Saturday, 31 May 2014

Me and My Sisters

12 comments:
Hidup tanpa teman itu rasanya hampa, ya. Nggak hanya di sekolah, kampus, tempat kerja, tapi di rumah juga. Terus, kalau di rumah, yang jadi teman siapa? Jelas, saudara kandung dong. Aku punya dua saudara kandung sekarang. Harusnya sih ada empat, tapi kedua kakakku meninggal saat masih kecil dulu.


Saturday, 24 May 2014

[Cerpen] Terlambat - Part II

4 comments:

Part 1 di sini

Terlambat
By Dwi Sartikasari


Hari-hari tidak berjalan seperti biasanya. Rion sudah punya pendamping baru dan ia mulai berubah. Tidak ada lagi waktu kebersamaan denganku. Bahkan, dia lupa untuk--hanya sekadar--mengucapkan terima kasih atas tantangan yang kuberikan saat itu. Tapi, sudahlah, aku baik-baik saja. Lagipula dia mengutarakan itu karena hatinya, bukan tantangannya.

Thursday, 22 May 2014

Resah dan Gelisah (Kuadrat)

30 comments:
Rasa resah dan gelisah akhir-akhir ini lagi senang menggangguku. Minggu ini adalah puncak-puncaknya kedua rasa itu terasa begitu kuat. Kenapa aku bilang gitu? Hmm..

Jadi ceritanya aku bikin calon novel yang udah dikirim ke Bukune akhir Januari lalu. Novel itu udah aku bikin dan edit-edit sejak selesai SMA. Udah lama ya hampir 2 tahun? Iya, ngeditnya yang lama. Bikinnya juga deng. Kesalahanku adalah pertama, saat itu aku masih kurang teori tentang menulis. Sangat kurang. Akhirnya aku bikin dengan modal ide secara garis besar aja di kepala. Tanpa mencatat apa pun di catatan. Sok banget ya. Tapi begitulah kenyataannya. Kedua, aku sama sekali belum mikirin detail novelnya bakal kayak gimana. Sehingga aku masih kurang referensi. Akhirnya mulai kelabakan setelah sadar bahwa ternyata aku butuh referensi banyak. Ketiga, aku udah berasa paling pinter nguasai kata-kata. Aku nggak punya kamus indonesia dan thesaurus. Iya, semua ini efek aku bikin novel modal nekat dan kepengen aja.

Sunday, 18 May 2014

Move on-lah pada Waktunya

59 comments:
Kisah ini dimulai sekitar April tahun lalu. Aku lagi menjalin hubungan sama, sebut aja Zxcvbnm. Tapi sayangnya hubungan kami udah di ujung tanduk. Iya, dia terlalu banyak selingkuh sampai bikin aku ngerasa bodoh. Udah berkali-kali memaafkan kesalahannya, yang sebenarnya nggak layak lagi buat dimaafkan. Iya mungkin kami udah nggak bisa lagi melanjutkan hubungan yang udah dibangun sekitar setahun lebih itu. Akhirnya aku memutuskan buat mengakhiri.

Friday, 16 May 2014

Karena Cinta Banyak Rasa

20 comments:

Cinta. Kata itu selalu nggak pernah habis untuk dibahas. Beragam makna muncul menurut pemikiran masing-masing orang. Aku di sini nggak akan bahas makna dari cinta itu sendiri. Aku tau kalau kata itu susah untuk diartikan. Cukup dirasakan aja udah bikin kita ngerti kayak gimana sih cinta itu.

Seperti yang udah kita tau, cinta juga nggak melulu untuk pasangan. Iya, bisa juga untuk orang tua, keluarga, adik, kakak, teman, sahabat, guru, dan siapapun. Terutama untuk Sang Pencipta rasa itu sendiri. Yang terpenting, rasa cinta kita terhadap makhluk hidup jangan sampai melebihi rasa cinta kita terhadap Sang Pencipta. Dia-lah yang memberikan rasa yang luar biasa ini. Tanpa-Nya, kita nggak mungkin bisa ngerasain yang namanya cinta.

Tuesday, 13 May 2014

Seminggu Tanpa Beban

30 comments:
Hallo, gimana hari Selasa-nya? Rasa apa? Kalo aku sih rasa hari ini kayak rasa hari Sabtu. Eh, Jumat deng. Udah nggak tahan kebelet pulang. Minggu ini siap long weekend! Yuhuuu~

Kali ini aku mau ceritain cerita seru di minggu kemarin. Kenapa aku bilang seru? Soalnya, setelah lama nggak nonton, nggak main, juga nggak jalan-jalan jauh, akhirnya kesampean juga di minggu kemarin. Emang minggu kemarin ngapain sih Wi? Heboh banget. Iya jadi minggu kemarin aku memuaskan diri untuk main. Soalnya beberapa bulan dipenuhi sama tugas dan deadline.

Saturday, 10 May 2014

Happy Birthday, My Hero!

27 comments:
10 Mei 1964 lalu, seorang laki-laki calon pemimpin sekaligus imam yang bijaksana, lahir. Beliau yang kini jadi ayahku. Beliau adalah laki-laki pertama yang kukenal. Laki-laki terbaik, tergagah, terhebat dan terbijaksana yang paling aku sayang. Laki-laki yang selalu melindungi putri kecilnya. Aku tau, umurku kini sudah tidak bisa lagi dibilang remaja, apalagi abg. Tapi buatnya, aku tetap menjadi putri kecilnya. Seorang anak yang wajib untuk dilindungi.

Thursday, 8 May 2014

[Cerpen] Terlambat - Part I

8 comments:
Lagi buka-buka folder cerpen tiba-tiba nemu cerpen lama. Cerpen zaman dulu banget dan gagal masuk untuk dipilih jadi kontributor. Tapi nggak pa-pa, namanya belajar pasti ada tahapannya. Mungkin ini cerpen masih banyak kekurangannya. Pasti. Oke happy reading part 1, ya!

Terlambat
 By Dwi Sartikasari

Saturday, 3 May 2014

Sweet April to Remember [Part II]

4 comments:

Ini cerita dari lanjutan Sweet April to Remember. Buat cerita pertamanya ada di sini.

Pertemuan kedua terjadi di keesokan harinya, tanggal 6 April. Kenapa? Soalnya aku diajak buat nemenin Karei ke undangan salah satu temennya di kantor. Dia juga mau pergi bareng sama temennya, sebut aja Kak A dan Kak B. Kak A itu cowok dan Kak B itu cewek. Mereka mau janjian di Unpad jam 11-an. Jadi sekitar jam 10 Karei udah nongol di kosan. Temennya, Kak A, dateng sekitar jam 11-an. Kami pun langsung nyusul ke kampus dan berangkat. Awalnya sih, aku mau duduk di depan, tapi dipikir-pikir nggak enak juga. Ya udah aku suruh Kak A duduk di depan. Eh taunya malah aku yang dikacangin di belakang-_-

Friday, 2 May 2014

Dear Mom & Dad

4 comments:


Mah, Pak, nggak kerasa ya  sekarang Teteh udah sebesar ini. Sekarang Teteh udah kuliah, udah tinggal sendiri, bahkan udah menginjak umur di akhir angka belasan. Berarti, kalian udah mendidik Teteh selama 19 tahun. Bukan waktu yang sebentar. Pasti udah banyak pengorbanan yang kalian berikan. Teteh pasti nggak akan bisa balas semua pengorbanan kalian, sekalipun Teteh udah kerja dan berpenghasilan nanti. Pengorbanan & cinta kalian tidak akan bisa terbalas dengan sebanyak apa pun materi yang Teteh miliki kelak.

Thursday, 1 May 2014

Belajar Mencintai

9 comments:
Hal-hal di dunia ini nggak akan bisa aku lakukan dengan mudahnya. Jadi sebelum aku bisa melakukan hal itu, pastinya aku harus belajar lebih dulu. Waktu kecil, aku harus belajar berjalan. Meskipun aku harus jatuh ratusan, ribuan kali mungkin, sampai akhirnya aku bisa berjalan lancar. Bahkan bisa sampai berlari. Meskipun aku tidak ingat, tapi aku yakin bahwa saat itu aku bahagia. Bagaimana tidak, dengan kesabaranku untuk terus mencoba, dan dukungan kedua orang tua, akhirnya aku bisa berjalan dan berlari.

[Cerpen] Mengungkapkan atau Memendam?

37 comments:
Perasaan ini sudah bertahan cukup lama. Layaknya air yang didiamkan di dalam freezer. Semakin lama semakin mengeras. Aku tak tahu dari mana datangnya rasa yang orang bilang, cinta. Tapi, aku tidak yakin mengapa aku harus menyebutnya cinta. Aku hanya senang melihat wajahnya. Aku hanya malu saat bertatapan langsung dengannya. Aku hanya ingin tersenyum melihat tweet-tweet polosnya. Aku hanya suka mendengar suaranya yang kecil dan lembut. Mungkin saja aku kagum, kan?

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...