Apakah Ini Namanya?

Thursday, September 27, 2012

Kamu telah pergi. Kamu, masa laluku, telah pergi. Mungkin pergi untuk selamanya. Bukan karena kamu pergi ke alam yang berbeda, tapi kamu telah pergi ke hati yang berbeda. Aku berdoa, semoga kamu bahagia. Dan aku pun begitu :)

Sosok baru. Entah dia ditakdirkan untuk menggantikanmu atau hanya sekedar singgah sementara.

Belum pernah bertatap mata. Belum pernah melihat nyata. Tapi ada kenyamanan di sana. Rasa nyaman yang sangat. Entah karena umurnya jauh di atasku atau karena memang sifatnya sengaja membuatku nyaman.

Kepergianmu membuatku sakit. Lagi-lagi mengapa harus dengan cara seperti ini? Aku ingin berpisah baik-baik.

Dia hadir di saat yang tepat. Aku nyaman saat bercerita banyak hal padanya. Aku nyaman saat dia bisa membuatku tertawa. Aku nyaman saat dia menasehatiku dan menghiburku. Mungkin aku terlalu cepat jika menyebutnya ini........ Ah sudahlah.

Tapi apa namanya jika saat aku mendapati pesan darinya, aku bisa tersenyum-senyum? Aku merasakan jatungku tiba-tiba berdegup? Aku merasakan kebahagiaan walau hanya sapaan-sapaan kecil? Dan saat tak ada kabar darinya, aku merasa ada sesuatu yang hilang?

Ah, mungkin terlalu cepat jika aku jatuh cinta. Lagipula, aku hanya baru beberapa minggu mengenalinya. Belum ada pertemuan nyata di sana. Rasanya aku tak harus jatuh cinta padanya. Dan aku pun pesimis untuk mendapatkan balasan perasaan yang sama.

Apa dia juga merasa nyaman saat denganku? Atau tersenyum saat mendapatkan balasan pesan dariku? Atau jantungnya berdegup sama sepertiku? Atau dia merasakan kehilangan saat tak ada kabar dariku? Ah, aku tak yakin dia punya perasaan yang sama.

Mungkin sebaiknya aku mengubur perasaan ini lebih cepat sebelum aku jatuh terlalu dalam. Dan memang seharusnya kupendam saja. Ada rasa ketakutan yang sangat jika dia tau, dia akan pergi dan menghindariku.

Cinta memang tak pernah memandang umur. Tak pernah memandang jarak pula. Tapi untuk mendapatkan perasaan yang sama, aku pesimis. Hingga pada akhirnya, biarlah semuanya tetap seperti ini. Selamanya kita akan tetap berteman seperti ini, bukan? Semoga saja aku tak akan kehilanganmu. Ya. Semoga :)

With love

Dwi :)

You Might Also Like

1 komentar

Komentar gratis, curhat gratis, iklan bayar!

recent posts