Thursday, 17 May 2012

Kamu? Asing Bagiku.

Aku masih tersenyum melihat tulisan-tulisanku dulu. Semuanya menceritakan tentang kita. Tentangmu dan tentangku. Masih teringat jelas, bagaimana saat kamu mengucapkan ucapan pagi untukku. Bagaimana saat kamu selalu mengingatkanku tentang sarapan, makan siang, makan malam, sholat, dan mandi. Bagaimana saat kamu memberiku semangat di pagi hari agar aku bersemangat sekolah. Aku masih teringat tentang semuanya. Dulu, aku sangat bahagia ketika mengingatnya. Tapi entah, saat ini rasanya bukan senyuman yang ingin aku keluarkan. Namun tangisan dan derai air mata.

Dalam tulisan itu, masih kuingat jelas saat aku menuliskan cerpen berjudul "Love Is Complicated". Cerpen pertamaku yang menceritakan tentang kita. Ya, kamu selalu menjadi inspirasiku menulis. Bahkan hampir semua tulisan-tulisan dalam blog atau twitterku berisi tentangmu. Tidakkah kau sadari itu?

Mengertikah engkau, bagaimana perasaanku? Aku sangat menyayangimu. Sangat dan sangat. Bahkan lebih dari sekedar dari menyayangi. Ya, kamu pasti tau perasaan apa itu.

Pertemuan pertama kita, sungguh mungkin sangat lucu. Bagaimana tidak, hanya dengan melihat avatar di twitter, suaramu di telepon, dan tulisan dan kata-katamu di sms ataupun twitter, kita bisa memiliki perasaan yang lebih dari sekedar sayang. Kadang aku sendiri bertanya, perasaan apa ini? Mengapa aku memiliki perasaan ini padanya? Tapi kini aku mengerti, cinta memang tidak memandang apapun. Jarak bukan menjadi penghalang bagi dua insan yang saling menyayangi dan mencintai.

Tapi kini...

Kemanakah kamu? Kemana kamu yang kukenal dulu? Apakah dia telah pergi? Apakah jiwanya yang dulu telah hilang? Ya, memang ragamu ada, hatimu ada, tapi bukan seperti dulu. Kamu? Asing bagiku.

Aku mengerti, kamu kini telah memiliki kesibukan baru. Ya, bisnis barumu. Aku bahagia melihatmu bisa sesukses sekarang. Aku ikut senang melihatmu menjadi seorang lelaki muda yang berhasil. Tapi bisakah kamu membagi-bagi waktumu? Mungkin aku memang milikmu, begitupun kamu. Kamu milikku. Namun kita tak bisa saling memiliki seutuhnya. Aku tau akhir cerita ini akan seperti apa. Begitupun kamu. Kita sudah saling mengetahui akhirnya akan seperti apa. Ya, kita akan berpisah. Kamu akan berbahagia dengan orang lain. Dan (mungkin) aku juga. Tapi aku tidak bisa membayangkan, bagaimana jika hari-hariku nanti tanpa kehadiranmu? Bisakah?

Aku menangis. Ya, lagi-lagi aku menangis. Teringat akan semua kenangan yang telah kita lalui. Tapi rasanya tangisanku ini sia-sia saja. Tangisan ini takkan merubah kamu menjadi seperti dulu lagi.

Yang membuat aku sedih, disaat waktu kita bersama tinggal beberapa bulan lagi, kamu malah membiarkanku sendiri. Mungkin bukan sendiri, karena sebenarnya kamu pun tak pernah pergi. Tapi tingkah, sikap, dan perilakumu yang sekarang tak sama seperti yang dulu. Bisakah kubilang kamu telah pergi? Karena kamu yang sekarang asing bagiku. Kadang aku bingung, apakah perhatianku masih berarti untuknya? Apakah dia masih butuh perhatianku? Apakah jika tak ada aku dia akan baik-baik saja? Entahlah...

Perhatian itu masih ada, tapi tak sama seperti dulu. Tak ada lagi ucapan pagi, tak ada lagi semangat pagi, kamu mengingatkan untuk sholat dan makan pun hanya beberapa kali saja. Tak ada lagi ucapan selamat tidur. Tiap kali kita bertelepon sering kali kita ketiduran tanpa ada ucapan tidur sebelumnya. Tak ada lagi pamit jika kamu pergi ke kampus ataupun tempat bisnis.

Tapi biarlah, mungkin aku sedang dibiasakan untuk hidup mandiri, tanpamu. Karena pada akhirnya kita akan sama-sama sendiri. Berpisah di ujung jalan ini. Jalan yang sedang kita lalui sekarang.


Untuk seseorang di sana, maaf jika aku terlalu banyak mengeluh akan hal ini. Entah, pada siapa aku harus mengutarakan dan mengungkapkan semuanya. Suasana hujan, dingin, dan kesepian saat ini mampu mendukungku untuk mengungkapkan semua isi hatiku saat ini.

Aku sayang kamu. Entah sampai kapan aku bertahan menyayangimu. Mungkin sampai saatnya tiba. Seperti yang pernah kamu bilang, "Karena kita gak pernah tau perasaan kita ke depan akan seperti apa".


The end
Dwi :)

1 comment:

Komentar gratis, curhat gratis, iklan bayar!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...