Thursday, 27 June 2013

Finally...

16 comments:


Selamat pagi Blogcha. Huh. Finally....... UASnya selesai juga ;)

Okey, buat postingan kali ini aku mau share tentang pengalaman sebelum UAS, selama UAS, dan setelah UAS. Karena aku orangnya suka cerita, jadi ya... Gitu deh pokoknya aku mau sharing aja ya.

UAS di kampusku dilaksanakan tanggal 20 Juni. Kayaknya kampusku memang terakhir deh, kenapa? Karena kampus lain udah ada yang selesai. Nah aku pulang dari Garut sekitar hari Jumat, seminggu sebelum UAS. Aku memang udah ada janji mau main di hari Jumat itu.

Saturday, 22 June 2013

Ini Pengalamanku, Mana Pengalamanmu?

19 comments:

Hallo Blogcha! Assalamualaikum, selamat malam.

Tadi pas aku udah beres posting di kompasiana, ada yang request aku sharing tentang pengalaman aku pas masuk kuliah gitu.

Jadi, postingan kali ini aku bakalan sharing tentang pengalaman, perjuangan, dan ceritaku saat masuk kuliah. Dikhususkan buat Dek Ona yang request :)

Well, let's begin!

Cerita ini dimulai ketika aku sedang sibuk mempersiapkan UN. Sebelum sibuk UN, aku dibuat cemas oleh pengumuman SNMPTN undangan. Tapi nyatanya, bukan hanya aku. Teman-temanku pun merasakan hal yang sama. Kami semua dibuat cemas oleh pengumuman SNMPTN.

Alhamdulillah, aku saat itu bersekolah di sma favorit di Garut, sma 1 Garut. Meskipun aku tidak termasuk siswi yang pintar. Tapi juga tidak termasuk siswi yang malas.

Berhubung saat itu sekolahku berakreditasi A, jadi sekolahku mendapat jatah banyak untuk undangan. (lupa berapa persen). Tentunya bagi mereka yang bisa bertahan dengan nilai di atas 50% selama 3 semester.

Tapi saat itu aku mengalami yang namanya dilema. Di satu sisi, aku ingin lolos SNMPTN undangan. Tapi di sisi lain, universitas tujuanku tidak memperbolehkan untuk lintas jurusan. Aku sudah mengincar Universitas Padjadjaran sebagai kampusku kelak dengan jurusan Akuntansi. (lebih keinginan mama. Tapi, jurusan Komunikasi & Sastra yang aku mau pun sama-sama ips). Tapi saat di sma, aku berada di jalur ipa. Dan saat itu aku benar-benar dilema.

Hari itu, beberapa hari sebelum UN, ketua kelasku mengikuti rapat tentang SNMPTN. Tentunya rapat tentang penentuan siapa saja yang akan dicalonkan sekolah untuk bisa mengikuti undangan.

Setelah ketua kelasku masuk kelas, aku dan teman-teman langsung menghampirinya. Dia meminta kami duduk dan memperhatikannya saat menyebutkan nama-nama siswa di kelas kami yang lolos tahap 1.

Dia pun mulai meyebutkan satu per satu nama dari kami. Dan dia berhenti setelah menyebutkan 5 nama. Sudah? Hanya 5? Kami semua bertanya-tanya. Dia mengangguk lemas. Sepersekian detik kemudian, kami semua mulai menangis, saling berpelukkan. Aku memeluk temanku, menangis. Dia pun menangis di bahuku. Rasanya pahit. Baru tahap 1 pun kami sudah gagal... Dan sedihnya, di kelas kami hanya ada 5 orang saja, sementara di kelas lain lebih banyak dari kami.

Itu kegagalanku yang pertama. Tapi memang nilaiku turun di semester 4 lalu. Aku sadar, saat itu aku memang terlalu banyak main.

***

Singkat cerita, UN pun selesai. Masih ada waktu sekitar 1 bulan setengah untuk SNMPTN tulis. Aku pun mengikuti les intensif di salah satu bimbingan belajar di dekat sekolahku. Berhubung jurusanku selanjutnya adalah ips, aku pun mengambil intensif jurusan ips. Satu bulan setengah berkutat dengan ratusan soal ips. Hal baru bagiku. Awalnya meyenangkan, tapi semakin dekat dengan tes, aku malah semakin merasa jenuh. Mungkin, itu.bisa disebut sebagai titik jenuh belajar.

Setelah menjalani try out berkali-kali gagal, akhirnya 2 kali try out terakhir aku berhasil mencapai target. Aku pun senang. Semoga saat tes tulis nanti, aku bisa mencapai lebih dari ini. Doaku saat itu. Aku benar-benar ingin masuk Fikom. Meskipun aku tidak bisa berbicara di depan orang, tapi aku punya kemampuan menulis dan membaca keadaan sekitar.

SNMPTN tulis pun dimulai. Setelah belajar full 1 bulan setengah, ditambah doa dan usaha lainnya, hari itu adalah pertempuranku yang sesungguhnya. Fikom, Unpad. Semoga rezekiku di sana. Harapku.

Setelah selesai SNMPTN tulis selama 2 hari, aku dapat bernapas lega, sejenak. Meskipun sebenarnya beban itu tidak hilang. Hasil SNMPTN masih membuatku harap-harap cemas.

Oh iya, selain mengandalkan tes tulis, aku pun mengikuti dua tes tulis lainnya. Yang pertama, smup D3 Unpad dan ujian mandiri UIN Bandung. Bahkan mama sudah mencari universitas swasta jika pada akhirnya tidak ada rezekiku di univ negeri.

Setelah selesai SNMPTN tulis, aku beristirahat sehari. Lalu aku kembali belajar untuk tes smup Unpad. Kenapa aku memilih D3? Karena pada saat itu biaya smup S1 benar-benar mahal. Sementara di rumah, orang yang harus dibiayai pendidikannya bukan hanya aku. Ada kedua adikku. Akhirnya aku memilih pilihan pertama Akuntansi. Dan Fikom di pilihan kedua.

Sebenarnya, Akuntansi bukan sepenuhnya keinginanku. Karena sepertinya aku tidak ada bakat untuk hitung-menghitung. Aku lebih tertarik untuk masuk Fikom. Tapi mama meyarankanku ke sana. Karena sesuai dengan saran saudaraku, prospek kerja dari jurusan Akuntansi itu luas. Dan memang, aku pun pernah belajar Akuntansi, ternyata tidak begitu sulit.

Kali ini, saat tes smup, aku mendapatkan tempat tes di kampus Unpadnya sensiri. Tepatnya di Graha Sanusi. Sore itu aku mencari lokasi ke Unpad bersama Bapak tercinta. Sebelum masuk gerbang, aku berdoa dalam hati, semoga ada rezekiku di sini. Semoga ini akan menjadi kampusku kelak.

Alhamdulillah. Tingkat kesulitan soal smup tidak sesulit SNMPTN. Aku pun bernapas lega dan mengucapkan hamdalah.

***

Usahaku belum selesai. Aku harus mengikuti les bimbingan singkat di UIN untuk menghadapi soal-soal ujian di sana. Soal-soalnya tidak hanya mata pelajaran biasa. Tetapi juga tentang keagamaan. Arab gundul, fikih, sejarah islam, dll. Saat hari pertama bimbingan, itu juga merupakan hari dibukanya hasil SNMPTN tulis.

Aku sudah sangat berharap malam itu aku mendapatkan keberuntungan. Aku akan menangis karena terharu, lulus.

Sekitar pukul setengah 7 malam, aku sudah siap di depan laptop sambil mencoba membuka situs SNMPTN. Namun berkali-kali gagal. Sepertinya banyak sekali yang membuka situsnya. Hingga sekitar pukul setengah 8, situsnya pun bisa kubuka.

Aku terus mengucapkan basmalah. Mama duduk di kasur di hadapanku. Adikku duduk di sampingku.

Mataku mulai mencari kata diterima/tidak diterima. Dan........ Kalimat di sana saat itu benar-benar menamparku begitu kencang. Kalimat itu membuatku merasa terdampar jauh dan tak sanggup bangkit kembali.

Ini kegagalanku kedua kalinya. Air mataku langsung jatuh bercucuran. Mama langsung menghampiriku, memelukku, dan mencium keningku. Mama dengan bijak menasihati, "Mungkin itu bukan rezeki teteh. Coba introspeksi, sejauh mana usaha teteh selama ini? Mungkin karena usahanya belum maksimal." ucapan mama membuatku semakin terisak. Harapan masuk unpad tinggal 1 lagi. Smup.

***

Singkat cerita. Tes UIN pun berlangsung dengan jumlah 300 soal. Sudah kubilang, di UIN aku harus mengerjakan soal bahasa arab, fikih, dan yang lainnya. Saat itu aku sudah benar-benar tidak semangat. Aku terlalu lelah menghadapi tes terus-menerus. Akhirnya aku pun keluar kelas dengan asap di atas kepala saking panasnya. (oke itu bohong). Keesokan harinya, aku pun pulang ke Garut meninggalkan Bandung dengan sejuta kenangan.

***

Hari itu adalah pengumuman smup Unpad. Aku sudah menunggu sejak jam 6 pagi. Semoga aku bisa mengakses situsnya lebih cepat. Aku sudah benar-benar tidak sabar.

Sebelumnya, mama bertanya, "Teh, kalau keterima di Unpad sama UIN mau ambil dimana?"

"Unpad aja Mah. Dari dulu kan pengin di Unpad."

"Tapi kan D3?"

"Nggak papa Mah. Bisa ekstensi kan?"

Mama pun mengangguk, setuju. Aku pun langsung kembali ke kamar, mengecek situs smup. Aku mencoba memasukkan nomor peserta dan tanggal lahirku. Padahal saat itu, tampilannya masih tampilan untuk pengumuman smup S1, tapi karena aku sudah sangat penasaran dan beberapa orang sudah update twitter tentang kelulusan D3, aku pun mencobanya.

Kata pertama yang keluar setelah loading adalah LULUS dengan tulisan berwarna merah. (sebelumnya aku pernah posting tentang ini). Aku shock. Benarkah? Apa ini bohong? Aku lulus? Serius? YaAllah, masa sih? Ribuan pertanyaan berkelebat dalam otakku.

Aku menunggu loading selesai. Dan jelas sudah, semua pertanyaanku terjawab sudah. AKU LULUS! Aku langsung berteriak memanggil mama dan bapak. Mereka berdua langsung masuk ke kamar. Aku langsung menunjukkan pointer mouse ke arah kata lulus dan kartu pesertaku.

Mama dan bapak terdiam sejenak mencoba mencerna, lalu langsung memelukku. Menciumi kepalaku berkali-kali. YaAllah... Belum pernah aku melihat mereka sebahagia ini. Belum pernah aku melihat mereka menangis terharu karena aku selama ini... Aku dipeluk mereka secara bersamaan. Mereka menciumi kedua pipiku dan keningku secara bergantian. Berkali-kali mereka mengucapkan kata syukur, begitu pun aku. Rasanya ini seperti mimpi...

Semua usaha dan doaku terjawab sudah. Ternyata, rezeki memang di sini, di Akuntansi - Unpad.

Aku langsung mengabari teman-temanku. Mama pun langsung menghubungi keluarga. Mungkin ada yang berpikiran ini lebay, tapi buatku, itu adalah hal terindah yang pernah aku alami.

Biasanya, kesuksesan yang diraih setelah berkali-kali gagal lebih terasa bahagianya.

Setelah aku selesai daftar ulang dan membayar semua biaya, aku mendapat sms yang berisi bahwa aku diterima di UIN jurusan Manajemen Keuangan Syari'ah. Padahal, jurusan itu adalah jurusan favorit juga. Dan saat ini, sistem ekonomi syari'ah sedang dibutuhkan. Tapi apa boleh buat, memang rezekiku ada di Unpad :)

--END--

***

Okay, kira-kira gitu deh pengalaman gagalku ikut SNMPTN. Tapi gagal bukan berarti kita nggak bisa bangkit, kan?

Jujur, aku pernah ngalamin yang namanya jenuh. Tapi kalau kebanyakan ngeluh jenuh, kapan kita majunya? Ya nggak?

Sebenernya sih, aku agak berat juga kuliah di Akuntansi. Prospek kerja memang menjanjikan, tapi mata kuliah yang berat selalu bikin aku banyak ngeluh. Apalagi, sekarang aku udah nemu passion-ku, ternyata bukan di Akuntansi.

Ah tapi kalau inget kebahagiaan orang tua saat aku lulus dulu, rasanya bodoh kalau aku kebanyakan ngeluh karena salah jurusan.

Nasi memang udah jadi bubur. Tapi bukan berarti kita pasrah aja makan bubur itu, kan? Kita bisa campur bubur itu pakai sosis, tambain daging, dimix dengan hal-hal lain biar tambah enak.

Yap. Aku juga udah terlanjur masuk di jurusan ini. Nggak gampang. Di luar sana, banyak yang berharap ada di posisi aku. Jadi seorang mahasiswi Akuntansi di universitas negeri favorit. Tugas aku sekarang, gimana caranya biar aku bisa bertahan 2 tahun lagi dan mencapai nilai memuaskan. Lulus dengan memuaskan. Anggap aja, belajar di sini nambahin pengalaman aku untuk nulis nanti.

Seorang akuntan yang juga penulis terkenal dengan bukunya yang best seller. Beuh... Keren nggak tuh? Hihi...

Ya udah ya, segitu aja dulu sharing pengalamannya. Udah lewat tengah malem nih... Uas Senin masih menanti. Semoga dilancarkan uasnya, amin.

Senang bisa berbagi dengan kalian, Blogcha. Semoga bermanfaat dan inspiratif ya.

Assalamualaikum. Selamat malam :)

With love,

Wednesday, 19 June 2013

New Love, New Life

No comments:

Entah bagaimana perasaan itu bisa datang dengan sendirinya.

I don’t know how love can changes my feeling...

Perkenalan itu begitu singkat. Mungkin, terlalu singkat.

Hanya perkenalan melalui sebuah aplikasi chatting di Android.

Tapi nyatanya, perkenalan itu berlanjut.

Meskipun chat-chatmu tidak begitu sering, tapi aku selalu mendapatkannya setiap hari.

Nyatanya, perkenalan melalui Go Chat pun tidak cukup.

Dua minggu setelahnya, waktu mempertemukan kita. Di depan kampus tercinta, Unpad.

Setelah itu, kita memutuskan untuk memulai perjalanan. Memulai petualangan menjajaki Kota Bandung.

Entah mengapa, percakapan kita dalam mobil saat itu bisa membuat aku gugup. Tapi aku senang. walaupun kamu sibuk menyetir, kamu tetap memperhatikanku saat berbicara.

Dan tawa pertamaku pun keluar saat kita masih dalam perjalanan. Aku tak tau, mengapa kamu bisa membuatku tertawa lepas tanpa beban saat itu. Terima kasih :)

Lalu, obrolan-obrolan kita selanjutnya membuatku merasa cocok. Aku merasa nyaman.

Pertemuan selanjutnya...

Masih dengan perasaan yang sama. Deg- dengan saat menunggu kamu datang dan senang saat kamu telah datang.

Kali ini, kita memulai petualangan menjajaki Kota Bandung dengan motor.

Bagiku, itu sama menyenangkannya. Selama itu kamu yang menemaniku. Hihi^^

Dan malam itu…

Di Fodcourt Festival Citylink outdoor, ditemani suasana Kota Bandung yang dingin dan kelap-kelip lampu malam hari…

Kamu mengutarakan perasaanmu.

Jujur, ada rasa takut saat itu. Aku takut jika itu hanya perasaanmu sesaat. Aku takut jika kamu tidak yakin akan perasaanmu.

Tapi tiba-tiba saja aku merasa yakin akan ucapanmu. Tatapanmu yang meyakinkanku. Aku pun mengangguk, mengiyakan.

Semoga ini bukan perasaan sementara saja. Semoga perasaan ini bertahan selamanya, untukmu. Semoga perasaanmu pun begitu.

Dan semoga, inilah kenyamanan yang
telah kunantikan.

Terima kasih untuk semuanya, Valdis Reinaldo Agnar :)

#np Endah n Rhesa - You and I

With love,

Dwi Sartikasari

Monday, 10 June 2013

Cuap-cuap Menulis

2 comments:

Hello guuyysss. Gimana postingan kemarin bermanfaat nggak? Yaa semoga ya bermanfaat buat kalian.

Jadi, passion-mu ada dimana?

Oke next topic. Sekarang aku mau share tentang menulis. Enaknya nulis, nggak enaknya nulis, suka dukanya nulis, ya pokoknya sesuai judul deh. Cuap-cuap menulis.

Well, check this out!

Menulis. Menulis itu apa sih?

Menulis itu ya menulis. Nulis. Antara pena dan kertas kosong. *maaf absurd*
Iya jadi menulis itu hobi aku. Kesukaan. Kegemaran. Bahkan kalau boleh lebay, writing is a part of my life *wetsaahh

Enaknya nulis itu apa sih?

Wah banyak. Pertama. Nulis itu bikin wawasan kita nambah. Gak percaya? Coba deh ya penulis itu kalau mau nulis sesuatu yg bersifat fakta pasti nyari info kan. Baca, browsing, atau apapun. Jelas itu nambah wawasan kita. Kedua. Punya imajinasi yang kuat. Buat penulis-penulis fiksi nih biasanya imajinasi mereka kuat. Daya khayalnya tinggi. Dan itu tentu keasyikan tersendiri. Siapa lagi coba yang berkat imajinasinya yang kuat bisa jadi kaya? Tuh lirik J.K. Rowling. Beliau kan penulis. Aku juga mau kayak beliau hihihi. Nah ketiga. Becomes famous. Tapi famous karena karya kita. Karena pemikiran kita. Karena khayalan kita. Karena... Tulisan kita. Orang-orang bakal tau kita karena tulisan kita yang bersumber dari pikiran, khayalan, dan imajinasi. Kan enak kalau kita lagi jalan terus ada yang bilang, "Loh, itu kan Mbak Dwi yang tulisannya menyentuh banget? Yang bukunya best seller? Yang..." *tuh kan penulis khayalannya tingkat tinggi*. Aduh pokoknya banyak banget deh enaknya nulis tuh.

Terus kalau nggak enaknya apa?

Nggak ada. Loh, gak ada? Iya nggak ada. Buat aku, menulis itu enak. Bener-bener enak. Oke. Mungkin ada yang bilang nulis itu capek. Harus mikir. Harus penelitian. Harus browsing. Tapi, tanpa itu semua, kalian gak akan nambah wawasa. Jadi itu sebenernya menguntungkan. Terus ada yang bilang gak enaknya nulis itu dikejar deadline. Aduuhh hari gini masih protes aja sama deadline. Kalau udah terbiasa, malah kita sendiri yang nantinya nulis lebih cepet dari deadline. Gak percaya? Makanya cobain nulis;)

Jadi, mulai deh coba nulis dari sekarang. Gak masalah dapet komentar buruk tentang tulisan kamu. Jadikan kritikan sebagai sesuatu yang buat kamu lebih semangat untuk menulis. Dan jadikan pujian sebagai sesuatu yang buat kamu rendah hati. Tapi tetep semangat juga.

Ya intinya gitu aja lah ya. Maaf kalau postingan ini agak absurd. Hidup aku udah absurd dari lahir. It makes me different with other author huahaha

Ya udah ah aku mau kabur dulu cari inspirasi lagi. Semoga postingannya bermanfaat!

See you next time guys.

With love,

Dwi Sartikasari

Saturday, 8 June 2013

How to Find My Passion?

22 comments:
Pict source: tumblr


Halooo blogcha! Assalamualaikum.

Selamat malem. Gimana kabarnya? Baik? Harus. Aku juga baik soalnya. Muehehe
Ah hari ini malem minggu ya? Aku baru inget. Maklum........ *you know what I mean* =))) well, postingan pertama di bulan Juni. Kayaknya mau aku isi sama postingan yg sedikit berisi. Maksudnya bermanfaat.

Sesuai judulnya, "How to Find My Passion". Aku mau share beberapa tips nih buat nemuin passion kalian itu di mana.

Check this out, guys!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...