Tuesday, 26 November 2013

Biarkan Ia Pergi

No comments:
Malam ini ia terjatuh lagi
Biarlah, biarkan ia terjatuh
Aku tak mengapa, selama bebanku bisa hilang
Selama aku merasa tenang.

Entah sudah keberapakalinya
Tapi hanya ini yang bisa kulakukan
Hanya ini cara yang bisa membuatku (sedikit) tenang
Aku hanya membiarkannya terjatuh lagi, keluar lagi.

Friday, 22 November 2013

Jenuh?

No comments:
Pict Source: Tumblr
  


Selamat malam, Blogcha!

Hari ini jadi kepengin posting sesuatu. Postingan ini terinspirasi dari temenku sendiri yang sepertinya sih lagi ngalamin hal ini. This is about bored. Bosan, jenuh, ya sejenis itulah ya. Tapi jenuhnya itu lebih spesifik ke masalah relationship gitu deh~

Oke. Sebelum mengalami yang namanya masa-masa jenuh, pasti kalian pernah mengalami yang namanya masa-masa indah saat PDKT atau awal-awal pacaran. Banyak juga sih yang bilang, masa-masa PDKT itu emang indah. Bahagia. Menyenangkan. Dan semacamnya. Well, aku setuju. Kenapa? Karena di masa-masa itu, kita udah nemuin sesuatu hal yang baru. Nemuin orang baru yang sebelumnnya belum pernah kita kenal. Atau mungkin kenal, tapi belum deket. Biasanya memang gitu kan? Kalau suka sama sesuatu yang baru, pasti kita bakalan ngerasa seneng. Bahagia. 

Lalu setelah menjalani PDKT selama beberapa lama (ada yang mingguan, atau bulanan, bahkan tahunan mungkin), akhirnya bisa jadian. Tapi nggak sedikit juga yang ternyata malah ditinggal gebetannya, pacaran sama orang lain. Deketnya sama siapa, jadiannya sama siapa. Ya... nggak aneh sih, buat kalian yang mengalami ini, be patient. Positive thinking aja, mungkin memang dia ngerasa nggak cocok. Daripada diterusin sampai tahap pacaran dan malah banyak nggak cocoknya, kan ribet :))

Tuesday, 12 November 2013

Selamat Hari Ayah

No comments:



12 November 2013

Selamat Hari Ayah nasional!

Begitu mendengar bahwa hari ini adalah hari Ayah, hal yang pertama kuingat adalah sosok Ayah yang pendiam, dingin, kadang usil, serius, dan begitu bijaksana.


Entah kenapa, mengingat sosok Ayah mampu menjatuhkan tetesan air mataku begitu saja. Mungkin, selama ini Ayah memang pendiam. Ayah tidak begitu banyak bicara. Ayah jarang banyak bercerita. Ayah terlihat seperti tidak begitu peduli. Padahal, aku percaya, dalam hatinya, beliau begitu sangat memperhatikan dan memedulikan anak-anaknya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...