my love is chocolate (cowok rese part 1)

Thursday, August 05, 2010

“aduuhh.. mana sih tu anak lama banget” gerutu Tasha kesal. Ia terus mondar-mandir di ruang tamu menunggu seseorang datang. Tentunya sambil makan cokelat.
Gadis bernama lengkap Natasha Lalita yang masih berumur 16 tahun itu sangat menyukai cokelat. Dia bisa mengoleksi macam-macam cokelat local maupun interlokal. Kedua orangtuanya adalah seorang pebisnis, sehingga jika mereka pulang dari luar negri mereka selalu membelikan Tasha cokelat. Tasha juga merupakan anak satu-satunya. Walaupun begitu, ia tidak pernah manja. Tasha selalu belajar mandiri karena di rumahnya ia hanya tinggal bersama bibinya, Devi.
“nungguin siapa toh neng?” tanya bi Devi.
“ nungguin Gabriel nih bi, lama banget ih! Padahalkan ini udah jam 7 kurang 5 menit” gerutu Tasha kesal.
“oohh,, sabar atuh ya neng” ucap bi Devi dengan logat sundanya.
Gabriel itu adalah pacarnya Tasha. Waktu itu, Tasha dan Gabriel satu sekolah. Tasha masih kelas 1 sma sedangkan Gabriel sudah kelas 3 sma.
Tasha udah menelepon Gabriel berkali-kali, tapi handphonenya Gabriel mati. “aahh! Kemana sih tu anak!” Tasha makin kesal.
TING TONG … TING TONG
Tasha membuka pintu.
“heh, lama banget sih lo kemana ajaaa!” omel Tasha.
“sori sori, tadi gue nganterin dulu nyokap ke bandara” jawab Iel tenang.
“sebodo amet deh. Mo kebandara, ke pasar, ke mall, yang penting JANGAN TELAT!” Tasha menekankan kata terakhirnya.
“iiya maaf deh cantik” rayu Iel.
“GAK NGARUH” jawab Tasha cepat sambil meninggalkan Iel di pintu utama.
Gabriel menyusul.
***
Selama di mobil Tasha gak banyak bicara. Mungkin dia masih kesal dengan sikapnya Gabriel tadi. Yang ia lakukan hanyalah melihat jam tangan cokelat-pink yang melingkar manis di lengannya. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00.
“bisa jalanin lebih cepet lagi gak sih!” pinta Tasha kesal.
“ini udah ngebut”
“tapi gue bisa telat!”
Gabriel pun memindahkan kupling mobilnya dan menginjak gas sedikit lebih tekan.
Tiba-tiba …
“aaaaaaahhh” jerit Tasha.
“woy! Bisa nyebrang gak sih lo!” Gabriel marah. Mengeluarkan kepalanya ke jendela mobil.
“heh! Apa-apaan sih lo!” Tasha juga ikut-ikutan marah pada seseorang di luar sana.
“lo juga pelan-pelan dong!” cowo di luar sana menimpali marahnya Tasha dan Gabriel.
Gabriel keluar mobil.
Tasha hanya mengelus dada. Gue udah pasti kesiangan.
“lo bisa gak sih jalan biasa-biasa aja!” cowo itu kesal.
“gue lagi buru-buru. Lo juga bisa gak sih nyebrang liat-liat?” balas Gabriel.
“emangnya ni jalan punya nenek moyang lo apa?” balas cowo itu.
“bukan punya kakek moyang lo juga kali!” sindir Gabriel.
Sementara Tasha dari jendela mobil sana sudah berteriak. “udah Iel, kita pergi aja”
Gabriel masih menyimpan dendam. Begitupun dengan Tasha. Karena gara-gara cowok itu Tasha jadi telat.
“sori ya Tas” Gabriel meminta maaf.
Tasha hanya mengangguk.
***
Setibanya di sekolah, Tasha lari-lari. Karena jarak dari gerbang sekolah ke kelasnya cukup jauh. Sedang seriusnya ia berlari…
BRUUKK!
“oh my god” kesal Tasha.
“sori sori” ucap seorang cowok.
Tasha tak mendengar ucapan maaf itu. Ia sibuk membereskan kertas-kertas tugasnya yang berserakan. Begitupun cowok itu.
Tasha bangun. Membersihkan roknya.
“ini tugasnya” ucap cowok itu memberikan kertas tugas pada Tasha. Sambil berusaha tersenyum.
“makasih” balas Tasha dengan sedikit senyumnya.
“gue duluan ya” ucap cowok itu sambil pergi meninggalkan Tasha.
Lalu Tasha pun beranjak pergi.
Setibanya Tasha di kelas, guru biologinya belum masuk. Dan ia langsung duduk di bangkunya.
“dari mana aja sih lo Tas? Gue udah khawatir lo kena hukum” kata Lara sahabatnya Tasha.
Tasha mempunyai 3 orang sahabat.
Yang pertama Lara. Dia anak yang pinter, baik, ramah, jago olimpiade juga. Tapi satu kelemahan dia. Udah 16 tahun ini dia jomblo. Selain dia yang emang gak mau punya cowok dulu, kedua orang tuanya melarang Lara untuk pacaran dulu.
Yang kedua Eppy. Cewek tomboy yang jago karate itu suka banget sama warna biru. Dia sering dijulukin Mrs. Blue sama temen-temennya. Dia paling anti kalo ngomongin cowok. Hah? Dia normal gak ya? Cowok-cowok juga pada envy deh ngeliat Eppy.
Dan yang terkahir Yossa. Sering disebut Ocha. Ocha itu nama panggilan sayang ketiga sahabatnya. Ocha itu cewek yang anggun, putih, tinggi, dan seorang dancer. Tapi hobinya itu ngoleksi gaun-gaun keluaran terbaru.
Mereka bertiga tergabung dalam sebuah perkumpulan bernama 4girls. Atau sering mereka bilang FG.
“iiya tadi Gabriel telat jemput gue” keluh Tasha sambal ngos-ngosan.
Bu Lina datang.
“selamat pagi anak-anak” sapa Bu Lina.
“pagi” balas murid- murid serempak.
“maaf ya ibu telat, tadi ada keperluan dulu”
“iiya bu gak papa” Hendra sang ketua kelas mewakili.
“baiklah, sekarang kalian kumpulkan tugas kemarin” suruh Bu Lina.
Saat Tasha melihat tugasnya “OMG”
“kenapa Tas?” tanya Eppy.
“ini bukan tugas gue” seru Tasha panik.
“seriusan?” tanya Ocha.
Tasha hanya mengangguk. Lalu ia datang menghampiri Bu Lina.
“ibu maaf”
“ada apa Tasha?”
“tugas saya ketuker”
“maksud kamu?”
“tadi saya tabrakan sama kakak kelas, nah udah gitu dia bawa tugas saya dan saya bawa tugas dia” jelas Tasha.
“kamu ini ada ada saja” bu Lina geleng-geleng kepala.
“seriusan bu, kalo ibu gak percaya liat ini” sambil memberikan beberapa lembar kertas.
Bu Lina melihat nama pemilik tugas itu.
“Hensel Aditya, anak 12 IPA 1” ucap Bu Lina pelan.
“bener kan bu” Tasha meyakinkan.
“kamu ini kok kaya di sinetron-sinetron aja pake acara tabrakan terus ketuker segala” Bu Lina memberikan tugas tadi.
“heheh.. ya mana saya tau bu” Tasha sedikit lega.
“ya sudah sekarang kamu duduk. Istirahat kasih tugasnya ke ruang ibu” ucap Bu Lina dengan bijaksana.
“makasih bu” Tasha pergi sambil tersenyum.

*bagaimana lanjutannya ? tunggu part 2nya (:

You Might Also Like

0 komentar

Komentar gratis, curhat gratis, iklan bayar!

recent posts