Wednesday, 29 May 2013

Ini Hanya Rasa Suka

No comments:
Aku tersenyum-senyum menatap layar HP-ku.

Bagaimana tidak, belasan fotomu kusimpan di dalamnya.

Entah sejak kapan perasaan ini ada. Yang jelas, aku seringkali tersenyum saat membuka GoLocker HP-ku dan kutemukan fotomu sebagai wallpaper-nya.

Mungkin ini hanya perasaan suka biasa. Sebatas kagum dan bahagia.

Tapi rasanya… ah sudahlah. Ini hanya perasaan sebatas menyukai idola sendiri.


Kadang aku berpikir terlalu jauh.

Bagaimana jika ternyata perasaan ini bukan hanya suka belaka?

Bagaimana jika ternyata perasaan ini lebih dari suka? Sayang, mungkin.

Ah, rasanya terlalu mustahil.


Jikalau sayang, apa yang bisa kulakukan?

Berdiam diri di kamar, menonton videomu, mendengarkan lagumu, menatap foto-fotomu, dan membaca semua tweetmu? Lalu sesekali aku tersenyum bahkan tertawa sendiri. Begitu?

Itu terlalu sakit, percayalah.

Apalagi setelah aku tau bahwa kamu tak sendiri lagi.

Aku hanya bisa menelan rasa pahit itu bulat-bulat, utuh.


Terlalu berlebihan mungkin. Tapi begitulah kenyataannya. Aku nyaris meneteskan dua butir air mata. Karena tetesan pertama tak sanggup kutahan.

Aku takkan membiarkan perasaan ini berkembang terlalu besar.

Aku takkan membiarkan perasaan ini menjalar terlalu jauh.

Dan aku, takkan membiarkan hati ini menyayangimu…


Cukup hanya menyukai dan mengagumi dari jauh.


Jika aku diberi kesempatan, ingin rasanya aku bernyanyi dan kamu mengirinya dengan gitar kesayanganmu.

Aku juga ingin menulis sebuah novel komedi romantis. Aku membuatnya romantis. Dan kamu, membumbuinya dengan suasana komedi.

Terakhir, aku ingin mengobrol banyak denganmu. Bertukar cerita, kisah, pengetahuan, dan pengalaman.


#np Merindu Lagi - Yovie&Nuno


With love,








@dwi_sartikasari

Tuesday, 28 May 2013

Maaf Jika Menyakitimu

No comments:
Penyesalan memang selalu datang terlambat. Penyesalan tak pernah datang di awal.
Apa kau tau, di sini aku benar-benar terluka.
Apa kau tau, di sini hatiku teriris perih.
Apa kau tau, di sini aku sangat menyesal.
Aku menyesal telah membiarkanmu pergi begitu saja.
Aku menyesal tidak menahanmu untuk tetap bertahan denganku.
Parahnya, aku sangat menyesal telah melukai hatimu terlalu dalam hingga akhirnya kau pergi.

Andai saja saat itu aku tidak mengkhianatimu.
Andai saja saat itu aku bisa menjaga perasaanmu dan melakukan apa yang kamu lakukan, setia.
Andai saja saat itu aku sempat menahanmu. Tidak membiarkanmu pergi sejauh ini.

Berbulan-bulan sudah kau pergi.
Artinya, sudah berbulan-bulan juga hidupku hampa. Sudah berbulan-bulan juga aku merasa kesepian.
Sebenarnya tidak. Seseorang telah hadir menemaniku.
Dia hadir untuk mengisi kekosongan hatiku.
Dia hadir untuk menghilangkan kesepianku dan menyembuhkan lukaku.

Tapi kau tau, dia tak sepertimu.
Kau harus tau, dia lebih baik segalanya darimu. Dia lebih banyak waktu untukku dan sangat menyayangiku. Juga sangat perhatian terhadapku.
Tapi aku tak mengerti, hati ini masih menyimpan satu nama saja, kamu.
Hati ini masih menunggu orang yang telah pergi jauh.
Hati ini masih mengharapkan kamu untuk kembali.

Maafkan aku.
Maafkan jika aku tak bisa menerimanya sepenuh hati.
Aku telah berusaha membuka hati untuk orang baru. Bahkan aku sudah membiarkannya masuk dalam hari-hariku.
Tapi aku tak bisa. Semuanya terasa berbeda.
Aku tau, beda orang tentu akan beda kenangan. Tapi hati ini tidak bisa memaksakan kehendak. Hati ini tak berpihak padanya. Hati ini masih mengharapkanmu untuk pulang.

Dia mungkin akan menilaiku jahat. Dia mungkin sangat terluka. Dia mungkin akan menangis.
Tapi itu lebih baik daripada membiarkannya terus denganku sementara hatiku tidak memilihnya.

Dulu kupikir, semua bisa berubah seiring berjalannya waktu. Aku belajar untuk bisa mencintai orang selain kamu. Tapi kenyataannya, hati ini tak bisa berubah.
Perasaan ini terlalu datar untuknya.
Perasaan ini terlalu… Hambar.

Untuk kamu yang telah pergi, maafkan aku. Kembalilah jika kau merindukanku. Aku masih di sini, bertahan menantimu. Aku masih berharap kamu pun merindukanku dan akhirnya..., pulang.

Untuk kamu yang telah kulukai hatinya, maafkan aku. Bukan maksudku untuk menyakitimu. Bukan maksudku untuk memberikanmu harapan palsu. Tapi aku tidak bisa memaksakan perasaan jika nyatanya aku tidak menyayangimu. Kamu boleh mengatakanku jahat karena memang begitu faktanya. Aku terlalu jahat untuk membuatmu terluka karena sikapku. Bayangan masa laluku tidak pernah bisa hilang sekali pun saat kita sedang bersama.
Sekali lagi, maaf jika aku menyakitimu.

#np Thinking of You - Katy Perry.

With love,


Saturday, 11 May 2013

Time to Say Good Bye

No comments:

Senja berganti fajar.

Hari berganti hari.

Bulan berganti bulan.

Hati yang dulu sempat membeku, kini perlahan mulai mencair.

Tak pernah terbayangkan, kisah kita akan berakhir.

Kamu yang dulu, satu-satunya kebanggaanku, telah berubah.

Iya, kebiasaanmu berubah, sikapmu berubah, bahkan hati dan perasaanmu pun berubah.

Kamu tau? Aku sulit berjuang sendirian.

Senyum manis itu tinggal kenangan.

Tangisan itu pun telah menjadi masa lalu.

Ceritamu, ceritaku, dan cerita kita di masa lalu hanya akan menjadi kenangan.

Semuanya sudah tertulis rapi dalam sebuah buku. Aku bahkan sudah menyimpannya rapi dalam box masa lalu.

Biarkan. Biarlah semua berjalan seperti ini.

Tidak ada yang salah dan tidak ada yang perlu disalahkan.

Aku tidak membencimu.

Hanya saja, kau tau? Luka itu mungkin sembuh. Tetapi bekas luka itu takkan pernah bisa hilang.

Ingatanku akan bekas luka itu terlalu besar. Sampai kapan pun, bekas luka itu akan selalu teringat dalam memori ingatku.

Tapi biat bagaimana pun, aku tetap berterima kasih padamu.

Berkat masalah ini, berkat keputusanku untuk pergi, aku menemukan yang lebih baik.

Aku menemukan tinta baru untuk mengisi lembaran baruku.

Aku menemukan pewangi baru untuk mewangikan ruanganku.

Aku berharap kamu menemukan orang yang lebih baik dariku.

Kita hanya ditakdirkan untuk jadi serpihan masa lalu.

And now, it's time to say good bye.

Good bye, Past:)



With love,

Dwi Sartikasari

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...