Sunday, 23 December 2012

Penantian Panjang

No comments:

Hai Blogcha! Lama ya aku nggak muncul di sini. Wah sebulan lebih ya kayaknya nggak buka blog ini. Aduh kasian juga nih blogku nggak keurus begini. Oke deh aku mau iseng-iseng buat tulisan. Bukan pengalaman sih, tapi ya iseng-iseng aja siapa tau kalian lagi ngalamin hihi^^

***************

Kau tahu rasanya memendam? Saat ini, di sini, di tempat kita sering menghabiskan waktu bersama, aku sedang duduk merenung. Di bawah pohon rindang dengan udara sore yang berembus pelan membuat rambut sebahuku yang tergerai bebas melayang-layang tertiup angin. Tapi aku tak bisa menikmati keindahan pemandangan sore ini karena kau tak di sini.

Aku rindu saat masa kecil kita habiskan bersama-sama. Setiap sore, kau dan aku duduk berdua di sini. Membawa camilan-camilan untuk dimakan berdua dan saling berbagi. Setelah selesai, kaubonceng aku dengan sepedamu. Aku memelukmu erat dan sebelah tanganmu memegang kedua tanganku yang mengikat erat di perutmu. Saat itu aku tahu, bahwa kau menyayangiku. Kau melindungiku dan tak ingin aku terluka karena jatuh.

Seiring berjalannya waktu, kita terpisah semakin jauh. Menginjak SMP, kau pindah dan sejak itu pula aku sudah tak tahu lagi kabarmu. Kau tau? Seandainya kau tahu, aku sudah memendam perasaan ini sejak kita duduk di bangku TK. Kau melindungiku dari teman-teman yang usil padaku. Kau menyuapiku donat ataupun kue-kue bekal yang kubawa. Kita berjalan bersama, kau menggenggam lenganku, menyanyi bersamaku, bahkan sekali pun kita berlari bersama, lengan kita masih menempel rapat saling memegang. Sejak itulah aku jatuh cinta padamu.

Kini kau hadir kembali di hadapanku dengan sosok baru. Kau sudah tumbuh dewasa. Kau tampan, gagah, dan memesona. Tapi, aku merasa dadaku sesak saat pertama kali melihatmu lagi. Saat itu kau sudah tidak mengenaliku lagi. Delapan tahun terpisah, kau sudah tidak mengenali sedikit pun akan wajahku?

Kau hanya memberiku senyuman hangat. Bukan senyuman 'selamat bertemu lagi', melainkan senyuman 'salam kenal'. Aku membalas senyumanmu dengan tulus. Tidakkah kau ingat akan senyumku? Lesung pipitku sebelah kiri dengan mata terpejam saat kutarik kedua ujung bibirku membentuk senyuman itu, senyuman khasku. Dulu kau selalu bilang bahwa mataku hilang jika aku tersenyum. Tapi kini? Tak ada komentar apa-apa tentangmu. Ah sudahlah, lagi pula ini dalam suasana pertemuan pertukaran antarpelajar, mana mungkin dia memerhatikanku se-detail itu.

Sejak pertemuan pertama itu, kita jadi sering bertemu. Tapi beberapa hari setelah itu, di sebuah pertemuan lain, kau menggandeng seorang gadis berambut hitam sebahu. Matanya menyorotkan kebahagiaan. Senyumnya mengembang tulus, memancarkan aura bahwa dia sangat bahagia berada di sampingmu.

Sejak saat itu aku pikir bahwa dia adalah tunanganmu. Haha! Aku memang terlalu bodoh. Menunggu belasan tahun untuk kehadiranmu lagi, tapi setelah kau hadir, kau telah bersama gadis lain. Takdir apa ini Tuhan? Sia-siakah usahaku selama ini? Tentu saja!

Di sini, di bawah pohon rindang disinari cahaya matahari sore, aku terdiam terpaku. Berminggu-minggu sudah sejak pertemuan pertama itu, kau masih belum mengenaliku sebagai 'teman masa kecil'mu. Aku nyaris pesimis dan tidak bermaksud sama sekali untuk memberitahumu.

Aku merasakan seseorang duduk di sampingku. Aku menoleh sejenak dan seketika itu pula tubuhku gemetar dan lemas seketika. "Kamu?"

Sosok itu tersenyum padaku. Senyum dengan artian lain. "Selama ini, aku berharap kamu mau bilang tentang perasaanmu."

"Maksud kamu?" aku tercengang mendengar pernyataannya.

"Aku tau, kamu itu teman kecilku, orang yang aku jaga, aku lindungi, dan aku sayangi." dia mengelus kepalaku dan mencium keningku.

"Tapi... Cewek itu."

"Itu adekku. Kamu lupa ya? Saat aku pindah, aku baru punya adek kecil."

Mukaku memerah menahan malu. Bodoh! Kenapa aku baru ingat? Umpatku dalam hati. Entah apa yang harus kukatakan. Aku terdiam, tapi dia masih memandangiku sambil memegang lenganku.

"Izinkan aku untuk terus menjaga kamu." dia berbisik lembut di telingaku.

Aku tak mampu mengatakan apapun. Aku mengangguk, menangis terharu, lalu membenamkan wajahku di bahunya. Dia mengelus lembut kepalaku dan mencium ujung kepalaku.

Maaf, Aku Begini Adanya

No comments:

"Kamu tuh jadi cewek bisa apa sih? Ngeselin banget!" Ega pergi sambil menahan emosi yang sudah di ubun-ubun.

Keyla hanya bisa menangis di kursi tempatnya duduk. Seluruh air matanya tumpah. Pipinya sudah dibanjiri penuh dengan air mata. "Maaf Ga, aku nggak bisa bahagiain kamu."

***

Malam itu seperti biasa Ega selalu menelepon Keyla untuk sekedar mendengar suara Keyla. Meskipun mereka satu sekolah, tapi tetap saja kalau sudah rindu tak bisa ditahan.

"Key, besok aku nggak bisa jemput sekolah nih, maaf."

"Loh kenapa?" suara Keyla terdengar parau.

"Nggak aku ada perlu."

"Oh ya udah nggak papa deh." Tanpa curiga sedikit pun, Keyla hanya mengangguk-angguk.

***

Keyla sedang menunggu Ega di depan kelasnya dengan sabar. Siang itu pelajaran terakhir di kelas Ega memang pelajaran yang biasa pulang telat. Pelajaran matematika. Sudah 15 menit Keyla menunggu dengan sabar. Terkadang dia membaca novel, mendengarkan lagu, atau sekadar menyapa teman yang lewat. Tapi matanya tiba-tiba berbinar ketika melihat kelas Ega mulai berhamburan keluar. Keyla cepat-cepat mencari sosok Ega.

"Ega!" Keyla melambaikan tangannya.

"Eh kamu  udah nunggu. Mmhh.. Anu Key. Kayaknya kita nggak bisa pulang bareng. Aku harus cari buku-buku buat UN. Ya kamu tau kan UN sebentar lagi."

"Tapi aku bisa anter kamu loh Ga."

"Nggak perlu. Aku mau cari sama... Temen. Iya aku ada janji nih sama temen."

"Yah... Padahal hari ini aku mau kasih kamu masakan dengan resep baruku. Tapi ya udah deh nggak papa kalo nggak bisa."

"Maaf ya Key. Besok-besok deh kita pulang pergi bareng lagi ya."

***

Seminggu, dua minggu, tiga minggu, Keyla semakin bingung dengan perubahan sikap Ega. Dia semakin sulit untuk diajak menghabiskan waktu bersama. Tapi tak ada kecurigaan sedikit pun akan itu. Hingga tiba saat kelulusan dan Ega lulus dengan nilai yang sangat memuaskan.

Keyla senang. Sangat senang malah, pacarnya bisa masuk 3 besar siswa dengan nilai UN tertinggi. Tapi ada juga yang membuatnya sedih. Tentu saja dia akan berpisah dengan Ega. Ega harus meneruskan  kuliahnya di Jakarta. Dan tidak tentu juga kapan pulang ke Bandung.

"Ega. Kamu jangan nakal lho di sana. Di sana kan ceweknya cantik-cantik nggak kayak aku."

Ega terdiam sejenak. "Iya." jawabnya singkat tanpa menoleh sedikit pun pada pacarnya itu.

"Ga. Kamu kok akhir-akhir ini menghindar? Kamu aneh. Jadi ngejauh. Kamu nggak punya selingkuhan kan?"

"Kamu ngomong apa sih! Udah deh kamu itu masih kecil, nggak tau apa-apa sama masalahku!" bentakan itu keluar refleks dari mulut Ega.

Keyla terdiam. Tiga detik setelahnya, matanya terasa panas. Air mata itu mengalir begitu saja tanpa permisi. Keyla terkejut dengan apa yang baru saja diutarakan Ega. Dia sangat tidak suka dibentak! Umurnya memang 2 tahun di bawah Ega, tapi bukan berarti Ega bisa mengatakan apapun tentang Keyla.

"Iya maaf. Aku emang anak kecil. Nggak tau apa-apa sama masalah kamu. Kamu juga emang nggak pantes cerita sama aku karena aku nggak akan ngerti!" Keyla pergi begitu saja tanpa memedulikan keberadaan Ega di sampingnya.

***

"Bego banget sih jadi cewek! Heh! Kamu tau kan aku lagi sibuk ngurusin kuliah. Ngerti dong. Jangan maunya dingertiin terus tapi lo sendiri nggak mau ngertiin!"

Keyla diam. Entah untuk keberapa ratus kalinya dia mendengar bentakan itu keluar dari mulut Ega. Rasanya dia ingin menyerah begitu saja. Dia tak mampu terus menjalani semuanya dengan Ega. Setahun sudah dia melalui masa-masa kebersamaan dengan Ega.

"Kamu bisa nggak ngomongnya pelan-pelan?"

"Lo ngeselin sih! Udah sana pergi jangan ganggu gua!"

***

Sore itu, di sanalah mereka berada. Keyla dan Anggi sedang membuka sesi curhat di pinggir kolam ikan di rumah Keyla. Mata Keyla sudah sangat sembap. Mukanya sudah terlihat sangat lelah.

"Aku nggak tau harus gimana lagi Nggi. Aku capek. Ega semakin berubah." jelas Keyla sambil sesegukan.

"Tapi cuman kamu yang mampu ngimbangi dia. Di balik sifat kerasnya, kamu mampu melembutkannya. Dia egois dan kamu pemaaf. Kamu penyabar. Pokoknya cuma kamu yang bisa ngimbangi dia." nasihat Anggi panjang lebar.

"Nggak tau deh. Dia sekarang berubah drastis. Mana kami bakal LDR juga. Komunikasi sekarang aja udah susah. Apalagi nanti kalau udah LDR?" keluh Kesya.

"You're the strongest girl!"  Anggi mengelus bahu Kesya lembut.

***

"Pokoknya setahun lagi kamu siap ngelamar dia ya. Mama yakin dia pasti jadi istri yang baik buat kamu."

"Tapi Mah..."

"Mama udah pilih seseorang yang tepat untuk kamu. Jadi tolong, tinggalkan pacarmu yang nggak bisa menikah cepat sekarang-sekarang ini dan menikahlah dengan pilihan Mama."

Keyla terkejut saat mendengar itu. Ternyata, perubahan sikap Ega selama ini karena sebuah perjodohan. Pantas saja Ega dulu bilang bahwa dia tidak akan mengerti apa-apa. "Ya Tuhan!" batin Keyla.

Ega keluar dari rumah dan mendapati Keyla mematung di pintu rumah dengan muka memerah siap untuk menumpahkan sebanyak apapun air mata yang dimilikinya.

"Keyla!"

Keyla berusaha melepaskan genggaman tangan Ega. "Kamu nggak perlu jelasin apa-apa. Semua emang udah jelas. Kita akhiri semuanya di sini!" Keyla berlari pergi meninggalkan Ega yang masih berdiri kebingungan. Setibanya di luar gerbang, Keyla tidak menyadari ada mobil yang melaju sangat kencang.

CKIIIIIIIIIIIIIKKKKKKKKK! Tabrakan pun tak dapat dihindari. Keyla terlempar beberapa meter sebelum akhirnya jatuh ke aspal dan kepala belakangnya terbentur sangat keras.

"Keylaaaaaaaaaaa!!!!!" Ega berlari menghampiri pacarnya yang tergeletak bermandikan darah di jalan. Ega berusaha membangunkan Keyla. Namun percuma, Keyla sudah tak bernyawa.

Ribuan bahkan jutaan tetes air mata Ega tak mampu menggantikan nyawa pacarnya itu kembali. Namun Ega tak mampu menahan sakit yang dideritanya. Kehilangan orang yang sangat dicintainya. Dia belum menjelaskan apa-apa pada Keyla. Baru saja beberapa detik yang lalu Keyla marah dan meninggalkannya. Ternyata, dia mengakhiri semua itu untuk selamanya.

"Keylaaaa! Maafin aku! Aku sayang kamu! Jangan tinggalin aku Keylaaaaaaaaaaaaa!"

Penyesalan selalu datang terlambat. Dia mungkin sering membuatmu kesal. Sering membuatmu marah. Tapi di balik semua itu, dia masih mampu mengimbangimu. Dia masih sabar dan tahan akan sifat egoismu. Percayalah, dia pasti sangat mencintaimu. Jika kamu meninggalkannya, belum tentu kamu bisa menemukan orang baru sepertinya. Sebelum menyesal, jagalah dia dan bahagiakan dia. Sebanyak apapun kekurangannya, Tuhan sengaja menciptakanmu untuk menutupi kekurangan itu dan menjadikan kalian sebagai pasangan yang sempurna yang bisa saling melengkapi satu sama lain.

Thursday, 4 October 2012

Melewatkanmu

No comments:

Aku duduk manis di depan gedung itu. Aku sedang menunggu seseorang yang sebentar lagi keluar karena jadwal mata kuliahnya berakhir. Hmmm aku masih saja terpikirkan bagaimana awalnya aku mengenal dia. Meskipun kini aku dengannya sudah tidak sedekat dulu.

"Hei! Lo ngapain di sana, Tera?" tanya Andini mengganggu konsentrasiku.

"Ah. Nggak kok. Gue lagi nunggu jam matkul nanti." ujarku mengeles.

"Tadi gue nyariin lo tau." Andini duduk di kursi tepat sebelahku.

Aku masih tetap berkonsentrasi memerhatikan satu per satu orang yang keluar dari gedung 2. Andini memerhatikanku dan melekatkan pandangannya padaku.

"Masih dengan orang yang sama?" tanya Andini sedikit kesal.

Aku hanya mengangguk. Dan tiba-tiba saja senyumku mengembang sukses karena aku melihat orang yang kutunggu sejak 10 menit lalu.

Cowok yang memiliki tinggi rata-rata, dengan rambut model spike, berkulit putih, dan senyum yang manis. Hari ini dia memakai kemeja biru bergaris dengan dalaman T-shirt berwarna biru tua. Converse-nya pun berwarna biru. Ah, aku tau dia termasuk laki-laki yang suka memerhatikan penampilan. Lihat saja, mukanya putih bersih. Dia terlihat menawan, di depanku.

Dia berjalan ke arahku. Aku deg-degan setengah mati. Aku menoleh ke belakang, siapa tau dia ingin menghampiri orang yang ada di belakangku. Namun ternyata itu hanyalah kebodohan semata. Di belakangku hanya ada sebuah tembok besar, gedung 1.

"Nanti kita latihan ya." suara lembut dan sedikit agak serak itu mampu membuat jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya.

"Kamu ngomong sama siapa? Aku?"

"Sama tembok noh!" ujarnya sedikit kesal.

Aku hanya tersenyum, lalu aku mengangguk.

"Boleh minta nomor kamu?" dia mengeluarkan hpnya.

Apa rencanaMu, Tuhan? Aku berceloteh dalam hati sambil mengetikkan nomor handphone-ku.

"Oke nanti kabar-kabaran aja ya." ujarnya memberi seulas senyum sebelum akhirnya pergi.

"Tuhan punya rencana baru, Ter. Be careful ya." Andini menasehatiku.

Aku mengangguk yakin.

***

Ternyata rencana Tuhan memang indah. Aku hanya butuh waktu sekitar 2 minggu untuk mulai menyesuaikan diri dengannya. Aku mulai dekat dengan Rian. Walaupun belum ada kejelasan akan hubungan kami. Tapi sejauh ini responnya baik.

"Gimana kuliah kamu? Baik-baik aja kan?" tanyanya membuka perbincangan setelah kami tiba di sebuah cafe.

"Sejauh ini ahamdulillah baik. Aku mulai terbiasa dengan tugas dan dosen yang nggak pasti." ujarku sedikit kesal.

"Haha, makanya belajar sendiri atau belajar kelompok. Dosen emang gitu. Php." nasehatnya padaku. Tentu saja plus senyum yang membuatku rasanya ingin meleleh saja saat itu.

Aku mengangguk. "Kamu gimana?"

"Aku tinggal nunggu sidang kok. Doain ya."

"Pasti. Semoga lancar ya. Dan cepet lulus juga." aku sedikit berat menerima kenyataan bahwa dia tak akan lama lagi bertahan di kampus itu.

"Makasih. Nanti jangan kangen ya kalau aku gak ada haha..."

"Yee.. Eh wisudanya mau aku temenin nggak? Nanti kita foto." aku menawarkan penuh harap.

"Nggak usah deh aku ngerepotin kamu."

"Nggak papa kok. Aku temenin ya ya ya..." aku sedikit memaksa.

"Nggak usah, Ter." ekspresinya berubah sesaat.

Aku terdiam.

***

Lima bulan berlalu. Hari ini, Rian selesai melaksanakan wisuda. Tentu saja tanpa ada aku. Meskipun diam-diam aku hadir melihatnya naik ke podium karena dia termasuk mahasiswa terbaik. Aku memang bangga padanya. Tapi, tunggu. Aku melihatnya berfoto dengan perempuan lain. Dia siapa?

Aku memerhatikannya semakin lekat. Tiba-tiba saja dia mencium kening perempuan di sebelahnya. Aku terkejut setengah mati. Mungkinkah dia pacarnya? Lantas dulu dia dekat denganku, untuk apa?

"Tera, kamu di sini?"

Aku terkejut. Kenapa dia tahu aku di sini? "Iya." tak ada lagi senyuman yang dapat kuberikan padanya. Seketika saja ingin kuberikan seluruh air mataku padanya agar dia tahu seberapa sakitnya aku.

"Kenalin, ini pacar aku."

Aku terpaksa tersenyum dan menyambut uluran tangan pacarnya.

"Maaf ya aku gak bilang sama kamu kalau aku punya pacar baru. Dia juga sama-sama lulus tahun ini. Dan kami berniat melanjutkan kuliah S2 ke Jepang. Doain ya."

"Iya. Aku duluan ya ada keperluan." aku tak sanggup lagi mendengar celotehan dia lebih lama. Aku tak mampu memendam air mataku. Mereka sudah berdesakkan ingin keluar. Sepanjang jalan aku berusaha menahannya.

***

Hujan di luar membuatku malas untuk melakukan sesuatu. Aku hanya bermalas-malasan di tempat tidur ditemani Andini. Sore ini dia pulang ke rumahku untuk sekedar menasehatiku. Padahal aku sudah meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja. Tqpi dia bersikeras untuk datang.

"Udalah lo jangan nangis terus. Mau sampai kapan lo nyiksa diri lo kayak gini terus?"

"Gue gak papa Din. Percaya deh."

"Gimana gue percaya kalau lo masih nangis dan ngabisin ratusan tisu?" Andini melihat ke sekeliling kamarku yang penuh dengan ratusan tisu.

"Lo gak usah khawatir. Gue baik-baik aja."

"Dasar ya tuh cowok emang jaht banget! Tau gitu gak gue relain deh sahabat gue dideketin sama cowok php kayak dia!"

"Din. Lo gak usah ngejudge dia gitu. Biar aja mungkin dia emang gak sayang sama gue. Dia cuma mau mainin atau manfaatin gue. Ntahlah."

"Ya tau gitu mending lo gak usah kenal dia!"

"Gue bersyukur kok kenal dia. Dia orang yang baik." aku tersenyum. Tapi air mataku tak berhenti mengalir.

Suasana hujan di luar rumah dengan aunan lagu miliknya Adera, Melewatkanmu, sangat sesuai dengan keadaanku saat ini.

"Tuh, Adera bilang harusnya lo melewatkan dia. Dia udah bahagia sama orang lain. Sedangkan lo?"

"Iya gue pasti lupain dia kok. Selamanya."

Tiba-tiba kepalaku terasa pusing dan sakit. Ada darah keluar dari hidungku. Aku tqk sanggup untuk menahannya. Andini panik dan akhirnya aku jatuh ke dalam bahunya.

***

"Hai." sapa seorang cowok.

"Mau apa lo ke sini?"

"Maaf, gue mau ketemu Tera. Kabar dia baik kan?"

"Oh, iya dia baik. Mau ketemu dia?"

"Tentu. Gue udah 2 tahun gak ketemu dia. Kangen banget."

Mereka berjalan agak jauh dari jalan setelah Rian memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.

"Lo kok ajak gue ke sini?" Rian bingung karena dia berharap Andini akan membawanya ke rumah Tera.

"Ya lo pengen ketemu dia kan? Ini." Andini berhenti di sebuah pemakaman umum. Tepat di hadapannya sebuah batu nisan bertuliskan nama Tera.

"Dia baik-baik aja kok, di sana. Lo gak perlu khawatir. Tuhan pasti jaga dia di sana. Tera kena tumor otak stadium akhir. Dia orang yang baik. Sampai saatnya dia pergi, dia gak nyusahin siapapun. Dia juga udah maafin lo. Jadi lo gak perlu minta maaf. Dia titip salam kalau suatu saat gue ketemu sama lo. Karena dia yakin banget suatu saat lo bakal nyariin dia. Dia juga titip sama gue, tolong titip salam buat lo. Dia sayang sama lo, lebih dari yang lo tau. Dia gak pernah nyesel kenal sama lo walaupun akhirnya lo ninggalin dia. Padahal lo yang mulai semuanya. Sampai akhirnya dia pergi, sayang dia sama lo gak hilang. Lo harus bersyukur masih ada yang sayang tulus sama lo. Setahun lalu, dia pergi, tapi dia masih nangis-nangis kangen lo. Bayangin deh! Padahal lo udah pergi setahun dari hidupnya.."

Tak ada yang dapan dikatakan Rian. Hanya air mata yang mampu mewakili perasaannya saat ini. Di hadapannya, makam seorang gadis yang sempat mengisi harinya, walaupun tanpa status. Perempuan yang selalu menjahilinya. Perempuan yang ceria dan pernah berpura-pura bahagia saat wisuda Rian. Saat dia memperkenalkan pacar Rian padanya. Tera, perempuan yang tidak percaya diri pada suaranya, padahal dia selalu terbawa-bawa untuk lomba dan beberapa event besar dalam kelompok paduan suaranya.

"Gue gak tau harus bilang apa. Gue belum sempat ngomong kalau gue juga sayang sama lo. Bahkan lebih dari sayang. Gue cinta sama lo. Gue nyesel kenapa baru sekarang? Saat lo udah gak ada di hadapan gue. Padahal gue berharap suatu saat nanti gue bisa ngucapin ini tepat di hadapan lo!!!!!!!" Rian berteriak sekencang yang dia bisa.

"Kenapa gak dulu? Kenapa lo baru ungkapin ini sekarang hah?!"

"Karena gue gak bisa jauh sama dia. Gue gak mau berstatus sama dia tapi gue sama dia itu jauh. Gue berusaha membuang perasaan gue. Gue juga gak mau dibilang php. Cewek sebaik dia gak pantes sama gue. Makanya gue jadian sama cewek lain, saat itu."

"Tapi faktanya dia bahagia kan sama lo? Lo udah nyia-nyiain Tera, tau gak!" ujar Andini ketus.

Lagi-lagi Rian menunduk. Air matanya mengalir deras. Air mata ketulusan, untuk seorang Tera. Sejauh apapun dia pergi, tapi hatinya akan tetap ada di hati Rian. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Tak ada yang dapat dilakukan Rian selain berdoa semoga Tera pun memikirkan dirinya di sana, sama seperti dirinya yang selalu memikirkan Tera.

Suatu hari, kita berjanji untuk bertemu lagi, bukan, Tera?

***

Aku tak pernah menyesal mengenalmu, Terania Aninda. Meskipun kini kamu tak lagi bersamaku. Tapi kita akan kembali bersama, suatu hari nanti. Aku pun pernah berjanji untuk pulang dan menemuimu, bukan? Maka, tunggulah aku di sana. Sabarlah sebentar saja sampai akhirnya Tuhan kembali mempertemukan kita. Aku merindukanmu, Tera! Aku merindukan suara tinggimu. Aku merindukan saat-saat kita sering latihan bersama. Aku bahagia denganmu, Tera! Sering-seringlah hadir di mimpiku agar aku tak kesepian tanpamu, Tera! Kamu lihat aku di sini, bukan? Bagaimana keadaanku tanpamu? Aku tak bisa! Aku tersiksa! Mungkin ini rasanya ditinggal pergi oleh orang yang sangat dicintai. Kamu pernah merasakan ini, bukan? Dan sekarang aku pun merasakannya. Sakit... Aku akan mengunjungimu terus, Tera. Agar kamu tidak merasa kesepian di sana, dan aku pun di sini.

Rian menyelipkan surat itu di dalam buket mawar merah, kesukaan Tera. Lau dia meletakannya di atas makam Tera.

Maaf, aku sempat melewatkanmu, Tera. Maaf!!!

:) :) :)

With love

Dwi:)

Thursday, 27 September 2012

Apakah Ini Namanya?

1 comment:

Kamu telah pergi. Kamu, masa laluku, telah pergi. Mungkin pergi untuk selamanya. Bukan karena kamu pergi ke alam yang berbeda, tapi kamu telah pergi ke hati yang berbeda. Aku berdoa, semoga kamu bahagia. Dan aku pun begitu :)

Sosok baru. Entah dia ditakdirkan untuk menggantikanmu atau hanya sekedar singgah sementara.

Belum pernah bertatap mata. Belum pernah melihat nyata. Tapi ada kenyamanan di sana. Rasa nyaman yang sangat. Entah karena umurnya jauh di atasku atau karena memang sifatnya sengaja membuatku nyaman.

Kepergianmu membuatku sakit. Lagi-lagi mengapa harus dengan cara seperti ini? Aku ingin berpisah baik-baik.

Dia hadir di saat yang tepat. Aku nyaman saat bercerita banyak hal padanya. Aku nyaman saat dia bisa membuatku tertawa. Aku nyaman saat dia menasehatiku dan menghiburku. Mungkin aku terlalu cepat jika menyebutnya ini........ Ah sudahlah.

Tapi apa namanya jika saat aku mendapati pesan darinya, aku bisa tersenyum-senyum? Aku merasakan jatungku tiba-tiba berdegup? Aku merasakan kebahagiaan walau hanya sapaan-sapaan kecil? Dan saat tak ada kabar darinya, aku merasa ada sesuatu yang hilang?

Ah, mungkin terlalu cepat jika aku jatuh cinta. Lagipula, aku hanya baru beberapa minggu mengenalinya. Belum ada pertemuan nyata di sana. Rasanya aku tak harus jatuh cinta padanya. Dan aku pun pesimis untuk mendapatkan balasan perasaan yang sama.

Apa dia juga merasa nyaman saat denganku? Atau tersenyum saat mendapatkan balasan pesan dariku? Atau jantungnya berdegup sama sepertiku? Atau dia merasakan kehilangan saat tak ada kabar dariku? Ah, aku tak yakin dia punya perasaan yang sama.

Mungkin sebaiknya aku mengubur perasaan ini lebih cepat sebelum aku jatuh terlalu dalam. Dan memang seharusnya kupendam saja. Ada rasa ketakutan yang sangat jika dia tau, dia akan pergi dan menghindariku.

Cinta memang tak pernah memandang umur. Tak pernah memandang jarak pula. Tapi untuk mendapatkan perasaan yang sama, aku pesimis. Hingga pada akhirnya, biarlah semuanya tetap seperti ini. Selamanya kita akan tetap berteman seperti ini, bukan? Semoga saja aku tak akan kehilanganmu. Ya. Semoga :)

With love

Dwi :)

Thursday, 20 September 2012

Penggalauan

No comments:

Berhari-hari aku mencoba menahan kegalauan ini. Sejak aku meninggalkannya, aku semakin bingung akan perasaan ini. Aku sudah lelah untuk terus bersamanya. Tapi aku pun belum sepenuhnya sanggup tanpanya di sampingku.

Kini, aku telah meninggalkan masa laluku. Masa lalu yang telah memberikan banyak warna di hidupku. Aku bersyukur sempat dikenalkan oleh Tuhan dengan seseorang seperti dia.

Dulu aku berpikir bahwa kami akan selalu bersama. Setiap kali kami berpisah, kami selalu dipertemukan kembali.. Tapi kali ini kami sadar bahwa kami memang diciptakan hanya untuk saling mengisi kenangan masa lalu.

Aku beduntung sempat memilikinya. Dia orang baik. Dia menyayangiku. Dia rela mengorbankan banyak waktu untukku. Dia selalu saja kurepotkan. Dia yang rela membeli pulsa setiap hari hanya untuk menghubungiku dan saling melepas rindu bersama.

Ah, aku sangat bersyukur telah dipertemukan dengannya. Meskipun banyak juga sifatnya yang sangat tidak kusukai. Aku terlalu ragu untuk percaya padanya. Dia pernah berbicara kasar padaku. Dia pernah bahkan hampir sering membentakku. Dia juga pernah selingkuh di belakangku dan artinya dia pun mengkhianatiku.

Entah kenapa semua itu terasa semakin sakit. Terkadang rasa kesal masih saja menyelimutiku. Tapi aku tak ingin ada dendam diantara aku dengannya. Jika kami bisa bertemu baik-baik, mengapa kai tak bisa berpisah dengan baik-baik pula?

Meskipun kini dia sudah tak ingin berteman bahkan tak ingin mengenalku lagi, tapi aku ingin tetap dikenang olehnya. Setidaknya, aku pun pernah ada di hatinya. Aku pun sempat mewarnai hari-harinya. Aku sempat mengisi kekosongan hatinya. Dan yang terpenting, dia sempat menyayangiku, walaupun kini sudah tidak lagi. Dan mungkin tak akan pernah lagi :)


Saturday, 21 July 2012

Bahagia Itu, Sederhana :)

2 comments:
Pagi itu, aku bangun jam setengah 6. Aku udah penasaran banget sama hasil SMUP jenjang Diploma. Aku kurang beruntung di SNMPTN, akhirnya aku ikut beberapa tes salah satunya SMUP D3 Unpad. Dan hari itu, pagi itu, aku langsung buka lepi dan internet. Aku langsung buka situs smup unpad, tapi di situ kayaknya masih hasil SMUP S1 yang lalu, akhirnya aku tutup lagi.


Mama udah nanya-nanya, tapi aku bilang belum karena masih kolom buat ngisi nomor SMUP S1. Akhirnya aku ngobrol-ngobrol dulu sama Mama sama Bapak juga di ruang keluarga. Aku bener-bener penasaran, soalnya pas pengumuman S1 juga dari jam 12 malem. Makanya aku coba buka lagi. Tapi masih tampilan saat pengumuman S1. Akhirnya aku buka twitter.


Pas aku liat, ternyata situsnya sama kayak yang aku buka tadi. Soalnya ada beberapa tweets yang udah liat hasilnya. Kebanyakan yang gak lulus. Terus ada yang ngetweet juga "Mah maaf aku ngecewain dua kali."


DEG. Aku kaget banget. Takut juga. Shock. Kalo nasib aku sama kayak dia gimana? Ya Allah, aku nggak mau ngecewain keluarga untuk yang kedua kalinya. Aku terus ngoceh dalam hati. Disertai doa juga.


Aku mulai isi kolom nomor peserta SMUP. Loading, loading, sampai akhirnya tampilan yang pertama muncul adalah kata LULUS yang dicaps lock berwarna merah. "Ya Allah, aku lulus?" aku nanya-nanya dalam hati. Karena masih ragu, akhirnya aku nunggu sampe beres loading. Ternyata bener, no peserta, nama, dan fotonya itu aku. YA ALLAH, ALHAMDULILLAH. MAKASIH!!! Aku nangis terharu.


"Mah! Teteh lulus." Aku teriak keluar kamar.


Mama kaget dan langsung lari ke kamar. "Yang bener Teh?"


Aku langsung nunjukkin dan bener. Mama langsung meluk aku. Aku juga meluk Mama, eraaaat banget. Aku netesin air mata di bahu Mama. Terharu banget bisa banggain Mama saat itu. Gak lama setelah itu, Mama teriak dan Bapak dateng ke kamar ngeliat hasilnya juga. Pas udah percaya, apa yang terjadi? Aku langsung dipeluk juga. Aku dipeluk Mama sama Bapak dalam waktu yang bersamaan. Kepala aku nggak berhenti diciumin, dielus-elusin. Aku nangis juga di bahunya Bapak. Nggak lama udah gitu, pipi sama kening aku juga dicium Bapak. Ya Allah, ini rasanya bahagia. Aku saat itu bener-bener bahagia banget.


Alhamdulillah :")

Aku lupa kapan terakhir kali meluk Bapak. Apalagi sampai dicium kening dan dielus-elus kepalanya. Kalo lebaran sih suka, tapi... rasa di sana hanya sekedar sayang. Kalo saat itu, ada rasa bangga juga dari beliau. Aku bisa ngerasain itu. Dan, itu adalah hal yang paling mengharukan juga romantis banget. Jadi makin semangat buat bikin Mama dan Bapak bangga lagi. Dipeluk lagi, dicium lagi, dielus-elus kepalanya lagi:'))

Terus, adek aku yang lagi tidur langsung bangun dan langsung aku peluk juga. Dia ngucapin selamat. Udah gitu Mama langsung telepon sodara dan keluarga deket, mereka pada ngucapin selamat dan doa juga biar aku tambah sholeh. Amin, aku cuma bilang makasih dan nerima doa-doa mereka.


Masih nggak nyangka aja bisa lulus ke Unpad. Jurusan Akuntansi pula :D
Semoga aja aku bisa survive dan lulus dengan cumlaude. Memuaskan, tentu bikin orang-orang terdekat bangga juga kenal dan miliki aku. Terutama orang tua.

Aku nggak akan gini kalau nggak ada dukungan dan doa dari mereka, orang-orang tersayang. Yang paling penting, takdir dari Allah :)


With love,








"Tulisan ini diikutsertakan dalam Best Article Blogger Energy"

Tuesday, 19 June 2012

Putih Abu-Abu Itu, Tinggal Kenangan

No comments:
Jeritan tangis kebahagiaan itu jelas terdengar. Sangat nyaring. Masih tak percaya dengan kebahagiaan itu. Yap. Kelulusan itu tiba. Kami semua lulus. Sekolah kami lulus 100%. Bagaimana kami tidak bahagia mendengar kabar baik itu?

------------------------------------------------------------------------------

Rasanya hilang sudah semua beban yang aku tanggung selama ini. Tapi, tunggu! Apa aku bahagia sepenuhnya? Tidak! Aku jelas tidak bahagia sepenuhnya! Aku tidak bahagia ketika aku harus kehilangan mereka. Aku sedih! Sedih karena harus kehilangan orang-orang yang sangat aku sayangi dan cintai. Ya, mereka adalah teman-teman seperjuanganku. Mereka adalah orang yang rela berbagi suka dan duka denganku. Mereka adalah orang yang rela berkorban untukku. Mereka adalah orang yang menyempatkan waktunya untuk sekedar membantuku atau hanya untuk mendengarkan ceritaku. Mereka adalah orang yang selalu memberiku semangat saat aku jatuh, yang selalu melengkapi cerita masa SMAku. Masa SMA? Tidak! Aku tak ingin mereka hanya menjadi pelengkap masa SMAku, aku juga ingin mereka terus menjadi pelengkap hidupku.

Masih kuingat jelas bagaimana mukaku dan muka-muka mereka, saat guru yang kami takuti masuk ke kelas. Aku tidak tau persis, tapi yang aku tau, kami ingin segera mengakhiri pelajaran itu. Masih kuingat jelas, bagaimana saat kebanyakan dari kami tidak diperbolehkan masuk kelas karena terlambat. Masih kuingat jelas, bagaimana jantungku berdegup kencang saat guru yang kutakuti menyuruh teman-temanku satu per satu maju ke depan untuk mengerjakan soal-soalnya. Meskipun aku tidak disuruh mengerjakan soal, tapi aku ikut merasakan takutnya. Rasanya saat itu seperti kiamat. Omelan hangat selalu kami dapatkan saat soal-soal itu tak dapat dijawab dengan benar. Bahkan akhirnya selalu berujung dengan bentakkan. Tapi biar bagaimanapun, guru biologi itu adalah guru terbaik bagi kami, dan kami menyebut beliau, Bunda.

Masih kuingat jelas, bagaimana seorang guru fisika kami selalu menghangatkan suasana kelas. Beliau selalu menyempatkan leluconnya di tengah-tengah pelajaran. Aku tau, fisika itu bukan pelajaran yang mudah. Maka dari itu aku sangat bersyukur dapat belajar fisika dengan beliau.

Masih kuingat jelas, bagaimana saat aku menghabiskan waktu jam pelajaran kosong dengan teman-teman di kelas. Hanya sekedar mengobrol-ngobrol ringan, makan-makan, atau berfoto-foto. Semua itu terasa indah, sampai akhirnya kedatangan guru yang bersangkutan menghancurkan semuanya. Hehehe...

Masih kuingat jelas, bagaimana sindiran-sindiran kami begitu pedas terucap ketika kami membenci sikap adik-adik kelas kami yang bertingkah sok! Bukankah kakak-kakak kelas mereka mengajarkan hal yang baik? Bagaimana sikap mereka bisa menyimpang? Entahlah. Yang jelas, aku selalu mengeluarkan sindiran-sindiran panas ketika mereka berlaku sok di depan kami.

Masih kuingat jelas, bagaimana ketika kami mendapat tugas dari guru yang tidak bisa datang ke kelas. Jika tugas itu tidak dikumpulkan, maka kami akan mengabaikannya dan kembali mengobrol atau menonton film. Ya! Infokus di kelas terkadang selalu kami gunakan untuk menonton film bersama. Haha (mohon jangan ditiru). Tapi kami lebih sering menonton film hanya sekedar di laptop dan dikerumuni bersama.

Kenangan itu terlalu banyak. Entah berapa juta kata yang harus kuungkapkan untuk mendeskripsikan semua kenangan-kenangan yang pernah terjadi. Memang benar apa kata pepatah, masa SMA adalah masa yang paling indah. Dan aku memang menyetujuinya.

Entah harus menangis atau tersenyum. Ada kesedihan di balik kebahagiaan. Aku senang, senang karena lulus SMA dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Tapi aku sedih, sedih karena harus kehilangan orang-orang yang aku sayangi. Mereka, teman-teman terbaikku. Terima kasih kalian pernah mejadi krayon dalam hidupku. Aku berharap, tetaplah menjadi krayon untuk terus mewarnai hari-hariku.

Terima kasih untuk guru-guru yang pernah mendidikku, yang tak pernah lelah untuk memberikan ilmunya padaku, yang selalu sabar menghadapi tingkahku. Tanpa kalian, aku tak mungkin bisa seperti ini. Maaf, aku selalu menyusahkan kalian. Maaf juga, aku belum bisa membalas jasa-jasa kalian. Doakan aku ya Bu, Pak, semoga suatu saat aku bisa membanggakan kalian dengan prestasiku.

Tiga tahun ini terlalu singkat. Tapi aku tak ingin memutar waktu untuk kembali. Biarlah semuanya berlalu. Akan kukenang selalu bagaimana aku menghabiskan waktu 3 tahunku di SMA. Yang jelas, aku benar-benar beruntung pernah mengalami saat-saat indah itu. Tak lupa, aku mengucapkan terima kasih untuk "kamu" di sana yang juga menambah cerita di masa SMAku.

Kini semuanya selesai. Kututup buku cerita SMAku dan akan kubuka lembaran baru nanti. Bye putih abu-abu :)


much love

Thursday, 17 May 2012

Cukup Tersenyum.

No comments:
Tersenyum.
Sampai kapan aku harus berpura-pura manis?
Bukankah berpura-pura itu tidak baik?
Apakah caraku seperti ini, berpura-pura manis juga baik?


Aku lelah,
Apa aku diciptakan hanya untuk sekedar menangisinya?
Menangisi seseorang yang mungkin tak pernah tau
Menangisi seseorang yang mungkin saat ini sedang sibuk memikirkan hal lain


Jika hari kemarin, kemarin lalu, dan kemarin-kemarin yang lain bisa kujangkau
Mungkin aku sudah bahagia bersamamu lagi


Aku capek!
Benar-benar capek!
Capek aku terus menangisimu!


Kamu pikir aku bangga menjadi seseorang yang cengeng?
Aku malu, aku lelah, aku tak mungkin terus-terus seperti ini


Aku lupa, bagaimana rasanya bahagia
Aku lupa, bagaimana rasamya diperhatikan dan dipedulikan
Dan aku lupa, bagaimana rasanya tertawa dan tersenyum "bukan karena berpura-pura"


Tuhan,
Aku ingin tetap bahagia
Dengan atau tanpa perhatiannya
Tapi yang sangat kunginkan,
dia kembali memerhatikan dan memperlakukanku seperti dulu


Dan kini aku hanya bisa tersenyum
Entah tersenyum karena benar-benar bahagia atau sekedar menutupi luka.



Much love
Dwi :)

Kamu? Asing Bagiku.

1 comment:
Aku masih tersenyum melihat tulisan-tulisanku dulu. Semuanya menceritakan tentang kita. Tentangmu dan tentangku. Masih teringat jelas, bagaimana saat kamu mengucapkan ucapan pagi untukku. Bagaimana saat kamu selalu mengingatkanku tentang sarapan, makan siang, makan malam, sholat, dan mandi. Bagaimana saat kamu memberiku semangat di pagi hari agar aku bersemangat sekolah. Aku masih teringat tentang semuanya. Dulu, aku sangat bahagia ketika mengingatnya. Tapi entah, saat ini rasanya bukan senyuman yang ingin aku keluarkan. Namun tangisan dan derai air mata.

Dalam tulisan itu, masih kuingat jelas saat aku menuliskan cerpen berjudul "Love Is Complicated". Cerpen pertamaku yang menceritakan tentang kita. Ya, kamu selalu menjadi inspirasiku menulis. Bahkan hampir semua tulisan-tulisan dalam blog atau twitterku berisi tentangmu. Tidakkah kau sadari itu?

Mengertikah engkau, bagaimana perasaanku? Aku sangat menyayangimu. Sangat dan sangat. Bahkan lebih dari sekedar dari menyayangi. Ya, kamu pasti tau perasaan apa itu.

Pertemuan pertama kita, sungguh mungkin sangat lucu. Bagaimana tidak, hanya dengan melihat avatar di twitter, suaramu di telepon, dan tulisan dan kata-katamu di sms ataupun twitter, kita bisa memiliki perasaan yang lebih dari sekedar sayang. Kadang aku sendiri bertanya, perasaan apa ini? Mengapa aku memiliki perasaan ini padanya? Tapi kini aku mengerti, cinta memang tidak memandang apapun. Jarak bukan menjadi penghalang bagi dua insan yang saling menyayangi dan mencintai.

Tapi kini...

Kemanakah kamu? Kemana kamu yang kukenal dulu? Apakah dia telah pergi? Apakah jiwanya yang dulu telah hilang? Ya, memang ragamu ada, hatimu ada, tapi bukan seperti dulu. Kamu? Asing bagiku.

Aku mengerti, kamu kini telah memiliki kesibukan baru. Ya, bisnis barumu. Aku bahagia melihatmu bisa sesukses sekarang. Aku ikut senang melihatmu menjadi seorang lelaki muda yang berhasil. Tapi bisakah kamu membagi-bagi waktumu? Mungkin aku memang milikmu, begitupun kamu. Kamu milikku. Namun kita tak bisa saling memiliki seutuhnya. Aku tau akhir cerita ini akan seperti apa. Begitupun kamu. Kita sudah saling mengetahui akhirnya akan seperti apa. Ya, kita akan berpisah. Kamu akan berbahagia dengan orang lain. Dan (mungkin) aku juga. Tapi aku tidak bisa membayangkan, bagaimana jika hari-hariku nanti tanpa kehadiranmu? Bisakah?

Aku menangis. Ya, lagi-lagi aku menangis. Teringat akan semua kenangan yang telah kita lalui. Tapi rasanya tangisanku ini sia-sia saja. Tangisan ini takkan merubah kamu menjadi seperti dulu lagi.

Yang membuat aku sedih, disaat waktu kita bersama tinggal beberapa bulan lagi, kamu malah membiarkanku sendiri. Mungkin bukan sendiri, karena sebenarnya kamu pun tak pernah pergi. Tapi tingkah, sikap, dan perilakumu yang sekarang tak sama seperti yang dulu. Bisakah kubilang kamu telah pergi? Karena kamu yang sekarang asing bagiku. Kadang aku bingung, apakah perhatianku masih berarti untuknya? Apakah dia masih butuh perhatianku? Apakah jika tak ada aku dia akan baik-baik saja? Entahlah...

Perhatian itu masih ada, tapi tak sama seperti dulu. Tak ada lagi ucapan pagi, tak ada lagi semangat pagi, kamu mengingatkan untuk sholat dan makan pun hanya beberapa kali saja. Tak ada lagi ucapan selamat tidur. Tiap kali kita bertelepon sering kali kita ketiduran tanpa ada ucapan tidur sebelumnya. Tak ada lagi pamit jika kamu pergi ke kampus ataupun tempat bisnis.

Tapi biarlah, mungkin aku sedang dibiasakan untuk hidup mandiri, tanpamu. Karena pada akhirnya kita akan sama-sama sendiri. Berpisah di ujung jalan ini. Jalan yang sedang kita lalui sekarang.


Untuk seseorang di sana, maaf jika aku terlalu banyak mengeluh akan hal ini. Entah, pada siapa aku harus mengutarakan dan mengungkapkan semuanya. Suasana hujan, dingin, dan kesepian saat ini mampu mendukungku untuk mengungkapkan semua isi hatiku saat ini.

Aku sayang kamu. Entah sampai kapan aku bertahan menyayangimu. Mungkin sampai saatnya tiba. Seperti yang pernah kamu bilang, "Karena kita gak pernah tau perasaan kita ke depan akan seperti apa".


The end
Dwi :)

Friday, 27 April 2012

Kedatangan Pizzha

No comments:
Hari itu, aku lupa hari apa ya. Intinya, Ezzha bilang kalo dia mau dateng hari rabu atau kamis ke garut. Dia ada urusan bisnis di bandung dan nyempetin buat dateng ke garut.

"What?" aku kaget. Jelas, aku seneng banget dan gak nyangka juga kalo dia sampe bener ke sini.

Malem itu kita biasa, otp-an. Aku agak ragu juga apa dia udah di bandung atau masih di lombok. Soalnya aku denger jelas dia manggil-manggil Imel, saudaranya yang ada di bandung. Dan aku juga denger jelas suara Imel. Dulu waktu Ezzha masih di bandung aku sering juga denger suara Imel, makanya hafal.

Pas aku tanya dia udah di bandung dia malah ketawa terus bilang, "Belom ini masih di lombok. Nih baru dapet tiketnya."

Karena penasaran aku coba ngeyakinin kalo dia udah di bandung. Tapi dia malah marah hoho
Ya maaf ya Ezzha

Ya udah akhirnya kita nerusin otp. Dia bilang selasa breangkat. Nah rabu atau kamisnya dia ke garut. Bilangnya mau kasih suprise, "Kasih surprise kok bilang-bilang yangg?" tanya aku.

Terus dia bilang, "Kan biar penasaran kamunya,"

Ya udah akhirnya aku nurut.

Esok harinya dia berangkat siang. Dan tau ngaaakkkkkkk??????
Sekitar jam 11 siang kita masih sms-an, tapi begitu jam 12 kok dia gak bales-bales sms aku? Sampe akhirnya jam 5 sore aku sms gak dibales juga. Sumpah aku kesel banget sama dia! Hobi dia sih gitu, tiba-tiba ilang kabar dan bikin akunya khawatir.

Singkat cerita malem pun tiba. Dia masih belum kasih kabar juga. Akhirnya aku coba sms Manik sama Adys, siapa tau Ezzha sms mereka. Tapi mereka juga bilang nggak tau. Adys nyaranin buat telepon. Dan aku baru kepikiran sampe situ. Aku pun coba nelepon dia.

Tau nggaakkkkkk? Teleponnya juga gak diangkat!

TELEPONNYA GAK DIANGKAT!

Kecemasan aku meningkat 10x lipat. Dari situ aku coba tenang. Antara marah, kesel, sama khawatir. Gak lama setelah itu dia nelepon. Akhirnya......... ujarku dalam hati sedikit lega.

Aku angkat teleponnya. Setelah ngejawab salah dia, langsung aku marah-marah.
D : Kamu kemana aja sih aku smsin dari tadi siang gak dibales? Kebiasaan banget kamu mah bikin aku khawatir aja.

Dengan polosnya dia ngejawab sambil cengengesan.
E : Hehe maaf ya tadi akunya gak sempet pamit.

D : Kenapa?

E : Akunya buru-buru kan tadi bareng temen.

D : Nyampe kapan?

E : Nyampe tadi sore (dia ngejawab sambil santai tanpa ngerasa punya salah)

D : Terus kenapa gak pamit? (aku nanya sambil sedikit emosi)

E : Hehe maaf tadi akunya capek yang, maaf ya

D : !@#$%^&*()=+?"<}>...........................

Singkat cerita akhirnya aku maafin dia, dan dari situ kita damai lagi.


Hari rabu.
Aku penasaran, kapan dia dateng ke sini. Aku tanya aja sama dia. Eh jawabnya malah ada deh ada deh gitu. Kan makin penasaran. Terus kata dia kalo pas aku pulang sekolah dia bakal nunggu di rumah. Percaya gak percaya sih, takutnya dia gak jadi kayak waktu itu lagi :(

Pas aku pulang, ternyata dia gak ada di rumah. Kaaannn sedih banget tauuu. Dia bilang besok, karena hari itu bisnisnya belum selesai.

Pokoknya hari itu aku gak sabar banget nunggu besok.

Dan tiba-tiba........ jeng jreeenngggg

Malem itu kita bertengkar hebat. Masalahnya apa ya Hmm ada deh~ intinya dia bilang kalau, "Maaf kalau aku gak jadi ke sana besok."

DUAR! Sakit hatiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii banget blogcha :(

Aku mohon-mohon banget sama dia agar dia jadi dateng. Aku juga minta maaf karena kesalahan aku. Tapi dia tetep cuek. Dia tetep marah. Aku pasrah. Jujur demi apa sedih banget. Udah seneng-seneng dia mau dateng, tapi akhirnya malah berantakan gitu.

Esoknya aku tetep bujuk dia biar mau dateng. Begitu pulang sekolah aku liat ada paket.

Mama bilang, "Tuh ada paket. Dari siapa sih?"

Emang Ezzha sering banget kirim paket sampe-sampe Mama penasaran. Katanya Mama khawatir, iya ngerti sih soalnya mama belum ketemu sama Ezzha. Gak tau orangnya kayak gimana. Yah aku pacarnya juga belum ketemu mah u,u


Hari itu yah, aku nangis banget. Dari bangun tidur, di sekolah murung terus, nyampe rumah nangis lagi. Begitu aku buka paketnya, dan liat tulisannya kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk sial kan bikin nangisnya tambah parah.

Tulisannya gak seberapa, cuma Ezzha datang!!! Ezzha ada disini!!!


Tapi aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Coba kan kalau dia jadi dateng, ngasihin bonekanya sambil ada surat itu. Pasti aku bakal nangis bahagia, gak kayak sat itu. Aku nangis karena nyesel, dan sedih juga.

Udah gitu aku ambil bonekanya. Ini bonekanya ;)


Aku namain dia Pizzha. Why?

Karena bonekanya warna pink dan pengirimnya Ezzha. Haha aeh sih namanya kayak makanan kan pizzha tuh ._.

Oke lanjut cerita. Udah gitu, aku sms Ezzha. Eh dia bilang kalo dia udah di lombok. TANPA PAMIT!

Helllllllllllllllllllllllllll aku makin nyesek. Kejer. Gak keruan banget pokoknya hari itu.




Hmmm cuma segitu aja yah blogcha. Suka sedih dan nyesel kalo inget kejadian itu. Gara-gara aku kita berantem. Dan gara-gara aku Ezzhanya gak jadi dateng. Gara-gara aku juga kitanya gak jadi ketemu :(

Sunday, 22 April 2012

Cuap-cuap☺

No comments:
Yuhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
Akhirnya blogchaaaaaaa............................


UN selesai dengan memuaskan. Deg-degan banget sih nunggu hasilnya tanggal 26 Mei nanti, tapi optimis aja kalo hasilnya pasti memuaskan dan LULUS amin☺


Oke, UN selesai terus bebas gitu?
Bebas gak bebas sih, kenapa coba? Ya soalnya bebas karena udah nggak sekolah. Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
nggak bebasnya ya karena masih ada SNMPTN tulis tanggal 12-13 Juni nanti -__-

Huft....... Ya buat sementara aku bernapas lega deh karena udah ngelewatin perjuangan terakhir di sma.

Kadang aku mikir pengen banget cepet-cepet kuliah. Tapi kadang juga gak mau. Gak mau karena harus pisah sama anak-anak kurawa! Dari kelas X sampai kelas XII kita terus sama-sama kan, ini harus pisah :"(
gak bisa ngebayangin deh, kuliah nanti pasti gak akan nemu temen-temen kayak gitu.

Tiap hari dari jam 7 sampai jam setengah 4 ngabisin waktu sama-sama terus selama 3 tahun. Gimana gak sedih coba harus pisah? Kita tuh udah kayak keluarga banget. Bercanda bareng, nangis bareng, marah-marah bareng, ketawa-ketawa bareng, dimarahin bareng, dan main bareng. Masih banyak juga hal lainnya yang dilakuin bareng. Kalau gak ada guru nih, pasti banyak yang tidur di kelas. Malah setiap pelajaran inggris gurunya ngizinin kalau mau tidur. Habis pelajarannya ngantuk muehehe ._.v

Tapi mau gimana lagi? Life must go on right?
Pokoknya buat anak-anak kurawa, awas aja kalau beberapa tahun ke depan kita ketemuan belum pada sukses! Harus cepet-cepet sukses yaaaaaaaaaaaaaaa ;;)


Kenangan kelas 3 juga tak terlepas dengan kehadiran seorang pacar hehe
Yap, siapa lagi kalau bukan Ezzha. Orang yang selalu jadi inspirasi aku buat nulis, terutama nulis blog ini nih :D
Terkadang dia itu emang suka bikin aku down. Sering bikin aku nangis juga. Tapi tau nggak? Di balik semua itu dia orangnya baiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkkkkkk banget. Romantis juga. Bisa bikin aku senyum-senyum, ketawa-ketawa sampe gila kalau udah ngakak bareng dia. Kalau romantisnya lagi kumat nih, uuuuhhh aku serasa terbang aja :p
tapi dia juga kadang bisa jadi seorang kakak yang baik. Dia sering nasehatin aku tentang banyak hal apalagi sekolah, dan nasehatin buat kuliah.
Terus nih dia juga bisa jadi seorang pak ustadz :D
selalu ngingetin aku berbuat baik, gak boleh ngeluh sama hidup, terus semangat, dan lain-lainnya.
Pokoknya aku gak tau deh kalau gak ngejalanin sama dia mungkin aku gak bakal punya sweet memory sama dia. Walaupun pada akhirnya kita bakalan sad ending :(
Tapi selama aku masih punya kesempatan buat bahagiain dia, pasti aku lakuin kok. Maaf ya kalau aku sering banget bikin dia marah-marah.


Buat mama, papih, sama adek-adek aku makasih juga untuk selalu nyemangatin aku. Terutama mama. Yep, you're my hero Mom☺
Mama selalu nasehatin aku, ngedukung aku biar terus belajar belajar belajar belajar belajarrrrrr!
Hehe maaf ya mah aku masih males belajar. Tapi tenang aja, aku bakal cepet-cepet tobat mah. Aku gak bakal bikin mama kecewa sama aku.
Kelak saat aku jadi orang sukses nanti, mama akan jadi alasan orang petama yang membuat aku seperti itu.




Huuufffttttttt aku baru bisa buka blog lagi. Bukan karena sibuk, tapi karena em ama el ele es M-A-L-E-S! Hahaha

Ya udah deh blogcha, postingnya segitu dulu yah
capek nih byeeeeeeeeeeeeeeeee sampai jumpa di postingan berikutnya guys☺

Friday, 6 April 2012

Sepatah Kata Untuknya

No comments:
Untuk seseorang disana yang mungkin takkan membaca tulisan ini. Sebelumnya aku ingin mengucapkan banyak terimakasih atas hari-hari bersamamu. Terimakasih untuk kebahagiaan dan kesedihan yang telah kita jalani bersama.



060811 - 270312
Hampir 8 bulan kita menjalani hari-hari bersama. Meskipun memang jarak memisahkan kita, tapi aku tak pernah merasa jauh karena setiap saat kita menghabiskan waktu bersama. Jujur aku merasa tak pernah kesepian. Tapi terkadang jika kita sedang bertengkar dan kamu pergi begitu saja tanpa kabar aku selalu merasa kesepian dan khawatir juga.

Aku sangat terkejut ketika kamu menginginkan bahwa hubungan kita harus diakhiri. Mengapa harus sekarang? Aku sangat-sangat belum siap untuk kehilangan kamu. Tapi begitu aku tau alasanmu di balik semua itu, aku benar-benar marah dan benci! Apa artinya hubungan selama 3 bulan itu?

Setelah aku pikir-pikir lagi, mungkin memang ada baiknya. Ya, selalu ada hikmah di balik kejadian apapun. Dan aku pun tetap berpikir positif tentang semuanya. Meskipun hati ini sakit sakit sakit sekali huhu :(

Ketika kamu telah menjelaskan semuanya, aku ingin sekali tiba-tiba menghapus semua tentang dirimu. Ingin melupakan semua kenangan-kenangan denganmu. Ingin langsung begitu saja melupakanmu. Aku sakit! Aku ingin sekali pergi menjauh darimu dan mencari obat untuk menyembuhkan rasa sakit ini. Tapi aku tak bisa. Yang ada di pikiranku saat itu adalah, KAMU!

Ya, mengapa selalu kamu? Mengapa? Mengapa kamu tak bisa pergi dari pikiranku saat itu? Itu sungguh menyakitkan bagiku! Antara cinta dan benci.

Bagaimana aku bisa baik-baik saja jika pada akhirnya kamu menjadi milik orang lain? Bagaimana aku bisa tenang jika aku selalu memikirkan kamu akan bahagia dengan orang lain? Itu sama sekali sakit :(


Tapi sekarang, keadaanku sudah lebih membaik. Biarkan Tuhan yang memisahkan kita. Biarkan kita hanya dipisahkan oleh takdir. Jika memang akhirnya kamu menjadi milik orang lain, biarkan aku bisa melepaskanmu dan merelakanmu. Tapi jika akhirnya kamu menjadi milikku, biarkan kita bisa saling membahagiakan.




EZZHA, aku hanya ingin mengucapkan maaf jika selama ini aku tak pernah bisa menjadi seseorang yang kamu mau. Aku hanya berusaha membahagiakanmu dengan berada di jalanku dan menjadi diriku sendiri. Aku ingin kamu menyayangiku karena aku dan semua kelebihan dan kekuranganku.


Aku juga ingin mengucapkan banyak terimakasih. Terimakasih untuk 7 bulan itu. Walaupun 3 bulan sisanya........... :(
Terimakasih untuk setiap hari saat bersamamu, terimakasih untuk kebahagiaan dan kesedihan yang kamu kasih. Intinya


terimakasih ya Ezzha Chezar Perdana Putra (˘⌣˘)ε˘`)




Dan harusnya, hari ini kita Anniversary 8 bulan, tapi aku bisa apa toh semuanya tinggal kenangan :(((((((

Thursday, 23 February 2012

Tak Seperti Dulu

No comments:
Terkadang hidup selalu memaksamu untuk beradaptasi dengan keadaan baru yang tidak pernah kau inginkan! -@tentang_hati

Ya, gue setuju banget sama kata-kata di atas.
Tak selamanya orang bersikap tetap seperti itu. Suatu saat pasti berubah. Tapi gue gak mau kalau orang yang gue sayang itu berubah jadi lebih buruk dari sebelumnya.

Bukan maksud pengen dia sempurna, tapi memang agama juga menganjurkan untuk berubah lebih baik, bukan?

Gue merasa memang gue harus terbiasa dengan keadaan baru seperti ini. Ya, gue ngerasa ini adalah keadaan baru. Entahlah, gue sendiri gak tau kenapa mikir kayak gini. Entah hanya perasaan atau memang faktanya seperti itu. Tapi menurut yang gue rasa, memang kayak gitu.

Tapi tenang aja, gue udah membiasakan diri untuk keadaan baru ini. Gue udah siap untuk beradaptasi seperti ini. Toh memang hidup gak akan selamanya flat kan?

Sakit, jujur sakit banget. Gue kangen, kangeeennnn banget sama keadaan dulu. I MISS SO BAD :"(

Tapi mau gimana lagi?
Ini takdir Tuhan, mau gak mau kita harus ikuti. Gue harap gue akan terbiasa dengan keadaan baru ini.

Maaf :(

Wednesday, 4 January 2012

Happy Holidaaaaayyy :D

No comments:
Liburan akhir tahun yang menyenangkaaaaaaaaannnnnnn!!!!!!!!!!!!!!!!










Hello blogcha!
How about ur holiday?
Fun? Or Bored?






Hampir 3 minggu yah gue gak nulis blog? Haha itu karena gue keasikan liburan dong :D
Okay, gue mau share tentang cerita liburan gue aja ya.


Check this out ;)












24 Desember 2011


Hari pembagian rapor. Hari itu kebetulan juga adalah hari ulang tahun sahabat gue, Astry. Dan hari itu pun gue sama temen2 (hampir sekelas) sukses jailin dia. Mulai colek2an krim kue sampai disiram air & terigu.
Setelah sukses, gue pulang dengan seragam yang memang agak sedikit kotor.
Sampai di rumah, tante gue ngajak buat jalan-jalan sekaligus nengok saudara yg lahiran. Dan sukses gue puas ditraktir dia hahaa pizza hut pizza hut..........




26 Desember 2011


Hari itu gue foto buat memorial book (buku tahunan). Dan hari itu juga tante gue pulang ke Subang. Gue udah diajakin buat liburan di sana, tapi gue galau karena mau ke Bandung juga. Dengan sedikit pertimbangan, akhirnya gue memutuskan untuk ikut. Jam 2 kurang gue pulang dari taman bunga, setelah itu gue langsung sholat dan istirahat. Tanpa istirahat lebih lama lagi, gue langsung caw ke Subang.




27-30 Desember 2011


Empat hari gue liburan di Subang. Seru banget ketemu temen SD meskipun gak semua. Berenang, bantuin tante bikin kue, pokoknya pengalaman baru juga :D
Tanggal 30 udah jumatan gue otw pulang. Tapi tante ngajakin dulu ke Bandung sekalian belanja gitu. Ya karen diajak gue ngikut aja lah haha
Malemnya gue nyampe ke Garut dan langsung teparrrrrr -__--




31 Desember 2011


Hari Sabtu. Weekend Weekend........................................
Setelah berdiskusi tadi malam, keluarga gue memutuskan untuk merayakan tahun baru di Bandung. Pagi-pagi mama berangkat ngaji, dan gue beres-beres rumah. Sekitar jam 9 mama dijemput. Yang namanya akhir tahun di setiap toserba / mall mall pasti banyak diskon kan, nah itu ternyata mengundang tante dan mama buat mengunjungi tempat perbelanjaan. Alhasil pulang ngejemput mama kita langsung caw buat belanja.
Setelah lelah berkeliling-keliling, kita pulang buat packing ke Bandung.
Setelah packing, kita mulai otw Bandung!!!


Di Bandung puas dong belanja-belanja. Tapi akhirnya kaki gue rempong. Badang gue pegel-pegel kecapek-an. Bener-bener kecapek-an.


Malam. Menunggu tahun baru. Sialnya, sodara-sodara gue ternyata pada tepar. Mereka pada tidur karena kecapek-an siangnya dan sorenya. Dengan sedih hati gue tahun baruan cuma sama beberapa sodara dan pacar gue. Ini adalah tahun baru paling unik yang pernah gue alami. Gue naik genting, tiup terompet dan teriak2 "Happy New Yeaaaaaarrrrrrrrr" kebayang gak sih begonya gue saat itu? Gue liatin langit yang dihiasi bermacam-macam kembang api. Sumpah indah bangettttttttttt :3


Puas liburan di Bandung, tanggal 2 kemarin gue pulang ke Garut. Huaaaaahhhhhhhhhh capeeekk. Gue langsung sakit dan tepar. Oleh-oleh liburan sial banget yah :(
Gue juga harus menerima kenyataan pahit, akhir minggu awal sekolah gue sidang karya tulis.
Blogcha, doakan gue yah semoga nilai A bisa gue raih. Amiiiinnnn....




Segitu aja deh cerita liburan gue.
Itu cerita liburan gue, mana cerita lo? ;)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...