Thursday, 15 December 2011

Can You Forget About Your Past?

No comments:
Mantan.

Kenapa gue benci banget sama nama itu.

Bukan karena gue benci sama mantan gue, tapi.........





Sulit memang melupakan seseorang yang pernah singgah.

Melupakan orangnya mungkin tidak sulit, tapi melupakan kenangan yang pernah terukir lah yang sangat sulit. Saking sulitnya, mungkin kita akan kembali teringat pada orangnya.


Memang tak akan pernah terbayang, berawal dengan manis tap berakhir dengan pahit. Awalnya saling sayang, berakhir dengan rasa saling benci.

Berteman >> pacaran >> musuhan.



Mungkin, mencoba melupakan seseorang yang pernah singgah itu sama dengan mencoba mengingat seseorang yang tidak dikenal. Artinya, tidak bisa.


Sebesar apapun usaha kita untuk melupakan masa lalu, kenangannya pasti gak akan pernah bisa dihapuskan. Gak akan pernah bisa dihilangkan.

Hmm...

Terkadang air mata ini tiba-tiba mnenetes tanpa sebab. Mungkin karena gue sadar, kalau gue gak bisa bikin lo lupa sama masa lalu lo. Mungkin karena gue udah terlalu sabar sama semuanya. Mungkin hati gue udah terlalu sakit.

Entahlah, terkadang gue benci bahkan sangat benci untuk terlahir menjadi seseorang yang cengeng!



Maaf gue gak bisa bikin lo lupa sama dia.

Maaf kalau gue selalu bikin lo tambah pusing karena semuanya.

Maaf... Ini gue apa adanya.

Maaf... Kalau gue terlalu memaksa lo buat lupain dia.

Maaf...

Ya intinya maaf buat semuanya.



Gue juga manusia. Gue punya hati. Mungkin sekarang hati gue masih kuat. Tapi lama kelamaan, bisa juga rapuh bahkan mungkin gak ada.


Sering gue berfikir kalau...... she's more precious than me.

Sering gue jealous sama dia. Dia yang sering lo fikirin, dia yang lo bilang motivator lo, dia yang lo bilang inspirasi buat lo, dia yang lo bilang penyemangat lo. Mungkin juga, dia yang jadi alasan kalau lo lagi cuek.


Hhmmm.......

Sabar sabar..... *elus dada*.

Gue itu diibaratkan kapur. Terlihat dari luar memang keras, kuat. Tapi ternyata di dalem gue itu rapuh banget.



Satu-satunya alasan gue bisa bertahan sampai saat ini,


BECAUSE I DO LOVE YOU!

BECAUSE I LOVE YOU SO MUCH!

BECAUSE OF YOU, I'M STRONGER!

BECAUSE OF YOU, I CAN!




Please, coba buat mengerti perasaan seorang cewek :)

All My Life

No comments:



I will never find another luva sweeta than you, sweeta than you

And I will never find anutha luva more precious than you, more precious than you

Girl you are

Close to me you’re like my mother

Close to me you’re like my father

Close to me you’re like my sister

Close to me you’re like my brutha

You are the only one my everything and for you this song I sing



And all my life

I’ve prayed for someone like you

And I thank God that I, that I finally found you

All my life

I’ve prayed for someone like you

And I hope that you feel the same way too

Yes, I pray that you do love me too



I said you’re all that I’m thinkin’ of…..baby

Said, I promise to never fall in love with a stranger

You’re all I’m thinkin’ of, I praise the Lord above

For sending me your love, I cherish every hug

I really love you



And all my life, baby, baby, I’ve prayed for someone like you,

And I thank God that I, that I finally found you, baby

All my life I’ve prayed for someone like you

And I hope that you feel the same way too

Yes, I pray that you do love me



You’re all that I ever known

When you smile, on my face, all I see is a glow

You turned my life around

You picked me up when I was down

You’re all that I ever known



And I hope that you feel the same way too

Yes I pray that you do love me too



All my life

I’ve prayed for someone like you

And I thank God that I, that I finally found you

All my life I’ve prayed for someone like you

Yes, I pray that you do love me too

All my life I’ve prayed for someone like you

And I thank God that I, that I finally found you

All my life I’ve prayed for someone like you

Yes, I pray that you do love me too


Tuesday, 13 December 2011

Cinta Takkan Salah (Part 9)

No comments:
Disni terdiam. Dia tidak lagi meneruskan fikirannya tadi. "Maksud Kakak?"

"Iya Kakak suka sama Adek, bahkan lebih dari sekedar suka. Mungkin sayang," suara Endra terdengar lebih santai.

Disni speechless. Entah apa yang harus dikatakannya. Otaknya memutar untuk menyusun kata-kata yang harus diucapkan.

"Mau jadi pacar Kakak nggak?"


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Hari ini hari Sabtu. Hari pertama Disni jadian dengan Endra. Siang itu Disni menerima Endra. Tapi dengan status Endra yang masih berpacaran dengan pacarnya. Mungkin yang Disni lakukan salah, tapi dia juga tidak bisa membohongi perasaannya. Dia telah siap dengan resiko terburuk sekalipun. Dia telah siap kalau dia akan mendapat karma. Takut memang, bila tiba-tiba Endra pergi karena karma yang mendatanginya. Tapi biarlah, biar Disni yang menjalani semuanya.

"Dis..." panggil Argi.

"Iya? Kenapa?"

"Ada yang mau aku omongin sama kamu dari waktu itu. Tapi..."

"Mau ngomong apa? Aku buru-buru nih." Disni memotong ucapan argi.

"Pulang sekolah deh aku ngomongnya ya?"

"Maaf Gi aku sibuk, tugas masih numpuk dan gak mungkin sempet. Lagian mama gak ngebolehin aku jalan sama cowok."

Argi terdiam. Dia bingung. "Aku suka kamu." ujarnya garing.

Disni terdiam. Bukan karena bingung, tapi dia berusaha menahan tawa.

"Dis. Kok diem? Aku gak maksa kamu buat jawab sekarang kok."

"Hahahahaha....." Disni tak tahan melepas tawa.

Argi gendok setengah mampus. "Kok ketawa? Aku serius Dis."

"Aduh Argi......Argi. Kamu tuh bikin aku ngakak aja tau nggak! Iya aku juga serius,"

"Jadi? Kamu terima aku nggak?"

"Terima apa? Terima duit?" jawab Disni asal.

"Disni, aku suka sama kamu. Kamu terima enggak?"

"Ya ampun Argi........Argi. Dari dulu bego kamu tuh gak ilang ya. Apa yang harus aku terima? Kamu kan cuma ngomong suka sama aku. Terus aku harus terima apa?" Disni menjelaskan sambil tetap tertawa.

Argi menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Udah deh aku ke kelas dulu ya, tugas aku masih banyak yang belum selesai nih. Dah..." Disni bergegas pergi meningalkan Argi.

Argi masih terdiam. Dia mencoba mengingat perkataannya tadi. Tak lama senyumnya mengembang dan ia pun tertawa. "Hahaha iya ya, apa yang mesti Disni terima? Harusnya gue ngajak dia buat jadi pacar gue. Lah ini?"

"Heh. Kamu masih waras kan?" tanya Key tiba-tiba.

"Iya lah, kenapa sih?"

"Kamu tuh ketawa-ketawa sendiri, ngomong sendiri juga. Kenapa?"

"Ah enggak kok. Aku duluan ya,"

Key bingung dan meggelengkan kepalanya.


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


"Dek...."

"Iya Kak..."

Untuk waktu dua jam mereka saling mengobrol.

"Eh Dek, Kakak boleh minta sesuatu nggak?"

"Minta apa Kak?"

"Panggilnya jangan Kakak Adek lagi dong, kan udah pacaran..."

Disni terdiam. Ia masih ragu untuk menyebut Endra dengan sebutan lain. Bukan karena tidak mau, tapi karena belum terbiasa.

"Mulai sekarang Kakak pengen panggil adek, sayang."

Senyum Disni mengembang. "Ya udah aku ngikut deh."

"Nah gitu dong hahaha."



TO BE CONTINUE.

Saturday, 10 December 2011

Cinta Takkan Salah (Part 8)

No comments:
"Dan apa?"

"Aku gak mau kamu kena karma. Kamu percaya kan karma itu ada?"

Disni terdiam. Dia terenyak dengan ucapan Key. Tiba-tiba dadanya terasa sakit dan nafasnya terasa sesak.




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥




"Kamu gak ke kantin kok Dis?" tanya Argi.


"Enggak." jawab Disni singkat.


"Kok jutek gitu sih?"


"Bisa kan gak ganggu gue?" tiba-tiba Disni nyolot.


"Ya maaf Dis, aku kan nanya baik-baik." Argi menunduk.


Disni bingung dengan apa yang dikatakannya barusan. Tanpa menatap Argi, Disni pergi dan meninggalkan Argi.


"Loh Gi? Ngapain kamu di situ duduk mengo?" tanya Key bingung.


"Disni kenapa sih? Kok dia badmood gitu?"


Key terdiam sejenak. Dia ingat dengan perkataannya tadi pagi di perpustakaan.


"Key, kamu lagi gak ada masalah kan sama dia?"


"Ah eng.....enggak kok, ya udah aku susul dulu dia ya, dah..." Key pergi dan berlari.


Argi bingung. Padahal ada sesuatu yang ingin diucapkannya pada Disni.




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥




Adek :)




Disni membaca sms itu. Entah, dia merasa ada sesuatu yang aneh dari sms itu.




Iya Kak :)




Kka mau telp boleh?




Oh iya Kak.




Tak lama setelah itu Endra menelepon Disni. Mereka ngobrol untuk beberapa saat. Tiba-tiba keduanya terdiam. Suasana hening. Padahal itu siang hari.


"Dek..."


"Iya? Kok jadi hening gini ya kak?"


"Haha gak tau kayak di kuburan aja."


"Iya aneh ya haha. Suara Kakak kok serius gitu?"


"Bedanya apa? Kakak aja gak tau suara Kakak kalau lagi serius atau bercanda haha."


"Ya beda aja. Gimanaaaa gitu."


"Oh iya maklum deh fans hehe..." Endra bercanda di tengah-tengah keseriusan.


"Ye.... pede banget."


Dan untuk kesekian kalinya suasana hening kembali.


"Eh Dek boleh ngomong sesuatu nggak?"


"Perasaan Kakak kalo mau telepon gak nanya dulu, ngomong aja lah..."


"Adek ngerasa gak kalau Kakak punya perasaan beda ke Adek?"


"Hah maksudnya?"


"Iya ngerasa nggak? Kok perasaan Kakak ke Adek gimana gitu ya, beda aja. Lebih nyaman kalau lagi sama Adek."


Disni mulai menangkap sesuatu yang beda. Dia terdiam. Untuk beberapa saat mencerna apa yang diucapkan Endra barusan.


"Adek gitu juga gak sih sama Kakak?"


"Ya emang dari awal kenal Kakak enjoy aja aku adek-kakak-an sama Kakak," ujar Disni polos.


"Ya maksud Kakak ada yang beda gak gitu?"


"Hmm.... Apa ya...."


"Kakak suka sama Adek," Endra memotong ucapan Disni.


Disni terdiam. Dia tidak lagi meneruskan fikirannya tadi. "Maksud Kakak?"


"Iya Kakak suka sama Adek, bahkan lebih dari sekedar suka. Mungkin sayang," suara Endra terdengar lebih santai.


Disni speechless. Entah apa yang harus dikatakannya. Otaknya memutar untuk menyusun kata-kata yang harus diucapkan.


"Mau jadi pacar Kakak nggak?"






TO BE CONTINUE.

Friday, 9 December 2011

Cinta Takkan Salah (Part 7)

No comments:
Disni cengengesan. "Hehe makasih bapak ganteng."


"Awas kalau telat lagi."


"Iyaaaaa. Bawel banget jadi satpam. Kayak cewek." ujar Disni ceplos sambil meninggalkan gerbang.


"Apa?"


"Eh enggaaaakkkk." Disni berlari secepat mungkin.



♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Disni tiba di kelas dengan ngos-ngosan. Gimana nggak, dari gerbang sampai kelasnya--di lantai 3--dia berlari-lari karena kesiangan. Disni mengetuk pintu dengan harap-harap cemas.

"Permisi..." ujar Disni lembut.

"Jangan masuk. Tunggu di luar." perintah Bu Marni.

Disni lupa kalau hari ini jam pertama adalah Bu Marni. Guru itu sangat tegas dan memang selalu tepat waktu. Makanya Disni tidak diizinkan masuk karena sudah terlambat 10 menit. Dengan terpaksa dia menuju perpustakaan untuk belajar sendiri.

Disni terus menatap layar handphonenya. Sejak komunikasi dengan Endra beberapa hari lalu, Endra tidak pernah menghubunginya lagi. Apalagi sekarang Disni lagi single, perasaannya pada Endra malah semakin tumbuh.

Ayo sms gue dong Kak... Ujarnya dalam hati.

"Disni, kamu gak masuk kelas?"

"Eh Key, enggak kan aku telat. Kamu kok ke sini? Ada apa?"

"Gak papa males aja belajar sama guru itu. Garing sumpah."

"Ya ampun Key, kalo aku jadi kamu pasti aku bakal terus belajar. Udah balik sono. Ada yang mau aku ceritain tapi nanti."

"Gak. Cerita apaan? Pasti tentang Kak Endra lagi ya?"

Disni menunduk. Memang akhir-akhir ini Disni sering cerita tentang Endra pada Key. Habis mau gimana lagi, Disni udah terlanjur sayang sama Endra.

"Key, aku mohon kali ini aja, jangan larang aku buat berhenti sayang sama dia. Kamu ngertiin posisi aku juga ya. Aku tau, pacarnya Kak Endra pasti nyesek banget. Sakit hati banget. Tapi aku juga punya hati dan perasaan, aku udah sayang sama Kak Endra dan perasaan ini kayaknya udah terlalu jauh. Udah gak mungkin buat dihilangkan. Please dong ngertiin aku juga." Disni berkaca-kaca.

Key terdiam. Memang benar, yang namanya sayang dan perasaan gak bisa dipaksa. Karena memang cinta dan sayang itu datang tanpa diduga-duga.

Key perlahan menatap Disni yang masih tertunduk dan terisak. "Disni sayang, aku kayak gini karena aku sayang sama kamu. Aku gak mau kamu sakit hati nanti gara-gara Kak Endra. Aku gak mau kamu dipandang buruk sama orang lain. Jadi orang ketiga lah, orang pengganggu lah, ini itu lah aku gak mau. Dan..........." Key menggantungkan kalimatnya.

"Dan apa?"

"Aku gak mau kamu kena karma. Kamu percaya kan karma itu ada?"

Disni terdiam. Dia terenyak dengan ucapan Key. Tiba-tiba dadanya terasa sakit dan nafasnya terasa sesak.



TO BE CONTINUE.

Wednesday, 7 December 2011

Cinta Takkan Salah (Part 6)

No comments:
Adek lg ada mslah sma Aldo?




Iya Kak. Dia cuek bgt sma aku :(




Gak mau dngr sran Kakak sih. Ya udh




Kak aku bingung :(






Endra tak membalas lagi. Disni bingung. Dia menangis.




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Dua bulan setelah kejadian itu, Disni dan Aldo putus. Aldo yang memutuskan hubungan itu, dengan alasan bosan.


Tak butuh waktu lebih dari seminggu, Endra sudah tau berita putusnya Disni dengan Aldo. Dari mana lagi kalau bukan dari twitter. Dan malam itu, Endra menghubungi Disni.




"Hallo dek..." suara Endra di sebrang sana.


"Iya Kak, kemana aja? Sombong nih sekarang." ujar Disni berbasa-basi.


"Iya sibuk sama kuliah dek, adek gimana kabarnya? Kok kakak kangen terus ya? Hahaha,"


"Haha gombalnya gak ngilang ternyata."


"Itu gak gombal, serius tau..." suara manja Endra keluar.


"Hmm... percaya gak ya?" Disni terus membalas dengan candaan.


Dan malam itu mereka terus mengobrol hingga malam untuk melepas kangen.






♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥




"Disniiiiiiiiiiiiiiiii...." teriak mama dari bawah.


Disni membuka kedua matanya. Dia melihat jam di dinding dan...


"Oh my God!" Disni membelalakan matanya, terkejut karena jam telah menunjukkan pukul 06.30. Dia segera bergegas ke kamar mandi.


Cukup waktu 15 menit untuk menata dirinya untuk pergi ke sekolah. Dan cukup waktu 15 menit pula untuk tiba di sekolah.


"Pak!!!!!" Disni menjerit begitu gerbang sekolah di tutup.


"Gak bisa. Ini udah jam tujuh."


"Pak ayo dong please, janji deh gak akan telat lagi. Ya ya ya?" Disni terus membujuk Satpam sekolah.


"Gak."


"Pak, please. Masa aku harus nangis di sini sih?"


"Ya udah nangis aja kalau gak malu."


"Ya udah aku pulang aja gak sekolah. Bapak tanggung jawab kalau orang tua saya marah sama sekolah gara-gara saya gak bisa ikut belajar. Bapak juga tanggung jawab kalau saya gak dapet nila gara-gara gak ikut ulangan hari ini. Dan bapak juga harus tanggung jawab kalau saya gak lulus ke universitas gara-gara kurang nilai."


"Eeehhh... ya udah ya udah. Masuk." Pak Amir membukakan gerbang.


Disni cengengesan. "Hehe makasih bapak ganteng."


"Awas kalau telat lagi."


"Iyaaaaa. Bawel banget jadi satpam. Kayak cewek." ujar Disni ceplos sambil meninggalkan gerbang.


"Apa?"


"Eh enggaaaakkkk." Disni berlari secepat mungkin.




TO BE CONTINUE.

Saturday, 3 December 2011

Cinta Takkan Salah (Part 5)

No comments:
Sebulan berlalu. Akhir-akhir ini Disni tak sedekat dulu dengan Endra. Endra semakin sibuk dengan kuliahnya, sementara Disni?

Dia kangen. Disni bingung kenapa tiba-tiba perasaannya jadi berubah seperti ini. What's this love? Oh no! Batinnya.




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Sayang udah pulang?




Disni tersenyum mendapati sebuah pesan singkat dari pacarnya.




Ini lagi otw kok :)




Ya udh hati2 ya :)




Disni segera menyimpan hpnya ke dalam tas dan mulai melajukan motor pink-nya. Ya, tiga bulan lalu Disni telah resmi jadian dengan Aldo. Aldo ini beda sekolah dengan Disni. Disni kenal dengan Aldo saat mereka mengikuti sebuah acara talkshow di kota mereka. Disni dan Aldo sama-sama menjadi salah satu perwakilan dari sekolah mereka.


Disni tau, saat ia dekat dengan Endra dia memang telah memiliki Aldo. Tapi entah mengapa Disni memiliki rasa yang lain saat bersama Endra. Tapi kini dia sadar, Endra memang bukan untuknya. Buktinya sudah hampir dua bulan Endra tak ada kabarnya juga.




"Kamu kenapa? Kok ngelamun?" tanya Aldo begitu Disni tiba di rumah.


"Eh? Kok kamu di sini?" tanya Disni panik.


Dia takut orang tuanya tau, selama ini Disni pacaran backstreet dari kedua orang tuanya. Pasalnya orang tua Disni belum mengizinkan Disni pacaran.


"Enggak kok, tenang aja. Ikut aku yuk," Aldo menarik lengan Disni.


"Kemana?"


"Udah ikut aja. Pegangan," Aldo menyuruh Disni memegang.


"Gak mau ah. Ada apa sih rusuh banget?" tanya Disni dari belakang Aldo sambil sedikit berteriak.


"Gak papa aku cuma mau bawa kamu kabur aja main. Takut keburu ketauan mama kamu nanti haha..." Aldo tertawa puas.


"Aldooooooooo!!" jerit Disni dari belakang.


Aldo hanya cengengesan.




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Seminggu berlalu. Disni merasa sikap Aldo berubah. Dia merasa ada sesuatu yang berbeda.


Disni membuat sebuah tweet.




Kamu berubah banget ALDO!




Dan beberapa jam ketika dia membuka twitter lagi, Disni terkejut karena dia melihat ada nama Endra dalam mentionnya.




Udah putusin aja dek!! RT @Disniii: Kamu berubah banget ALDO!




Disni berusaha tenang. Fikirannya saat itu benar-benar kalut. Di satu sisi, dia memang sayang sama Aldo. Tapi di sisi lain Aldo telah membuatnya benar-benar kecewa. Dan di sisi lebih lainnya lagi, perasaannya pada Endra kembali hadir.


Tak lama setelah membuka mention, dia mendapat sebuah pesan singkat dari Endra.




Dek.




Iya Kak? Knapa?




Adek lg ada mslah sma Aldo?




Iya Kak. Dia cuek bgt sma aku :(




Gak mau dngr sran Kakak sih. Ya udh




Kak aku bingung :(






Endra tak membalas lagi. Disni bingung. Dia menangis.






TO BE CONTINUE.

Friday, 2 December 2011

Blogku Sayang Blogku Malang

No comments:
NYESEK!




Hanya satu kata itu yang bisa gue ungkapkan kemarin malem. Dengan perjuangan susah payah gue ngehias blog gue, ngehabisin waktu berjam-jam depan laptop hanya untuk memperbagus blog gue ini. Hasilnya?


NIHIL!



Gue bener-bener kecewa berat!! Blog gue malah jadi ancur total. Blank isinya kode-kode semua.




Awalnya gue berniat untuk ganti layout dengan kode yang gue punya. Next, gue ngikut langkah-langkah yang ada. Sebelumnya gue memang udah copas kode template sebelumnya.


Oke, udah gitu gue ngikutin semua langkah-langkahnya. Dan ditengah jalan, ada beberapa kode yang harus gue isi pribadi tapi gue nggak ngerti harus diisi apa. Well, dengan tepaksa gue gak jadi ganti layout dan pasti kode layout yang sebelumnya.


Begitu gue save, terus gue liat blog gue, oh my God! Gue panik tingkat kakeknya dewa!


Gimana nggak? Kenapa jadi kode-kode semua tampilannya? Dengan tiba-tiba air mata menetep dari kedua mata bulat gue. Gue langsung nangis sejadi-jadinya di depan laptop meratapi blog gue.


Gue nggak rela jelas! Blog ini udah 1 tahun lebih sama-sama gue, udah gue isi macem-macem dan nggak mungkin gue rela kalau tiba-tiba rusak gini.




"Blogku sayang blogku malah...." Ujar gue saat itu.




Setelah satu jam gue otak-atik lagi, taraaanngggg bisa deh HAHAHA


ternyata penyebabnya, gue udah balikin templatenya ke template yang klasik. Jadi gue harus ngelewatin beberapa tahap dulu buat balikin ke template yang baru.




Huffttt setelah blog gue kembali, gue jingkrak-jingkrak dan hapus air mata gue :D
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...