negeri nih. Oh iya? Aku pengen bacaaa... Eh yang Tokyo juga bagus tau. Udah baca?

      Hmm, sepertinya begitu :D

      Delete
    4. aku Tokyo belum Kak, aku yang sudah itu London, Paris, sama Roma hehe

      Delete
  8. apakah ken dan hirai sebenarnya orang yang sama, soalnya pada puisi basa jepang itu bawahnya ada nama ken hirai.

    kalau soal feel galau dwi gak ada duanya... berasa... :D. kayaknya bacaannya gak jauh2 dari novel bertema galau.




    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan puisi itu, lagu Bang :|

      Haha makasih, iya masih suka nyari bacaan galau gitu.

      Delete
  9. wah...banyak cerpen disini...*sangu secangkir kopi baca2*

    ReplyDelete
  10. Perih juga sih pacaran sama sepupu dan awalnya gak tahu sama sekali kalo ada hubungan sepupu. Apalagi kalo udah lama, saling sayang dan udah merasa klop banget, tapi karena hubungan itu harus kandas. Sama kayak temen, persis banget malah, cuma beda latarnya doang.

    Tapi mungkin Yui rasa sayangnya sama Hirai gak terlalu besar, makanya gampang banget move onnya sama ken.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya untungnya nggak pernah ngalamin suka sama sodara sendiri :D

      Waktu setahun udah cukup kali Kak buat move on-___-

      Delete
  11. adduuhh... boleh guling2 dulu gak abis baca cerpen kamu ini..?? aku jadi langsung mendadak galau... #hiks

    cinta tak terbalas, cinta sepihak, cinta terhalang hubungan darah emang bikin galau akut... yah namanya juga cinta yang tak bisa saling memiliki yaa.. pasti bikin sedih... tapi yakin pasti ada jodoh yang baik kedepannya... :)

    asli, aku seneng baca cerpennya.. diksinya asik. penggambaran tokoh, dan setting tempatnya juga oke... jadi pas mengimajinasikan ke dalam bayangannya bisa kebentuk sempurna... keren... *kasih dua jempol* *jadi pengen nulis fiksi lagi* :)

    btw, salam kenal yaa... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampe guling-guling? Beneran? *melongo*

      Iya salam kenal juga ya Aini :) btw, makasih ya komentarnyaaa. Ayo nulis fiksi lagi!

      Delete
  12. Cerpen kak Dwi emang selalu sukses bikin galau :D
    Aku pikir mereka memutuskan hubungan mereka karena berbeda jarak, eh ternyata sepupu gitu ya kak. Nyesek banget kalo udah sama-sama punya perasaan tapi nggak bisa bersama :'(

    Endingnya bikin greget nih kak, bikin penasaran :D Mungkinkah Yui udah move on sama Ken? iya nggak sih?

    Wah hebat ka Dwi juga bisa bikin cerpen settingnya luar negeri nih. Keren kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena LDR udah terlalu mainstream :D

      Haha hmm, kira-kira gimana ya? Maunya kamu gimana? Aku ngikut aja deh, gak tau mas anang.

      Ini belum seberapa, masih kecil banget kok belum sepenuhnya luar negeri. Lagi belajar aja Fat.

      Delete
  13. aaaaaakkkkk kereeeennnnn ceritanyaa :'(

    ajarin cara buat cerita giniannn dong...

    ceritanya di jepang ya :3 kawaiiiiiiiiii >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Vinaaaa :)) hehe ayo di blogku ada beberapa info tentang penulisan fiksi kok.

      Iya nih lagi belajar aja... Hihi

      Delete
  14. cerpen ngegalau nih wi?
    tapi akhirnya ujung2nya move on :D

    ada sedikit typo wi, coba dicek lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya niihh lagi seneng bikin cerpen galau. *padahal biasanya begitu*-_-

      Wah makasih udah diingetin, iya aku nemu typonya hehe

      Delete
  15. wuuuuiiiiiiiiiiiiih, menghanyutkan,,,
    keren dwidiw, penggambarannya sungguh terasa.

    dari awal udh menarik dengan menggambarkan si yui nangis, duuuhhh, ko jadi melooow gini. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rasanya apa Kak? Manis, asem, apa asin?

      Haha yes. Bikin orang jadi melow itu seru, ya.

      Delete
  16. Wahh, bagusss :) Kasian Yui sama Hirai nyaa.. :(
    Hehe salam kenal dulu, kita sama2 dari Komunitas Cerita Penulis hehe :)
    Kalau mau, liat cerpen2ku juga di www.ceritafancha.blogspot.com :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Fancha, udah mau baca:) iya salam kenal juga yaa.

      Oke nanti aku mampir di blogmu..

      Delete
  17. katanya cinta tak pernah salah walaupun terkadang enggak bisa di logika.
    mungkin ini cinta yang datang di waktu yang tidak tepat. dan lagi, cinta membuat perasaan orang menjadi sakit tetapi cinta juga begitu cepatnya membuat perasaan orang menjadi bangkit.
    cinta benar-benar misterius.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener Pak Guru. Cinta itu absurd banget. Sekarang nangis, 5 menit lagi tiba-tiba senyum-senyum. Misterius. Nggak ketebak.

      Delete
  18. emang susah kalo jatuh cintanya sama sepupu sendiri..
    huhuhuhu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah namanya juga cinta, dateng tiba-tiba tanpa pertanda :(

      Delete
  19. Aku sampe terbawa-bawa. sedih!
    tulisanmu bagus, Mbak. aku suka. nggak berbelit-belit. langsung nusuk.
    Jadinya si Yui sekarang jadinya sama siapa mbak? masih jomblo apa udah dapat pengganti sepupunya itu? kenalin donk....

    hmm :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya makasih yaaa. Bikin orang jadi sedih itu menyenangkan ternyata.

      Kalo masih jomblo, kamu mau? Nanti aku kasih nomornya deh :D

      Delete
  20. Si Hirai cengeng banget, minta maaf sampe berlutut gitu. Hih.. ( '.')
    Tapi ngenes juga ya, pacaran padahal sepupuan. Gak bisa dibayangin deh.. Haha sepupu aku aja udah aku anggap adik, kalo pacaran gak kepikiran deh. :3

    Si yui jugakk! Ngomong sama orang asing, hih... Langsung akrab pulakkk.. #ehh
    Hahaha...:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga sedih Bang :(
      Iya bener, nggak kebayang aja pacaran sama sepupu. Tapi kan mereka nggak tau kalo sepupuan. Hirai-nya lupa..

      Delete
  21. aku hampir loh pacaran sama sepupu *ups.. tapi setingannya cadas, di Jepang. Maklum aja sik, penulisnya kan Jpopholic. Tapi aku mau kok terima kamu apa adanya *dikemplang Bikin novel gih sana, lebih di seriusin, udah bagus kok diksinya, pasti banyak yg suka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha parah sih Om El. Masa hampir pacaran sama sepupu? :o

      Hehe tau aja. Makasiiihh Om. Iya iya, doain aja biar lancar ya.

      Delete
  22. Hmm... Kalau pendapat Dali Jahat sih ini lebay bingitz deh. Kisah cinta terhalang status sepupu aja sampek nangis-nangis gitu. Kalau udah tau sepupu, ya udah. Artinya nggak bisa sama-sama berhubungan lebih sampek kapanpun. Terima kenyataan aja. Terus udah tau sepupu malah masih maen kecup kening. Sumfeh enggak banget. Kisah cintanya berakhir aja udah, tinggal pergi beres deh. Si cewek juga gitu... Masih aja lebay sok sakit sok luka sok perih... Si cowok lebih parah... Udah jelas-jelas dia tau duluan kalau Yui itu sepupunya. Ya udah tinggal bilang putus terus pergi, nggak usah pakek berlutut ngelus rambut ngelus punggung lebay segala...

    Dali Jahat emang kejam...

    Kalau pendapat Dali Baik sih ini cakep bingitz. Aku selalu suka ama cara Kak Dwi membawakan kalimat dan ceritanya. Walaupun lagi-lagi masalahnya tetep "galau", tapi gapapa soalnya kali ini aku nggak ikutan galau. Dan untuk cerita kali ini, aku sangat suka endingnya, Yui ngobrol unyu bareng si Ken yang entah berasal dari mana. Endingnya elegan maksimal. Sama sekali nggak keduga. Padahal aku nduganya di Yui kembali ketemu sepupu kontroversi-nya si Hirai...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Respon untuk Dali jahat. Wah kayaknya aku lebih suka komentar yg ini. Soalnya antimainstream Dal. Hahaha. Iya tapi kamu tau nggak, mengakhiri hubungan yang baru aja dimulai itu, nggak semudah ketawa karena liat hal lucu.. But thanks loh ya komentarnya.

      Buat Dali baik, makasih makasih. Tapi kok nggak galau? Wah aku gagal kalo gitu. Aku nggak bisa bikin pembaca ikutan galau juga~

      Delete
  23. kemarin baru bikin postingan jatuh cinta yang bikin nyesek.. dan ternyata pacaran sama saudara sendiri juga nyesek... :I

    Di postingan ini yang ini deskripsi tokohnya nendang banget, detail dan asik.. makin keren Wi..
    kamu udah waktunya jadi penulis buku beneran iniiiih..

    yang gue perhatiin dari cerpen2nya Dwi tiap bikin nama buat tokhnya, selalu namanya 'enggak biasa' :D
    enggak ke-Indonesia2-an.. hahaha

    tapi gue akui.. cerpen ini bagus banget.. tulisannya juga rapi, bahkan penulis buku aja kalah rapi, iya penulis buku ayam sakit gak bisa nulis serapi ini.. kosa katanya dia juga terbatas :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senyesek ditagih lamaran sama pacar nggak Bang?

      Aamiin, hihi makasih Bang Edotz. Makasih banyak. Iya itu emang salah satu trik biar pembaca inget sama cerita kita. Jadi bikin nama tokoh yang nggak biasa.

      Haha bawa-bawa si Ayam. Iya dia nulisnya masih rusuh mungkin Bang. Buktinya tiap ngetwit aja dia typo mulu :D

      Delete
    2. HA HA HA :|
      iyaaa banget -___-

      haha gitu ya WI, boleh juga triknya yak.. kayak si Alitt yang bikin nama tokoh supri ningsih mulu, kalo kamu aneh mulu namanya :D

      dia memang tercipta untuk typo sepanjang sisa hidupnya Wi.. kita harus banyak2 memakluminya...

      Delete
    3. Iya bener Bang. Dia pasti susah move on dari tokoh Supri dan Ningsih. Atau dia udah jatuh cinta sama tokoh itu jadinya nggak mau ganti.

      Hahaha parah banget Bang Edotz. Iya sesama gyerz harus bisa saling ngerti ya._.

      Delete
  24. Yui...duh, kayanya tragis banget kak kisahnya. Paris kan jauh,,, LDR kan juga susah, hiks hiks hiks, masa iya berakhir gitu aja...
    Kasian
    Ken itu apa hubungannya dengan Yui? Lanjutannya gimana kak? Mereka jadian nggak? atau cuma sebatas ngobrol gitu ajaa??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sengaja menjauh biar menata ulang hati, Zak :)

      Nggak ada lanjutannya hehe. Ending ditebak sendiri aja deh ya

      Delete
  25. dua orang dewasa muda itu kira2 umurnya berapa ya? hehehe

    Kamu kayaknya terobsesi dengan paris yah wi? ini cerita ada parisnya, blog nya juga banyak menara eifel nya. aku doain deh semoga kesampean ke Paris ya, jangan lupa oleh-oleh gantungan kunci menara eifel. ahaha

    kalo aku nilai, tulisan kamu ini udah berkualitas banget loh wi.diksinya udah mantap, narasinya juga bagus,

    kenapa nggak kamu coba kirim ke majalah atau koran lokal. kalo cerpen ber genre kayak gini, kamu bisa kirim ke majalah story, Gaul, dll.

    selain hobi, bangga cerpen di majalah, kita juga bisa dapet duit loh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umurnya sekitar 20an ke atas lah Kak kira-kira.

      Segini masih agak mendingan loh nggak seobesi dulu. Dulu sukaaaaa banget sama menara eiffel.

      Wah makasih banyak ya Kak. Iya kepengin nyoba sih, tapi nggak tau naskah kualitas majalah itu kayak gimana. Jenisnya gimana. Mungkin harus baca dulu kali ya

      Delete
  26. itu hubungannya yui sama hirai kandas karen hirai mau ke paris apa karena mereka sodara?
    kasian ya nyesek banget, tapi yui bisa move on ciye , tapi baru kenal ding ya :D

    cerpennya bagus kak, udah rapih gitu, enak di baca lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa ya...? Coba tebak hayooo~
      Itu lagi belajar buat move on dianya.

      Makasih banyak ya :)

      Delete
    2. yui belajar move on yang rajin, absensinya juga. biar nilainya A #eh #apaini

      Delete
  27. ish, mbak dwi penggambaran tokoh dan settingnya keren. aku belum bisa terlalu tajam menggambarkan karakter tokoh -_-

    dulu sih pernah jatuh cinta sama sepupu, tapi gak sampe diungkapin :D bisa ditabok orang tua kl sampe ketauan huahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Kak, ayo semangat terus latihan:) aku juga ini masih belajar banyak kok?

      Ah serius? Cieee. Takut ya nanti malah dimarahin habis-habisan sama orang tua haha

      Delete
  28. ceritanya nyesek pas yui sama hirai, apalagi pas tau mereka ternyata saudara.. lagu yang cocok buat ini ya lagunya Tulus - sepatu. tapi akhirnya yui ketemu sama ken.

    ceritanya detail banget, gue sampe gampang ngebayanginnya. atau jangan-jangan ini pengalaman pribadi? :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sayang aku bikinnya sebelum denger lagu Sepatu. Ini lebih terinspirasi sama lagunya Ken Hirai sih.

      Haha bukan, aku nggak pernah mengalami ini. Ini cuma fiksi aja kok Bang.

      Delete
  29. Dwi, "Sabar, ya" :D

    Eh, itu ada typo "Kedua alis yang nyalis bersentuhan" apa itu typo? atau sengaja? entah...

    Kisah cinta dengan sepupu. Jujur, gua juga pernah ngalemin, dari kecil udah sering banget main dan canda sama sepupu, trus pas udah gede ketemu lagi. Mungkin cuman rasa suka aja sih. Apalagi pas sepupu bilang, "Kalau km bukan sepupuku, mungkin kita udah pacaran." Trus gua jawab, "Emang nggak boleh ya dengan sepupu? Apa salahnya sih?"

    Tapi, sekarang gua paham semua maksudnya :')
    Jodoh itu emang nggak kemana, asalkan kita sabar menunggu. Dan, terkadang disaat galau memikirkan yang lama, orang yang baru bisa saja datang dengan tiba-tiba. Mungkin itulah jodoh... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha iya Dul itu nyaris harusnya. Makasih udah ngingetin.

      Oh ya pernah ngalamin? Dikira nggak ada taunya memang ada yang pernah mengalami.

      Yap bener banget. Tapi nggak selalu nunggu juga sih, ntar gak dapet-dapet kalau cuma nunggu :D

      Delete
  30. aah Yui, kasian banget nasib mu nak. cinta yg baru dimulai harus pupus karna ternyata mereka sepupu. puk puk puk.

    naah si Yui sama Ken aja deh :D Wiii, alis aku nggak bersentuhan, berarti jauh dr jodoh dong? *salah fokus.

    feelnya dapet. untuk masalah EYD, aku rasa kamu lebih paham dr aku. aku masih harus bnyk blajar EYD.

    eh aku bru sadar trnyata kita pernah satu antologi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga kasian bikinnya :( haha nggak juga Mut. Itu kan cuma mitos aja.

      Yah, kita saling berbagi aja deh ya. Berbagi sesama penulis itu seru loh ;)

      Oh iyakah? Antologi yang mana nih?

      Delete
  31. Apik bener nyusul kalimatnya wiiik.
    Penjabaran latar sm tokohnya juga asyik.
    Mesti cepet2 ketemu km wiiik sblm ntar jadi orang ngetop dalam dunia penulisan, pst bakal sibuk banget :p

    Salam ya buat yui dan hirai.
    Cinta tak pernah salah memilih.
    :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih makasih Kak San :))
      Hahaha jangan berlebihan gitu ah, tapi aku aamiin-in ya. Makanya jangan absen lagi kalau nanti kopdar ya :p

      Iya nanti aku salamin buat mereka :')

      Delete
  32. ya ampuunn -________-
    aku pernah loh wi di sepik sama sepupu sendiri, abis baca ini jadi malah inget kesitu loh..
    aku ga nanggepin sama tu anak soalnya dah tau dia tu sodaraku, eehh, dianya ga sadar wkwkw
    pas dia tau aku sodaranya dia, dia gapernah nyapa aku lagi -_____- apaan deh aku malah curhat hehe

    aku gabisa banyak komentar lah soal tulisan km, km keknya lebih tau hihiii

    ditunggu cerpen-cerpen lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahah iyakah? Lucu amat disepikin sodara sendiri. Nggak sadar pula-_-

      Padahal komentarin ajaaa. Aku butuh masukan banyak nih hihi.

      Delete
  33. Blognya lucuuuu, aku sukaaaa <3
    Salam kenaaal :3
    Nama cewenya Yui, kayak penyanyi Jepang yang aku suka, hehe
    Jadi inget cerita temenku yang juga 'deket' sama sepupunya, bahkan dilamar!! Tapi sayang si cewe ga mau.. Begitu cowonya nikah baru deh si cewe kerasa sedih.. ckck


    Keep up writing! :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Nabilaaaa :3 salam kenal juga ya!

      Nah itu, aku juga bikinnya terinspirasi dari penyanyi Jepang kesukaan aku hihi.

      Dilamar? Serius? Tapi kan itu... Umm, saudaraan ya.

      Oke makasih ya!

      Delete
  34. Nah, ini Ken siapanya Yui? Sepupunya lagi? Atau jangan-jangan adik kandung yang terbuang? Hehe.. Repot juga kalo jadian sama keluarga sendiri. Kasian ya, si Yui.. Udah nyesek karena Hirai itu sepupu, trus ditinggalin ke Paris lagi.

    ReplyDelete
  35. Hai Dwi, maaf baru bisa sempatin komen. Terakhir ke warnet malah terburu-buru dan lupa kata kunci. Lupa kalau netbook juga dibawa jadi bisa lihat di history web. Maaf, ya, karena dulu sinyal jelek dan modem malah rusak. Bisa baca tapi tak ada kolom komentar. Gak ikut nongol dengan alasan kurang kuat jaringan.
    Ceritanya mellow lagi. Yui kayak tokoh dalam anime Sword Art's Online, hehe.
    Sudah oke ekslporasi Dwi tentang latar, luar negeri 'kan butuh ilmu untuk dijelajahi sebagai bahan cerita.
    Di bagian akhir, ending-nya dibikin twist jadi bikin kepo yang baca, hehe. Balutan bahasanya juga puitis sekaligus romantis.
    Semoga Dwi tetap mempertahankan ciri khas itu.
    Peluk kangen dari jauh, ya. Semoga aku bisa beli modem baru. Yang rusak kayaknya gak bisa diomean. ;)

    ReplyDelete

Komentar gratis, curhat gratis, iklan bayar!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...