Cukup Tersenyum.

Thursday, May 17, 2012

Tersenyum.
Sampai kapan aku harus berpura-pura manis?
Bukankah berpura-pura itu tidak baik?
Apakah caraku seperti ini, berpura-pura manis juga baik?


Aku lelah,
Apa aku diciptakan hanya untuk sekedar menangisinya?
Menangisi seseorang yang mungkin tak pernah tau
Menangisi seseorang yang mungkin saat ini sedang sibuk memikirkan hal lain


Jika hari kemarin, kemarin lalu, dan kemarin-kemarin yang lain bisa kujangkau
Mungkin aku sudah bahagia bersamamu lagi


Aku capek!
Benar-benar capek!
Capek aku terus menangisimu!


Kamu pikir aku bangga menjadi seseorang yang cengeng?
Aku malu, aku lelah, aku tak mungkin terus-terus seperti ini


Aku lupa, bagaimana rasanya bahagia
Aku lupa, bagaimana rasamya diperhatikan dan dipedulikan
Dan aku lupa, bagaimana rasanya tertawa dan tersenyum "bukan karena berpura-pura"


Tuhan,
Aku ingin tetap bahagia
Dengan atau tanpa perhatiannya
Tapi yang sangat kunginkan,
dia kembali memerhatikan dan memperlakukanku seperti dulu


Dan kini aku hanya bisa tersenyum
Entah tersenyum karena benar-benar bahagia atau sekedar menutupi luka.



Much love
Dwi :)

You Might Also Like

0 komentar

Komentar gratis, curhat gratis, iklan bayar!

recent posts