Di Tempat Ini

Thursday, October 31, 2013


Di tempat ini.

Aku menangisi kepergianmu yang tiba-tiba. Menangisi sesuatu yang sepertinya takkan kembali. Gadis itu sudah menunggumu di sana. Kau meninggalkanku di tempat yang mungkin tak bisa kau jangkau lagi. Aku ketakutan. Dalam hening malam, aku kesepian. Sungguh, rasanya ingin aku berteriak. Tapi tenggorokanku tercekat.



Masih di tempat ini.

Seseorang berjalan mendekat, mendekat, dan semakin mendekat. Aku tak mengenalinya. Sungguh, ketakutanku semakin memuncak kala matanya menghujam mataku. Kupejamkan mata dengan tubuh bergetar. Sekali lagi, aku ingin berteriak. Tapi sekali lagi, tenggorokanku rasanya tercekat. Hingga akhirnya kurasakan tubuhku direngkuhnya.


Dan di tempat ini.

Dia mengelus kepalaku lembut. Dia mengajakku berbicara. Dia menenangkanku dan pelukannya menghangatkan. Sorot matanya menjadi teduh, menyejukkan. Perlahan tapi pasti, kedua ujung bibirnya tertarik melengkungkan sebuah senyuman. Ketakutanku menghilang. Menguap terbawa angin yang berembus.


Di tempat ini pula.

Dia bangkit sambil memegang kedua bahuku. Dia masih mendekapku dari samping. Aku belum mengenalnya lebih jauh. Tapi dia mampu menghilangkan ketakutkanku. Dia menghapus air mataku. Dia meredamkan tangisku. Dia menenangkan gelisahku. Dia menyembuhkan lukaku. Dan dia membawaku pergi. Dia takkan membiarkanku sendiri.


Akhirnya, kembali di tempat ini.

Kau kembali datang. Berlari dan mengedarkan pandangan. Kau mencari seseorang yang pernah kau tinggalkan. Kau mencariku. Raut wajahmu gelisah. Raut wajahmu ketakutan. Raut wajahmu menunjukkan seperti kau panik karena kehilangan sesuatu yang paling berharga. Dan kau menemukanku sedang bersamanya. Aku dan dia saling berbincang. Begitu manis.  Kali ini, kau sungguh terlambat. Dan kini, kau menyesalinya. Dia sudah menemukanku saat kau meninggalkanku.



With love,

You Might Also Like

0 komentar

Komentar gratis, curhat gratis, iklan bayar!

recent posts