Thursday, 15 December 2011

Can You Forget About Your Past?

No comments:
Mantan.

Kenapa gue benci banget sama nama itu.

Bukan karena gue benci sama mantan gue, tapi.........





Sulit memang melupakan seseorang yang pernah singgah.

Melupakan orangnya mungkin tidak sulit, tapi melupakan kenangan yang pernah terukir lah yang sangat sulit. Saking sulitnya, mungkin kita akan kembali teringat pada orangnya.


Memang tak akan pernah terbayang, berawal dengan manis tap berakhir dengan pahit. Awalnya saling sayang, berakhir dengan rasa saling benci.

Berteman >> pacaran >> musuhan.



Mungkin, mencoba melupakan seseorang yang pernah singgah itu sama dengan mencoba mengingat seseorang yang tidak dikenal. Artinya, tidak bisa.


Sebesar apapun usaha kita untuk melupakan masa lalu, kenangannya pasti gak akan pernah bisa dihapuskan. Gak akan pernah bisa dihilangkan.

Hmm...

Terkadang air mata ini tiba-tiba mnenetes tanpa sebab. Mungkin karena gue sadar, kalau gue gak bisa bikin lo lupa sama masa lalu lo. Mungkin karena gue udah terlalu sabar sama semuanya. Mungkin hati gue udah terlalu sakit.

Entahlah, terkadang gue benci bahkan sangat benci untuk terlahir menjadi seseorang yang cengeng!



Maaf gue gak bisa bikin lo lupa sama dia.

Maaf kalau gue selalu bikin lo tambah pusing karena semuanya.

Maaf... Ini gue apa adanya.

Maaf... Kalau gue terlalu memaksa lo buat lupain dia.

Maaf...

Ya intinya maaf buat semuanya.



Gue juga manusia. Gue punya hati. Mungkin sekarang hati gue masih kuat. Tapi lama kelamaan, bisa juga rapuh bahkan mungkin gak ada.


Sering gue berfikir kalau...... she's more precious than me.

Sering gue jealous sama dia. Dia yang sering lo fikirin, dia yang lo bilang motivator lo, dia yang lo bilang inspirasi buat lo, dia yang lo bilang penyemangat lo. Mungkin juga, dia yang jadi alasan kalau lo lagi cuek.


Hhmmm.......

Sabar sabar..... *elus dada*.

Gue itu diibaratkan kapur. Terlihat dari luar memang keras, kuat. Tapi ternyata di dalem gue itu rapuh banget.



Satu-satunya alasan gue bisa bertahan sampai saat ini,


BECAUSE I DO LOVE YOU!

BECAUSE I LOVE YOU SO MUCH!

BECAUSE OF YOU, I'M STRONGER!

BECAUSE OF YOU, I CAN!




Please, coba buat mengerti perasaan seorang cewek :)

All My Life

No comments:



I will never find another luva sweeta than you, sweeta than you

And I will never find anutha luva more precious than you, more precious than you

Girl you are

Close to me you’re like my mother

Close to me you’re like my father

Close to me you’re like my sister

Close to me you’re like my brutha

You are the only one my everything and for you this song I sing



And all my life

I’ve prayed for someone like you

And I thank God that I, that I finally found you

All my life

I’ve prayed for someone like you

And I hope that you feel the same way too

Yes, I pray that you do love me too



I said you’re all that I’m thinkin’ of…..baby

Said, I promise to never fall in love with a stranger

You’re all I’m thinkin’ of, I praise the Lord above

For sending me your love, I cherish every hug

I really love you



And all my life, baby, baby, I’ve prayed for someone like you,

And I thank God that I, that I finally found you, baby

All my life I’ve prayed for someone like you

And I hope that you feel the same way too

Yes, I pray that you do love me



You’re all that I ever known

When you smile, on my face, all I see is a glow

You turned my life around

You picked me up when I was down

You’re all that I ever known



And I hope that you feel the same way too

Yes I pray that you do love me too



All my life

I’ve prayed for someone like you

And I thank God that I, that I finally found you

All my life I’ve prayed for someone like you

Yes, I pray that you do love me too

All my life I’ve prayed for someone like you

And I thank God that I, that I finally found you

All my life I’ve prayed for someone like you

Yes, I pray that you do love me too


Tuesday, 13 December 2011

Cinta Takkan Salah (Part 9)

No comments:
Disni terdiam. Dia tidak lagi meneruskan fikirannya tadi. "Maksud Kakak?"

"Iya Kakak suka sama Adek, bahkan lebih dari sekedar suka. Mungkin sayang," suara Endra terdengar lebih santai.

Disni speechless. Entah apa yang harus dikatakannya. Otaknya memutar untuk menyusun kata-kata yang harus diucapkan.

"Mau jadi pacar Kakak nggak?"


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Hari ini hari Sabtu. Hari pertama Disni jadian dengan Endra. Siang itu Disni menerima Endra. Tapi dengan status Endra yang masih berpacaran dengan pacarnya. Mungkin yang Disni lakukan salah, tapi dia juga tidak bisa membohongi perasaannya. Dia telah siap dengan resiko terburuk sekalipun. Dia telah siap kalau dia akan mendapat karma. Takut memang, bila tiba-tiba Endra pergi karena karma yang mendatanginya. Tapi biarlah, biar Disni yang menjalani semuanya.

"Dis..." panggil Argi.

"Iya? Kenapa?"

"Ada yang mau aku omongin sama kamu dari waktu itu. Tapi..."

"Mau ngomong apa? Aku buru-buru nih." Disni memotong ucapan argi.

"Pulang sekolah deh aku ngomongnya ya?"

"Maaf Gi aku sibuk, tugas masih numpuk dan gak mungkin sempet. Lagian mama gak ngebolehin aku jalan sama cowok."

Argi terdiam. Dia bingung. "Aku suka kamu." ujarnya garing.

Disni terdiam. Bukan karena bingung, tapi dia berusaha menahan tawa.

"Dis. Kok diem? Aku gak maksa kamu buat jawab sekarang kok."

"Hahahahaha....." Disni tak tahan melepas tawa.

Argi gendok setengah mampus. "Kok ketawa? Aku serius Dis."

"Aduh Argi......Argi. Kamu tuh bikin aku ngakak aja tau nggak! Iya aku juga serius,"

"Jadi? Kamu terima aku nggak?"

"Terima apa? Terima duit?" jawab Disni asal.

"Disni, aku suka sama kamu. Kamu terima enggak?"

"Ya ampun Argi........Argi. Dari dulu bego kamu tuh gak ilang ya. Apa yang harus aku terima? Kamu kan cuma ngomong suka sama aku. Terus aku harus terima apa?" Disni menjelaskan sambil tetap tertawa.

Argi menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Udah deh aku ke kelas dulu ya, tugas aku masih banyak yang belum selesai nih. Dah..." Disni bergegas pergi meningalkan Argi.

Argi masih terdiam. Dia mencoba mengingat perkataannya tadi. Tak lama senyumnya mengembang dan ia pun tertawa. "Hahaha iya ya, apa yang mesti Disni terima? Harusnya gue ngajak dia buat jadi pacar gue. Lah ini?"

"Heh. Kamu masih waras kan?" tanya Key tiba-tiba.

"Iya lah, kenapa sih?"

"Kamu tuh ketawa-ketawa sendiri, ngomong sendiri juga. Kenapa?"

"Ah enggak kok. Aku duluan ya,"

Key bingung dan meggelengkan kepalanya.


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


"Dek...."

"Iya Kak..."

Untuk waktu dua jam mereka saling mengobrol.

"Eh Dek, Kakak boleh minta sesuatu nggak?"

"Minta apa Kak?"

"Panggilnya jangan Kakak Adek lagi dong, kan udah pacaran..."

Disni terdiam. Ia masih ragu untuk menyebut Endra dengan sebutan lain. Bukan karena tidak mau, tapi karena belum terbiasa.

"Mulai sekarang Kakak pengen panggil adek, sayang."

Senyum Disni mengembang. "Ya udah aku ngikut deh."

"Nah gitu dong hahaha."



TO BE CONTINUE.

Saturday, 10 December 2011

Cinta Takkan Salah (Part 8)

No comments:
"Dan apa?"

"Aku gak mau kamu kena karma. Kamu percaya kan karma itu ada?"

Disni terdiam. Dia terenyak dengan ucapan Key. Tiba-tiba dadanya terasa sakit dan nafasnya terasa sesak.




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥




"Kamu gak ke kantin kok Dis?" tanya Argi.


"Enggak." jawab Disni singkat.


"Kok jutek gitu sih?"


"Bisa kan gak ganggu gue?" tiba-tiba Disni nyolot.


"Ya maaf Dis, aku kan nanya baik-baik." Argi menunduk.


Disni bingung dengan apa yang dikatakannya barusan. Tanpa menatap Argi, Disni pergi dan meninggalkan Argi.


"Loh Gi? Ngapain kamu di situ duduk mengo?" tanya Key bingung.


"Disni kenapa sih? Kok dia badmood gitu?"


Key terdiam sejenak. Dia ingat dengan perkataannya tadi pagi di perpustakaan.


"Key, kamu lagi gak ada masalah kan sama dia?"


"Ah eng.....enggak kok, ya udah aku susul dulu dia ya, dah..." Key pergi dan berlari.


Argi bingung. Padahal ada sesuatu yang ingin diucapkannya pada Disni.




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥




Adek :)




Disni membaca sms itu. Entah, dia merasa ada sesuatu yang aneh dari sms itu.




Iya Kak :)




Kka mau telp boleh?




Oh iya Kak.




Tak lama setelah itu Endra menelepon Disni. Mereka ngobrol untuk beberapa saat. Tiba-tiba keduanya terdiam. Suasana hening. Padahal itu siang hari.


"Dek..."


"Iya? Kok jadi hening gini ya kak?"


"Haha gak tau kayak di kuburan aja."


"Iya aneh ya haha. Suara Kakak kok serius gitu?"


"Bedanya apa? Kakak aja gak tau suara Kakak kalau lagi serius atau bercanda haha."


"Ya beda aja. Gimanaaaa gitu."


"Oh iya maklum deh fans hehe..." Endra bercanda di tengah-tengah keseriusan.


"Ye.... pede banget."


Dan untuk kesekian kalinya suasana hening kembali.


"Eh Dek boleh ngomong sesuatu nggak?"


"Perasaan Kakak kalo mau telepon gak nanya dulu, ngomong aja lah..."


"Adek ngerasa gak kalau Kakak punya perasaan beda ke Adek?"


"Hah maksudnya?"


"Iya ngerasa nggak? Kok perasaan Kakak ke Adek gimana gitu ya, beda aja. Lebih nyaman kalau lagi sama Adek."


Disni mulai menangkap sesuatu yang beda. Dia terdiam. Untuk beberapa saat mencerna apa yang diucapkan Endra barusan.


"Adek gitu juga gak sih sama Kakak?"


"Ya emang dari awal kenal Kakak enjoy aja aku adek-kakak-an sama Kakak," ujar Disni polos.


"Ya maksud Kakak ada yang beda gak gitu?"


"Hmm.... Apa ya...."


"Kakak suka sama Adek," Endra memotong ucapan Disni.


Disni terdiam. Dia tidak lagi meneruskan fikirannya tadi. "Maksud Kakak?"


"Iya Kakak suka sama Adek, bahkan lebih dari sekedar suka. Mungkin sayang," suara Endra terdengar lebih santai.


Disni speechless. Entah apa yang harus dikatakannya. Otaknya memutar untuk menyusun kata-kata yang harus diucapkan.


"Mau jadi pacar Kakak nggak?"






TO BE CONTINUE.

Friday, 9 December 2011

Cinta Takkan Salah (Part 7)

No comments:
Disni cengengesan. "Hehe makasih bapak ganteng."


"Awas kalau telat lagi."


"Iyaaaaa. Bawel banget jadi satpam. Kayak cewek." ujar Disni ceplos sambil meninggalkan gerbang.


"Apa?"


"Eh enggaaaakkkk." Disni berlari secepat mungkin.



♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Disni tiba di kelas dengan ngos-ngosan. Gimana nggak, dari gerbang sampai kelasnya--di lantai 3--dia berlari-lari karena kesiangan. Disni mengetuk pintu dengan harap-harap cemas.

"Permisi..." ujar Disni lembut.

"Jangan masuk. Tunggu di luar." perintah Bu Marni.

Disni lupa kalau hari ini jam pertama adalah Bu Marni. Guru itu sangat tegas dan memang selalu tepat waktu. Makanya Disni tidak diizinkan masuk karena sudah terlambat 10 menit. Dengan terpaksa dia menuju perpustakaan untuk belajar sendiri.

Disni terus menatap layar handphonenya. Sejak komunikasi dengan Endra beberapa hari lalu, Endra tidak pernah menghubunginya lagi. Apalagi sekarang Disni lagi single, perasaannya pada Endra malah semakin tumbuh.

Ayo sms gue dong Kak... Ujarnya dalam hati.

"Disni, kamu gak masuk kelas?"

"Eh Key, enggak kan aku telat. Kamu kok ke sini? Ada apa?"

"Gak papa males aja belajar sama guru itu. Garing sumpah."

"Ya ampun Key, kalo aku jadi kamu pasti aku bakal terus belajar. Udah balik sono. Ada yang mau aku ceritain tapi nanti."

"Gak. Cerita apaan? Pasti tentang Kak Endra lagi ya?"

Disni menunduk. Memang akhir-akhir ini Disni sering cerita tentang Endra pada Key. Habis mau gimana lagi, Disni udah terlanjur sayang sama Endra.

"Key, aku mohon kali ini aja, jangan larang aku buat berhenti sayang sama dia. Kamu ngertiin posisi aku juga ya. Aku tau, pacarnya Kak Endra pasti nyesek banget. Sakit hati banget. Tapi aku juga punya hati dan perasaan, aku udah sayang sama Kak Endra dan perasaan ini kayaknya udah terlalu jauh. Udah gak mungkin buat dihilangkan. Please dong ngertiin aku juga." Disni berkaca-kaca.

Key terdiam. Memang benar, yang namanya sayang dan perasaan gak bisa dipaksa. Karena memang cinta dan sayang itu datang tanpa diduga-duga.

Key perlahan menatap Disni yang masih tertunduk dan terisak. "Disni sayang, aku kayak gini karena aku sayang sama kamu. Aku gak mau kamu sakit hati nanti gara-gara Kak Endra. Aku gak mau kamu dipandang buruk sama orang lain. Jadi orang ketiga lah, orang pengganggu lah, ini itu lah aku gak mau. Dan..........." Key menggantungkan kalimatnya.

"Dan apa?"

"Aku gak mau kamu kena karma. Kamu percaya kan karma itu ada?"

Disni terdiam. Dia terenyak dengan ucapan Key. Tiba-tiba dadanya terasa sakit dan nafasnya terasa sesak.



TO BE CONTINUE.

Wednesday, 7 December 2011

Cinta Takkan Salah (Part 6)

No comments:
Adek lg ada mslah sma Aldo?




Iya Kak. Dia cuek bgt sma aku :(




Gak mau dngr sran Kakak sih. Ya udh




Kak aku bingung :(






Endra tak membalas lagi. Disni bingung. Dia menangis.




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Dua bulan setelah kejadian itu, Disni dan Aldo putus. Aldo yang memutuskan hubungan itu, dengan alasan bosan.


Tak butuh waktu lebih dari seminggu, Endra sudah tau berita putusnya Disni dengan Aldo. Dari mana lagi kalau bukan dari twitter. Dan malam itu, Endra menghubungi Disni.




"Hallo dek..." suara Endra di sebrang sana.


"Iya Kak, kemana aja? Sombong nih sekarang." ujar Disni berbasa-basi.


"Iya sibuk sama kuliah dek, adek gimana kabarnya? Kok kakak kangen terus ya? Hahaha,"


"Haha gombalnya gak ngilang ternyata."


"Itu gak gombal, serius tau..." suara manja Endra keluar.


"Hmm... percaya gak ya?" Disni terus membalas dengan candaan.


Dan malam itu mereka terus mengobrol hingga malam untuk melepas kangen.






♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥




"Disniiiiiiiiiiiiiiiii...." teriak mama dari bawah.


Disni membuka kedua matanya. Dia melihat jam di dinding dan...


"Oh my God!" Disni membelalakan matanya, terkejut karena jam telah menunjukkan pukul 06.30. Dia segera bergegas ke kamar mandi.


Cukup waktu 15 menit untuk menata dirinya untuk pergi ke sekolah. Dan cukup waktu 15 menit pula untuk tiba di sekolah.


"Pak!!!!!" Disni menjerit begitu gerbang sekolah di tutup.


"Gak bisa. Ini udah jam tujuh."


"Pak ayo dong please, janji deh gak akan telat lagi. Ya ya ya?" Disni terus membujuk Satpam sekolah.


"Gak."


"Pak, please. Masa aku harus nangis di sini sih?"


"Ya udah nangis aja kalau gak malu."


"Ya udah aku pulang aja gak sekolah. Bapak tanggung jawab kalau orang tua saya marah sama sekolah gara-gara saya gak bisa ikut belajar. Bapak juga tanggung jawab kalau saya gak dapet nila gara-gara gak ikut ulangan hari ini. Dan bapak juga harus tanggung jawab kalau saya gak lulus ke universitas gara-gara kurang nilai."


"Eeehhh... ya udah ya udah. Masuk." Pak Amir membukakan gerbang.


Disni cengengesan. "Hehe makasih bapak ganteng."


"Awas kalau telat lagi."


"Iyaaaaa. Bawel banget jadi satpam. Kayak cewek." ujar Disni ceplos sambil meninggalkan gerbang.


"Apa?"


"Eh enggaaaakkkk." Disni berlari secepat mungkin.




TO BE CONTINUE.

Saturday, 3 December 2011

Cinta Takkan Salah (Part 5)

No comments:
Sebulan berlalu. Akhir-akhir ini Disni tak sedekat dulu dengan Endra. Endra semakin sibuk dengan kuliahnya, sementara Disni?

Dia kangen. Disni bingung kenapa tiba-tiba perasaannya jadi berubah seperti ini. What's this love? Oh no! Batinnya.




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Sayang udah pulang?




Disni tersenyum mendapati sebuah pesan singkat dari pacarnya.




Ini lagi otw kok :)




Ya udh hati2 ya :)




Disni segera menyimpan hpnya ke dalam tas dan mulai melajukan motor pink-nya. Ya, tiga bulan lalu Disni telah resmi jadian dengan Aldo. Aldo ini beda sekolah dengan Disni. Disni kenal dengan Aldo saat mereka mengikuti sebuah acara talkshow di kota mereka. Disni dan Aldo sama-sama menjadi salah satu perwakilan dari sekolah mereka.


Disni tau, saat ia dekat dengan Endra dia memang telah memiliki Aldo. Tapi entah mengapa Disni memiliki rasa yang lain saat bersama Endra. Tapi kini dia sadar, Endra memang bukan untuknya. Buktinya sudah hampir dua bulan Endra tak ada kabarnya juga.




"Kamu kenapa? Kok ngelamun?" tanya Aldo begitu Disni tiba di rumah.


"Eh? Kok kamu di sini?" tanya Disni panik.


Dia takut orang tuanya tau, selama ini Disni pacaran backstreet dari kedua orang tuanya. Pasalnya orang tua Disni belum mengizinkan Disni pacaran.


"Enggak kok, tenang aja. Ikut aku yuk," Aldo menarik lengan Disni.


"Kemana?"


"Udah ikut aja. Pegangan," Aldo menyuruh Disni memegang.


"Gak mau ah. Ada apa sih rusuh banget?" tanya Disni dari belakang Aldo sambil sedikit berteriak.


"Gak papa aku cuma mau bawa kamu kabur aja main. Takut keburu ketauan mama kamu nanti haha..." Aldo tertawa puas.


"Aldooooooooo!!" jerit Disni dari belakang.


Aldo hanya cengengesan.




♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Seminggu berlalu. Disni merasa sikap Aldo berubah. Dia merasa ada sesuatu yang berbeda.


Disni membuat sebuah tweet.




Kamu berubah banget ALDO!




Dan beberapa jam ketika dia membuka twitter lagi, Disni terkejut karena dia melihat ada nama Endra dalam mentionnya.




Udah putusin aja dek!! RT @Disniii: Kamu berubah banget ALDO!




Disni berusaha tenang. Fikirannya saat itu benar-benar kalut. Di satu sisi, dia memang sayang sama Aldo. Tapi di sisi lain Aldo telah membuatnya benar-benar kecewa. Dan di sisi lebih lainnya lagi, perasaannya pada Endra kembali hadir.


Tak lama setelah membuka mention, dia mendapat sebuah pesan singkat dari Endra.




Dek.




Iya Kak? Knapa?




Adek lg ada mslah sma Aldo?




Iya Kak. Dia cuek bgt sma aku :(




Gak mau dngr sran Kakak sih. Ya udh




Kak aku bingung :(






Endra tak membalas lagi. Disni bingung. Dia menangis.






TO BE CONTINUE.

Friday, 2 December 2011

Blogku Sayang Blogku Malang

No comments:
NYESEK!




Hanya satu kata itu yang bisa gue ungkapkan kemarin malem. Dengan perjuangan susah payah gue ngehias blog gue, ngehabisin waktu berjam-jam depan laptop hanya untuk memperbagus blog gue ini. Hasilnya?


NIHIL!



Gue bener-bener kecewa berat!! Blog gue malah jadi ancur total. Blank isinya kode-kode semua.




Awalnya gue berniat untuk ganti layout dengan kode yang gue punya. Next, gue ngikut langkah-langkah yang ada. Sebelumnya gue memang udah copas kode template sebelumnya.


Oke, udah gitu gue ngikutin semua langkah-langkahnya. Dan ditengah jalan, ada beberapa kode yang harus gue isi pribadi tapi gue nggak ngerti harus diisi apa. Well, dengan tepaksa gue gak jadi ganti layout dan pasti kode layout yang sebelumnya.


Begitu gue save, terus gue liat blog gue, oh my God! Gue panik tingkat kakeknya dewa!


Gimana nggak? Kenapa jadi kode-kode semua tampilannya? Dengan tiba-tiba air mata menetep dari kedua mata bulat gue. Gue langsung nangis sejadi-jadinya di depan laptop meratapi blog gue.


Gue nggak rela jelas! Blog ini udah 1 tahun lebih sama-sama gue, udah gue isi macem-macem dan nggak mungkin gue rela kalau tiba-tiba rusak gini.




"Blogku sayang blogku malah...." Ujar gue saat itu.




Setelah satu jam gue otak-atik lagi, taraaanngggg bisa deh HAHAHA


ternyata penyebabnya, gue udah balikin templatenya ke template yang klasik. Jadi gue harus ngelewatin beberapa tahap dulu buat balikin ke template yang baru.




Huffttt setelah blog gue kembali, gue jingkrak-jingkrak dan hapus air mata gue :D

Wednesday, 30 November 2011

Cinta Takkan Salah (Part 4)

No comments:
Senyum Disni tiba-tiba mengembang. Entah, dia senang sekali diberi julukan 'bintang kecil'. "Iya Kak makasih ya..."


Perbincangan pun selesai. Disni segera kembali ke ruang tunggu. Mama sudah ngomel-ngomel karena dokter telah menunggu.


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥






"Makanya kalau mama bilang tuh nurut. Gini kan jadinya? Kamu tuh ya malem-malem teleponan terus. Teleponan sama siapa sih?" tanya mama disela nasehatnya.

Disni speechless. Ia terdiam. Bingung harus jawab apa.

"Disni, kamu denger mama kan?" Mama menatap Disni untuk meyakinkan.

Disni mengangguk tanpa menatap Mama. Sebenarnya dia ingin sekali jujur pada Mamanya, tapi dia takut untuk mengakuinya. Ya, yang Disni butuhkan saat ini hanyalah, waktu....

"Ya udah gih kamu istirahat aja sana ya, jaga kesehatan. Jangan tidur malem-malem juga," nasehat Mama.

"Iya Mah," jawab Disni sambil beranjak pergi ke kamarnya.


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Disni terus memandangi layar hpnya. Berkali-kali dan terus-terusan. Dia sangat berharap Endra menghubunginya atau sekedar mengiriminya pesan singkat. Tapi berkali-kali dia melihat, tak ada juga sms dari Endra.

"Kak Endra kemana ya? Kok gue gak enak hati gini gak ada kabar dari dia?" Disni menggumam.

Aduh Disni.... Bego banget sih lo. Lo kan cuma adiknya dia doang, ngapain mesti khawatir sama Kak Endra? Lo nggak boleh ngarep lebih apa-apa dong Dis nyadar.... Batin Disni mengomel.

Tak terasa Disni tertidur cukup lama ketika dia sedang mendengarkan MP3 di hpnya. Pukul 8 malam dia terbangun. Dia mencari hpnya, segera ia melihat apakah ada sms dari Endra atau tidak. Ya, entah kenapa semakin hari perasaan Disni pada Endra semakin bertambah.

Disni sendiri bingung dengan perasaannya sekarang. Mungkin dia memang sudah sangat bergantung pada Endra. Dia sudah benar-benar menyayangi Endra. Ya, perasaannya sudah lebih dari seorang adik. Entahlah....


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Sebulan berlalu. Akhir-akhir ini Disni tak sedekat dulu dengan Endra. Endra semakin sibuk dengan kuliahnya, sementara Disni?

Dia kangen. Disni bingung kenapa tiba-tiba perasaannya jadi berubah seperti ini. What's this love? Oh no! Batinnya.


TO BE CONTINUE.


*sori dikit banget, lagi macet nih idenya ehehe*

Tuesday, 29 November 2011

Cinta Takkan Salah (Part 3)

No comments:
Ternyata dia tersandung di tangga kecil di ruang tamu.

"Mama bilang hati-hati sayang!" teriak mama lagi.

"Iya mah, ini kesandung dikit," ujar Disni sambil sedikit merintih mengelus lututnya. Tapi dia segera kembali melangkah dengan wajah penuh dengan keceriaan.



♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


"Halo Key," sapa Disni dengan wajah yang masih tetap ceria.

Sepanjang jalan dari gerbang sekolah ke kelas, semua orang yang Disni kenal disapanya. Entah kerasukan setan apa, hari ini dia benar-benar ceria.

"Aneh banget kamu."

"Aneh apa sih? Aku ceria malah dibilang aneh. Gak suka ya liat aku kayak gini?"

"Ya nggak gitu juga Dis, kamu biasanya..."

"Key, kamu itu sahabat aku. Jadi aku pengen kamu seneng liat aku seneng. Ya," Disni memotong ucapan Key dan beranjak pergi.

Dis, plese dong aku cuma pengen lo jaga jarak sama Kak Endra. Aku cuma mau kamu gak ganggu hubungan orang. Aku kasian sama kamu, takut kamu kena karma. Batin Key sedih.


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


"Halo Dek..."

"Eh iya Kak," ujar Disni santai.

Memang sejak tiga hari terakhir ini Disni dan Endra sering bertelepon-telepon ria. Entah mengapa, sejak kenal Endra 2 tahun lalu Disni merasa ada seseorang yang berbeda. Meskipun mereka kenal 2 tahun lalu, tapi mereka baru bisa saling kontak-kontakan tahun kemarin. Dan di tahun ini mereka malah semakin lebih mengenal.

"Kok diem?"

"Nggak papa Kak, hehe ini lagi main game soalnya."

"Yah gak asik nih, kalau main game Kakaknya didiemin dong?"

"Enggak kok Kak, buktinya ini aku ajak ngobrol," Disni membujuk.

"Ya udah deh Kakak takut ganggu,"

"Eh iya iya aku gak main game lagi. Teleponan sama Kakak aja ya."

"Haha iya dong. Kakak kangen nih," canda Endra.

"Haha bener kangen? Buktinya apa?"

"Ini bela-belain telepon adek malem-malem," suara Endra terdengar serius.

Sejenak Disni terdiam. Ya Tuhan, jangan biarkan gue punya perasaan lebih sama dia... Disni membatin.

"Dek,"

"Eh maaf Kak,"

"Tuh kan diem. Dicuekin nih Kakaknya.."

"Haha iya iya maaf Kakak ganteng."

Selama 2 jam kurang mereka asik dalam perbincangan di telepon.


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Hari itu Disni tidak bisa pergi ke sekolah karena sakit. Segera dia membuat tweet di twitter.


Badan gue nggak enak bgt :(


Setelah membuat surat untuk sekolah, mama segera membawa Disni ke dokter untuk diperiksa. Memang keadaan badannya sedang tidak begitu baik.

Disni dan mama menunggu dengan tenang di ruang tunggu. Tiba-tiba handphone Disni berbunyi. Dia melihat layarnya dan tertera 'Kak Endot'. Oh My God dia ngapain telepon? Batin Disni panik.

"Kenapa Dis?" tanya mama heran melihat tingkah anaknya.

"Bentar mah," Disni berlari ke tempat yang agak jauh dari mama.

"Halo," sapanya begitu telepon diangkat.

"Dek, kamu sakit ya? Kenapa nggak bilang?"

"Aduh maaf Kak, nanti aku cerita deh ya. Ini mau periksa dulu."

"Oh ya udah kalo gitu. Cepet sembuh ya bintang kecil,"

Senyum Disni tiba-tiba mengembang. Entah, dia senang sekali diberi julukan 'bintang kecil'. "Iya Kak makasih ya..."

Perbincangan pun selesai. Disni segera kembali ke ruang tunggu. Mama sudah ngomel-ngomel karena dokter telah menunggu.



TO BE CONTINUE.

Cinta Takkan Salah (Part 2)

No comments:
Disni tiba-tiba terdiam. Ya ampun Key bener, gue gak boleh terlalu deket sama Kak Endra. Gue gak boleh nyimpen rasa sama dia. Dia udah punya cewek... Batinku sedih.



♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Disni membuka mention. Dia berharap ada mention dari Endra. Dan matanya tiba-tiba berbinar begitu melihat nama Endra dalam mentionnya.

"Yes."

"Kenapa Ni?" tanya Key begitu tiba di kelas dan duduk di sebelah Disni.

"Ah enggak, itu kok..." Disni segera menyembunyikan hpnya ke belakang punggungnya.

"Udah gak usah umpet-umpetan gitu. Aku tau pasti mention dari Kak Endra kan?"

Sekuat tenaga Disni menggeleng.

"Disni sayang, denger aku deh. Kamu itu harus jaga jarak sama Kak Endra. Dia udah punya cewek Dis. Kamu gak mau kan ngerusak hubungan orang?"

Disni terdiam. Sesaat dia teringat.Ya, dia hanya adik angkatnya Endra dan memang seharusnya hanya sebatas itu.

"Kamu ngerti kan maksud aku?"

Disni mengangguk.

"Ya udah, kamu berusaha jaga jarak aja sama dia ya. Aku tau Kak Endra itu orang baik, tapi kamu jangan salah artikan kebaikan dia juga ya," Key menasehati.

"Iya Key, makasih ya."

Key tersenyum.


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Malam itu Disni tiba-tiba mendapati sebuah pesan singkat. Dia segera membukanya dan ternyata...... Endra.


Malem bintang kecil :)


Disni terkejut ketika mendapati isi sms itu. Apa maksud smsnya? Ngapain dia panggil gue bintang kecil? Batin Disni.

Tanpa berlama-lama lagi, dia segera membalas sms itu.


Malem juga kak :D ada apa?

Tak perlu menunggu lama, Disni segera mendapat sms balasan dari Endra.


Gpp kangen aja :p


Cie kngn sm aku haha


Iya kngen bntang kecil :) ntar mlm kaka boleh telp gak?


Disni terkejut. Telepon? Ada hal pentingkah yang gak bisa diucapkan lewat sms?


Telp? Ada prlu kak?


Liat nanti deh. Boleh ya?


Dengan hati penuh rasa penasaran, Disni mengiyakan.


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Pagi itu Disni bangun dengan semangat. Biasanya dia malas untuk sarapan, kini dia malah sangat bersemangat untuk sarapan pagi. Dan ternyata, perbincangannya dengan Endra tadi malam sukses membuatnya nge-fly pagi ini.

"Dis, kok ceria banget muka kamu?"

"Ah perasaan mama aja kali," Disni tersenyum pada mama.

"Ah pasti ada sesuatu ya? Pah, liat nih anaknya lagi falling in love," ledek mama.

"Mama apaan sih. Udah ah Disni berangkat sekarang." Disni berpamitan pada mama dan papa.

Papa hanya berbengong-bengong ria melihat tingkah anak pertamanya hari ini.

"Hati-hati sayang," teriak mama dari ruang makan.

"Aduh!" jerit Disni.

Ternyata dia tersandung di tangga kecil di ruang tamu.

"Mama bilang hati-hati sayang!" teriak mama lagi.

"Iya mah, ini kesandung dikit," ujar Disni sambil sedikit merintih mengelus lututnya. Tapi dia segera kembali melangkah dengan wajah penuh dengan keceriaan.



TO BE CONTINUE.

Monday, 28 November 2011

Cinta Takkan Salah (Part 1)

No comments:
Bloga.....
Gue mau coba bikin cerbung di blog gue ya. Dulu gue pernah bikin tapi gak gue lanjutin hahaha
Gue harap sih buat cerbung yang ini gue bisa sukses ngepost dan tamatin ceritanya.

Oke, gak usah banyak bacot. Yuk mulai! Cekidot and enjoy ya ;;)







♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Dear diary.........

Hari ini gue bahagia banget. Bayangin aja, cowok itu ngehubungi gue! Sayangnya gue sama dia cuma adik kaka aja. Berharap sih gue bisa lebih sama dia, tapi gue sadar.......... huft ceweknya cantik :(

Tapi gak papa deh, udah jadi adeknya dia aja gue udah seneng. Dia orangnya perhatian banget! Diary, gue berharap banget bisa lebih dari ini sama dia. Maaf Tuhan kalau gue jahat :(




Disni menutup diary pink-nya dan segera menyimpannya di laci kecil dalam lemari. Ya, saat ini dia sedang naksir seseorang yang ia temukan dari jejaring sosial--Twitter. Namanya Endra. Entah sejak kapan Disni menyimpan rasa itu, yang jelas saat ini, ia dan Endra semakin dekat. Meskipun umur Endra 3 tahun lebih tua dari Disni.

Disni terdiam. Ia terus membayangkan Endra walaupun sebenarnya mereka belum pernah bertemu.

"Ya ampun kok gue kefikiran Kak Endra terus ya?" batin Disni.

"Diiisss...." panggil mama dari bawah.

Disni segera turun ke bawah dan menghampiri mama.


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


"Hai Dis, kemarin kemana? Kok nggak ikut acara sih?" sapa Argi yang berpapasan bertemu Disni di gerbang sekolah.

"Eh hehe iya maaf ya Gi, kemarin aku disuruh mama pulang cepet. Biasa lah mama gak mau aku pulang telat,"

"Ya ampun dasar anak mama hahaha," canda Argi.

Disni hanya tersenyum.

"Eh btw nih, kamu lagi pdkt ya?"

Ya ampun ngapain tanya-tanya hal gitu sih lo Gi! Batin Disni. "Eh aku duluan ya. Dah..."

"Eh itu anak ngapain ngehindar? Orang gue cuma mau tanya juga. Dasar..." Argi ngedumel.


♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥ ♥


Istirahat tiba. Key--sahabat terbaik Disni mengajak Disni ke kantin. Tapi Disni malah lebih memilih tinggal di kelas. Akhir-akhir ini dia malah lebih senang dengan dunia twitter-nya.

"Pasti sama Kak Endra lagi?"

"Hehe..." Disni cengengesan.

"Awas kamu nangis nanti gara-gara dia. Inget, dia udah punya cewek."

Disni tiba-tiba terdiam. Ya ampun Key bener, gue gak boleh terlalu deket sama Kak Endra. Gue gak boleh nyimpen rasa sama dia. Dia udah punya cewek... Batinku sedih.



TO BE CONTINUE.

Sunday, 27 November 2011

Oh My Indonesia☺

No comments:



Indah.

Cantik.

Segar.

Bangga.


Itu adalah sebagian kata yang bisa gue ungkapkan untuk menjadi seorang Indonesian ☺

Sebuah negara yang sangat kaya akan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. Bahan tambangnya juga tidak kalah kayanya.

Negara yang memiliki lahan tanah, sawah, hutan, dan laut yang luas. Bahkan Indonesia termasuk salah satu negara yang hutannya menjadi paru-paru dunia, yaitu di Pontianak.

Gue lahir di tanah Indonesia tercinta dan tumbuh di sini pula. Gue bangga menjadi seorang warga negara Indonesia. Negara yang tidak mudah menyerah, negara yang selalu bergotong royong, semangat dan hal-hal baik lainnya.


Rasa kesatuan terasa semakin erat ketika atlet-atlet Indonesia berjuang di lapangan. Seperti bulu tangkis, voli, sampai sepak bola.

Semua rakyat kompak untuk saling memberi dukungan. Semua bangga saat kemenangan Indonesia. Semua bahagia dan bersorak-sorai.



Tapi kini...

MIRIS.

Ya, hanya satu kata itu yang bisa gue ungkapkan untuk negara gue sekarang.

Ibu Pertiwi menangis, melihat negara kita seperti ini.

Udah gak ada lagi gotong royong, budaya-budaya tradisional mulai punah. Orang-orang Indonesia sendiri sebagian lebih memilih budaya luar dibanding budayanya sendiri. Bahasa-bahasa daerah udah banyak yang hampir hilang.

Penebangan hutan secara liar udah marak banget, sawah-sawah udah hampir hilang karena bangunan-bangunan gedung, perumahan dan bangunan baru lainnya.


Kenapa sama negaraku ini?


Gue sendiri kadang bingung, ini semua salah pemerintah atau masyarakatnya?

Jujur, gue bener-bener miris ngeliat keadaan Indonesia kayak sekarang.

Ricuh dimana-mana, demo, dan apalah yang menurut gue mereka-mereka itu demo gak bisa pake otak! Justru demo yang rusuh di jalan itu mereka-mereka yang otaknya kurang. Mereka lebih mentingin otot.

Harusnya, apalagi demo sekarang banyaknya itu mahasiswa. Ya ampun, mau jadi apa negara kita ini? Jadilah MAHASISWA YANG BERPENDIDIKAN! Belum lagi, sekarang udah ada pelajar yang udah berani-berani tawuran. Kebanyakan nonton sinetron kali yah hufttt -__-

ini harus jadi perhatian lebih lagi untuk orang tua dan sekolah. Terutama buat siswanya sendiri juga sih. Kita itu pelajar, tugasnya belajar. Bukan bertengkar. Kalau mau bertengkar, bertengkar lah pakai otak. Bikin harum Indonesia.


Pesan gue buat semua mahasiswa-mahasiswa/i dan semua siswa-siswa/i....

Bikin Indonesia bangga punya orang-orang berpendidikan kayak kalian. Bikin Indonesia jadi negara yang punya nama di mata dunia. Bikin Indonesia jadi negara yang bisa jadi negara maju karena kekompakan masyarakatnya!

Buat semua masyarakat Indonesia, ayo kita saling menggenggam tangan. Jangan pernah lepas tangan ini. Kita sama-sama berjuang demi kemajuan Indonesia. Sebenernya Indonesia kayak gini karena masyarakatnya juga yang lemah. Kita mudah terpengaruh dengan hal-hal yang sama sekali gak penting.

Gue percaya, Indonesia itu bisa menjadi negara maju. Negara yang bisa sejajar dengan negara-negara besar di dunia kalau semua masyarakatnya kompak!

Minimal dimulai dari diri kita sendiri, mulai dari yang kecil-kecil dan dimulai dari saat ini! Kalau nggak dari sekarang, mau mulai dari kapan lagi?

Kita nggak tau kan kapan waktu kita tiba?


So, ayo kita buat Indonesia jadi negara yang maju! Kalau negara Indonesia bisa maju, siapa lagi yang bangga dan puas? Pastinya kita, para masyarakat-masyarakatnya juga :))))



I LOVE INDONESIA and I'M PROUD TO BE INDONESIAN :)


Monday, 21 November 2011

Never Give Up!

No comments:


Hidup itu................ Butuh perjuangan.

Kita lahir, balita, tumbuh abg, remaja, dewasa dan lansia. Itu semua butuh perjuangan.

Kita lahir butuh perjuangan. Perjuangan untuk lahir dan bertahan hidup di dunia ini. Kita udah ditakdirkan lahir sebagai pemenang. Maka dari itu.......

NEVER GIVE UP!


Kita tumbuh menjadi dewasa butuh perjuangan. Belajar berjalan, berbicara, jongkok, bahkan berlari. Kita bisa melewati itu semua karena kita telah dilahirkan dengan mental seorang pemenang. Maka dari itu...........

NEVER GIVE UP!


Tumbuh menjadi seorang abg juga butuh perjuangan. Masalah semakin rumit, dan kita menjadi semakin labil. Apalagi menjadi seorang cewek. Labilnya banget2an pokoknya. Maka dari itu..........


NEVER GIVE UP!


Remaja. Menjadi seorang remaja bukan hal yang mudah. Banyak cobaan dan rintangannya. Masalah semakin banyak, kedewasaan juga semakin dituntut. Kadang menjadi seorang remaja itu banyak ngeluhnya kalau gak bisa sabar ngelewatin setiap masalah. Mereka selalu berharap ingin mati atau apalah itu.

Tapi Tuhan tau kita pasti bisa lewatin semua masalah. Dia gak mungkin kasih masalah yang gak sesuai dengan kemamouan kita. Dia hanya ingin menguji tingkat kedewasaan dan kesabaran kita. Karena kita sudah dilahirkan dengan mental seorang pemenang. Maka dari itu.........


NEVER GIVE UP!


Dewasa. Masalah dewasa semakin bertambah. Pekerjaan, rumah tangga atau apapun itu masalahnya pastinya semakin banyak. Tapi kita percaya, Tuhan kasih kita masalah karena Dia tau kita MAMPU! Maka dari itu........

NEVER GIVE UP!




Guys, gue nulis itu sebenernya kurang dapet inspirasi juga. Tapi intinya gue pengen kita itu gak nyerah setiap dapet masalah atau cobaan.

Setiap kita mau naik kelas kita pasti ngalamin yang namanya ujian kan?

Nah, Tuhan juga sama. Dia mau kita naik tingkat kedewasaan dan kesabaran. Makanya dia kasih kita cobaan dan ujian.

Kalau ujian segitu gak bisa kita lewatin, gimana ujian yang lebih sulit kedepannya?


Intinya, apapun yang kita alami jangan pernah menyerah!

Kalian boleh berkali-kali jatuh, tapi kalian harus bisa menunjukkan kalau kalian mampu bangkit berjuta-juta kali!

Menjadi seorang pemenang gak mudah, kita harus punya mental yang kuat.

Menjadi seorang yang sukses gak mudah, kita harus berkali-kali terjatuh lalu bangkit.

Menjadi seorang yang bahagia gak mudah, kita harus berkali-kali mendapatkan kesedihan lalu mendapatkan kebahagiaan.


Guys, sesulit apapun hidup lo, NEVER GIVE UP yaaaaaa! God always beside you!

Wednesday, 16 November 2011

Best Friend Forever{}

2 comments:
Sahabat.


Terkadang kita gak pernah menyadari betapa pentingnya kehadiran seorang sahabat.

Sahabat itu gak kenal istilah 'mantan'.

Sahabat itu adalah mereka yang selalu dengerin keluhan kita.



Terkadang tak selamanya sahabat itu baik.

Tak selamanya mereka satu pendapat dengan kita.

Tak selamanya mereka mengerti apa yang kita inginkan.



Di situlah persahabatan kita akan diuji.

Di dalam persahabatan pasti ada tantangan dan rintangan.

Di dalam persahabatan pasti akan ada perbedaan.



Tapi justru di situlah arti persahabatan sesungguhnya.

Saling mengerti satu sama lain.

Saling mengisi setiap kekosongan.

Saling melengkapi setiap kekurangan.

Saling menyempurnakan.



Dari persahabatan aku belajar kehidupan.

Dari mereka aku belajar banyak hal.



Dari Adystie aku belajar kedewasaan.

Dari Astry aku belajar kesabaran.

Dari Manda aku belajar keceriaan.

Dari Manik aku belajar kekuatan untuk bertahan.


Dari mereka aku belajar banyak hal. Cinta, hidup, bahagia, tangis, tawa, senyuman, air mata, dan semua hal yang aku dapatkan dari mereka adalah 'anugerah'.

Terima kasih teman-teman telah hadir mengisi hidup masa SMA-ku.

I love U all guys{} :*



Kamu sangat berarti

Istimewa di hati

S'lamanya rasa ini

Jika tua nanti kita

T'lah hidup masing-masing

Ingatlah hari ini...........................

Tuesday, 25 October 2011

CUAP CUAP GUE!!!

No comments:
JENUH JADI PELAJAR!


Hft gue bener-bener jenuh nih jadi pelajar. 3 tahun sekolah di SMA, dan ini bisa dibilang titik jenuhnya sekolah.


Gue nih ya, pengen banget komentar tentang..................

Nanti deh langsung gue komentarin aja.





Gue sekolah dari jam 7 sampai setengah 4. Kebayang kan gimana capeknya gue di sekolah?

Belom lagi nih, tugas gue bejibun banget. Udah ngerasa kuliah aja deh.

Terus terus sedikit-sedikit pelajaran buat kuliah udah main disisip-sisipin aja di pelajaran SMA. Dikira otak gue kuat kali ya -__-



Selama 8 jam lebih gue di sekolah, itu gak sepenuhnya pelajaran yang diterangin tuh ngerti. Mana lagi, gak sepenuhnya juga pelajaran itu efektif.

Kadang masih aja ada jam kosong alias gak ada guru.


Emang sih gue ngerti maksudnya sekolah nambahin jam belajar itu sekalian tambahan pelajaran (les gratis), tapi nih kalo otak udah gak sanggup nampung gimana?

Jujur, gue kadang suka frustasi sendiri belajar di kelas 3. Jangankan di kelas 3, kelas 2 aja udah frustasi duluan gue.


Emang sih efek belajar 8 jam lebih itu bagus ya. Banyak siswa-siswa di sekolah gue yang lolos LCT, lomba-lomba mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat internasional pun ada. Kalo mau tau, boleh klik di sini!


Tapi kan yang jadi peserta hanya sebagian aja. Lah sisanya? Malah ngerasa stress belajar tuh (termasuk gue).

Gue pengen sedikit saran aja sih.

Mending belajar 5-6 jam tapi bener-bener efektif. Gak ada jam kosong dan guru nerangin tuh bener-bener ngerti. Daripada belajar 8 jam lama-lama tapi malah bikin siswa pusing bahkan gak ngerti. Kan sayang buang-buang waktu, ya gak?


Maaf banget buat sekolah gue, bukannya gue komentar terlalu banyak gitu ya. Tapi cuma mau saran doang kayak gitu.

Oh iya, kita juga butuh hiburan loh. Pengennya ya........ setiap tahun ada pensi besar-besaran lah ya. Lumayan kan buat refreshing gitu.



Tapi nih, gue tetep bangga dong sama sekolah gue. Meskipun belajar lama, setress, tapi prestasinya itu MEMBANGGAKAN BANGET! Haha

Sunday, 23 October 2011

5 bulan lagi :(

No comments:
Sekarang bulan Oktober. Mungkin lebih tepatnya akhir Oktober.

Tau artinya apa?


Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩)

Itu artinya sisa waktu SMA gue 5 bulan lagi :"(



Gue masih gak percaya aja loh ya, 3 tahun belajar di SMA akhirnya detik-detik ini tiba. Detik-detik dimana gue harus ngalamin yang namanya perpisahan.

Bener-bener gak rela harus secepat ini. Rasanya baru aja kemarin gue daftar masuk SMA 1 Garut. Rasanya baru kemarin gue masuk kelas X. Rasanya baru kemarin gue naik kelas XI dan rasanya baru kemarin gue nerima rapot kenaikan kelas XII.


Tapi kenapa waktu berjalan cepet banget? Gue masih belum rela harus pisah sama temen-temen. 3 tahun sama-sama, 3 tahun berbagi suka-duka, 3 tahun ngejalanin hari-hari bareng. Rasanya ....................... Masih bener-bener gak percaya tinggal 5 bulan lagi :(



Terkadang gue berfikir pengen cepet-cepet lulus. Pengen cepet-cepet kuliah. Pengen cepet-cepet lepas dari yang namanya 'sekolah'.

Karena gue bener-bener udah masuk dalam masa 'titik jenuh sekolah'.

Tapi kalo difikir-fikir lagi, gue gak mau harus pisah sama temen-temen KURAWA :( di kuliah banyak yang bilang hidup masing-masing. Dan pasti gue gak akan nemu kekompakan kayak sekarang di kelas 3.


Gue pengennnn banget kalopun nanti kita udah hidup masing-masing, tapi gue masih terus diinget dan dikenang.

Jujur, gue gak mau dilupain. Gue gak mau dilepasin gitu aja. Punya temen baru, gue pun terlupakan dan terabaikan. Gue gak mau :(




Buat temen-temen KURAWA (Kuring Warga Ipa Dua {X-2, XI IPA 2, XII IPA 2}) jangan lupa sama Dwi Sartikasari ya. Kalo kalian udah hidup masing-masing nanti gue mohon, inget terus gue. Simpan gue di hati kalian terus ya.

I LOVE KURAWA ♡♥
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...