Friday, 20 August 2010

my love is chocolate ( cowok rese part 2 )

No comments:
Istirahat itu Tasha pergi menemui kelas 12 IPA 1 untuk memberikan tugasnya Hensel.
“misi” kata Tasha sambil mengetuk pintu.
“eh Tasha, ada perlu apa?” tanya Siska.
“mau cari ka Hensel ada?”
“Eceeeell” teriak Siska kedalam kelas.
Lalu Siska membalik lagi pada Tasha. “Henselnya gak ada tuh Tas”
“oohh..” Tasha melirik Ocha.
“ada perlu apa memangnya? Ciiee.. nanyain Ecel” goda Siska.
“hehehe..” Tasha nyengir. “ini gue mu titip tugas inggrisnya dia ka” lanjutnya sambil memberikan kertas-kertas.
“oh iya nanti gue sampein” jawab Siska.
“ya udah thanks ya ka”
“sip-sip”
Ketika Tasha melangkahkan kakinya, Siska mencegah dengan ucapan, “tunggu Tas”
Tasha berbalik, “ada apa ka?”
“gak titip salam yang lain?”
“oh iya, kalo dia pulang, tolong anterin tugas gue ke kelas ya ka” tambah Tasha.
“yaahh,, kirain bukan itu. Ada yang lain gak?”
Tasha sedikit berpikir. Lalu Ocha berbisik. Tasha mengerti, lalu tersenyum jahil pada Siska. Siska balik tersenyum jahil. Tashapun berlalu dari kelas 12 IPA 1.
Sementara itu di kelas 11 IPA 1.
“Achanya gak ada tuh ka” kata Mila.
“ya udah gue titip tugas ini sama Tasha ya” sambil memberikan tugasnya Tasha.
“iiya kak”
Lalu Tasha datang bersama Ocha.
“eh Tasha, ni ada yang nyariin” teriak Mila.
“ka Hensel ya?” tanya Tasha. Tasha memang gak tau nama cowok yang menabraknya tadi. Tapi setelah melihat nama dalam tugas itu, Tasha baru mengetahuinya.
“iya. Tugas gue mana?” tanya Hensel.
Hensel memang udah kenal sama Tasha. Siapa sih yang gak kenal Tasha? Seorang model majalah, dan juga pernah menangin olimpiade fisika tingkat provinsi.
“udah gue kasihin sama kak Siska ka” jawab Tasha. “yang gue?” tanya Tasha.
“tuh di temen lo” Hensel menunjuk Mila.
Tasha mengambil tugas itu langsung menarik lengan Ocha. “thanks ka” sambil beranjak pergi menuju ruang guru.
Hensel pun langsung pergi meninggalkan kelas 11 IPA 1.

***

Bel pulang pun berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar kelas, terkecuali Tasha.
“masih lama Tas?” tanya Ocha yang udah kesel nungguin Tasha beres-beres buku.
“ya udah duluan aja sono” perintah Tasha.
“ngambek kaga lo?”
“kaga”
“seriusan?”
Tasha menghentikan kegiatannya. Ia menatap Ocha sesaat. “iya sayang” ucapnya lembut. “gue bisa kok pulang sendiri” lanjut Tasha.
“yaudah deh gue cabut duluan ya” pamit Ocha.
“sip” jawab Tasha.
Lalu Ocha beranjak keluar kelas. Tasha melihat Ocha keluar dan akhirnya menghilang dibalik pintu.
Sepuluh menit berlalu.
“huuft.. beres juga” keluh Tasha. Ia keluar dari kelas.
“eh Tasha” panggil seseorang dari depan koridor.
Tasha berbalik.
“eh bu Sisil. Ada perlu apa bu?”
“ini Sha. Bisa bantuin ibu ngajar anak-anak di Panti Asuhan gak?”
“dimana bu?”
“ibu tau kok tempatnya. Ibu minta bantuan kamu, bisa ya Sha”
“mmm.. baiklah bu. Saya bantu”
“terima kasih ya Sha” Bu Sisil terlihat senang.
“kembali ibu” Tasha tersenyum. Terlihat lesung pipi kirinya yang tipis. Membuat dia semakin manis.
“oh iya Sha, kamu kenal sama Hensel?” tanya ibu.
“ka Hensel? Kenal bu. Ada apa?”
“kamu ajak dia juga ya. Biar kita ngajar sama-sama”
“oh siap bu” Tasha menurut.
“ya sudah kalo begitu sekarang kamu datangi dulu kelasnya. Dia takut keburu pulang”
“siap bu guru”
Tasha dan bu Sisil terlihat sangat dekat. Maklum saja, bu Sisil masih berumur 25 tahun. Masih terlihat seperti anak muda. Jiwa remajanya juga masih kental. Sehingga Tasha dan bu Sisil sudah seperti adik dan kakak. Banyak yang mengira bahwa mereka saudara kandung. Selain itu juga, bu Sisil merupakan guru yang paling dekat dengan Tasha. Tasha sering banget curhat sama bu Sisil. Tapi tentunya, di luar jam sekolah ya…
“Tasha duluan ya bu” pamit Tasha lalu beranjak pergi menuju kelas 12 ipa 1.
“permisi” ucap Tasha.
“eh iya, ada apa Sha?” tanya Hensel.
“huuftt.. untung lo belum pulang ka” Tasha ngos-ngosan. Masih mengatur nafasnya yang gak beraturan.
“tenang dulu deh Sha.. atur nafas lo” Hensel memberi saran.
Sejenak Tasha mengatur nafasnya yang sudah mulai teratur.
“udah?” tanya Hensel.
Tasha mengangguk. “udah”
“nah, sekarang lo cerita”
“okey” berhenti sejenak. “bisa bantu gue?”
“apa?” tanya Hensel bingung. Pasalnya Tasha ngos-ngosan lari-lari cuma buat nanyain itu doang? Hhh…
“ngajarin anak-anak Panti. Bisa kan?”
“kapan?”
“hari ini nanti jam 2” jelas Tasha.
“lo ngos-ngosan itu cuma buat nanya itu?”
Tasha mengangguk.
“hahahaha” Hensel tertawa lepas. “lo tuh lucu tau gak”
Tasha semakin bingung. Apa maksudnya sih ni anak? Apa yang lucunya coba? Tasha ngebatin. “apa yang lucu sih kak?”
“yah elo yang lucu”
Tasha semakin bingung. “maksudnya”
“masa lo cuma nanya itu doang ampe ngos-ngosan sih? lari-lari pula. Aneh deh” Hensel menjelaskan.
“nah itu dia yang gue nyesel” ungkap Tasha.
“nyesel? Kenapa?”
“gue udah capek-capek lari taunya lo masih stay disini. Tau gitu gue gak perlu lari-lari kan? Capek lagi”
“hahahaha” Hensel makin tertawa puas.
“udah deh gak lucu tauk!” Tasha ngambek. Bibirnya yang manis pun maju 5 cm. (loh? Bisa tah?)
“iya iya gak deh. Sori ya. Jangan cemberut lagi dong” Hensel berusaha menghibur. Walaupun sebenarnya ia masih ingin mentertawakan Tasha.
Tasha tersenyum terpaksa. Lalu ia pun berlalu dari hadapan Hensel.
Hensel mengejar, “udah dong jangan ngambek lagi”
“iya” jawab Tasha singkat.
“gue anterin pulan yak?” Hensel menawarkan. Ia ingin meminta maaf pada Tasha.
Tasha menggeleng. “gak perlu, gue bisa sendiri kok”
“ah lo pasti masih marah deh”
Tasha melirik Hensel. “engga ka, udah engga”
“yakin?” tanya Hensel masih gak percaya.
“yap” Tasha mengangguk.
“lo senyum dulu, baru gue percaya”
Tasha pun tersenyum memperlihatkan inner-beautynya.
Hensel membalas senyumannya itu. “thanks ya”
“iya. Udah ya gue balik duluan” Tasha pergi berlalu dari hadapan Hensel.
Hensel hanya memperhatikan Tasha dari belakang.
Setibanya Tasha di gerbang sekolah.
TIIIIIINN.....TIIIIIINN.....
“minggir woooy” teriak seorang cowok dari dalam mobil Yaris biru.
Serontak Tasha yang sedang berjalan santai kaget. Jantungnya hampir saja mau copot (hanya istilah aja deh ya, kaga copot beneran). “berisiiikk” Tasha ngambek.
Pemilik mobil Yaris biru itupun keluar dari mobil. “lo kalo jalan liat-liat ya”
Saat Tasha melihat ke arah cowok itu...
“elo”ucap Tasha dan cowok itu berbarengan.
“heh! Gak puas yak lo buat darah gue naek! Tadi pagi lo buat darah gue naik, dan sekarang, lo buat darah gue naek lagi!” Tasha nyeroscos panjang lebar. Mengeluarkan unek-uneknya pada cowok yang tadi pagi membuatnya terlambat. Dan sekarang, dia hampir buat Tasha jantungan.
“eh elu juga gak pernah bikin gua tenang. Lu selalu ganggu ketenangan nyetir gua!” cowok itu ngambek-ngambek tak mau kalah.
“ya itu sih salah lo gak bisa nyetir yang bener!” Tasha membalas tak mau kalah juga.
“elo tuh jalan gak pernah pake mata ya!” cowok itu makin kesal.
“emang! Kalo jalan itu pake KAKI!” Tasha menekankan kata terakhirnya.
“ah capek gue berantem sama lo! Buang waktu aja tau” cowok itu pergi meninggalkan Tasha yang masih menyimpan seribu dendam padanya.
“awas lo! Mau gua tabrak hah?!” cowok itu mengusir Tasha.
Dengan terpaksa Tasha berjalan kepinggir. “brengsek lo!” maki Tasha pada cowok itu saat cowok itu melewati Tasha.
Cowok itu hanya menjulurkan lidahnya melalui kaca spion mobilnya.
“aaarrgh!” emosi Tasha tak terkendali.

Thursday, 5 August 2010

my love is chocolate (cowok rese part 1)

No comments:
“aduuhh.. mana sih tu anak lama banget” gerutu Tasha kesal. Ia terus mondar-mandir di ruang tamu menunggu seseorang datang. Tentunya sambil makan cokelat.
Gadis bernama lengkap Natasha Lalita yang masih berumur 16 tahun itu sangat menyukai cokelat. Dia bisa mengoleksi macam-macam cokelat local maupun interlokal. Kedua orangtuanya adalah seorang pebisnis, sehingga jika mereka pulang dari luar negri mereka selalu membelikan Tasha cokelat. Tasha juga merupakan anak satu-satunya. Walaupun begitu, ia tidak pernah manja. Tasha selalu belajar mandiri karena di rumahnya ia hanya tinggal bersama bibinya, Devi.
“nungguin siapa toh neng?” tanya bi Devi.
“ nungguin Gabriel nih bi, lama banget ih! Padahalkan ini udah jam 7 kurang 5 menit” gerutu Tasha kesal.
“oohh,, sabar atuh ya neng” ucap bi Devi dengan logat sundanya.
Gabriel itu adalah pacarnya Tasha. Waktu itu, Tasha dan Gabriel satu sekolah. Tasha masih kelas 1 sma sedangkan Gabriel sudah kelas 3 sma.
Tasha udah menelepon Gabriel berkali-kali, tapi handphonenya Gabriel mati. “aahh! Kemana sih tu anak!” Tasha makin kesal.
TING TONG … TING TONG
Tasha membuka pintu.
“heh, lama banget sih lo kemana ajaaa!” omel Tasha.
“sori sori, tadi gue nganterin dulu nyokap ke bandara” jawab Iel tenang.
“sebodo amet deh. Mo kebandara, ke pasar, ke mall, yang penting JANGAN TELAT!” Tasha menekankan kata terakhirnya.
“iiya maaf deh cantik” rayu Iel.
“GAK NGARUH” jawab Tasha cepat sambil meninggalkan Iel di pintu utama.
Gabriel menyusul.
***
Selama di mobil Tasha gak banyak bicara. Mungkin dia masih kesal dengan sikapnya Gabriel tadi. Yang ia lakukan hanyalah melihat jam tangan cokelat-pink yang melingkar manis di lengannya. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00.
“bisa jalanin lebih cepet lagi gak sih!” pinta Tasha kesal.
“ini udah ngebut”
“tapi gue bisa telat!”
Gabriel pun memindahkan kupling mobilnya dan menginjak gas sedikit lebih tekan.
Tiba-tiba …
“aaaaaaahhh” jerit Tasha.
“woy! Bisa nyebrang gak sih lo!” Gabriel marah. Mengeluarkan kepalanya ke jendela mobil.
“heh! Apa-apaan sih lo!” Tasha juga ikut-ikutan marah pada seseorang di luar sana.
“lo juga pelan-pelan dong!” cowo di luar sana menimpali marahnya Tasha dan Gabriel.
Gabriel keluar mobil.
Tasha hanya mengelus dada. Gue udah pasti kesiangan.
“lo bisa gak sih jalan biasa-biasa aja!” cowo itu kesal.
“gue lagi buru-buru. Lo juga bisa gak sih nyebrang liat-liat?” balas Gabriel.
“emangnya ni jalan punya nenek moyang lo apa?” balas cowo itu.
“bukan punya kakek moyang lo juga kali!” sindir Gabriel.
Sementara Tasha dari jendela mobil sana sudah berteriak. “udah Iel, kita pergi aja”
Gabriel masih menyimpan dendam. Begitupun dengan Tasha. Karena gara-gara cowok itu Tasha jadi telat.
“sori ya Tas” Gabriel meminta maaf.
Tasha hanya mengangguk.
***
Setibanya di sekolah, Tasha lari-lari. Karena jarak dari gerbang sekolah ke kelasnya cukup jauh. Sedang seriusnya ia berlari…
BRUUKK!
“oh my god” kesal Tasha.
“sori sori” ucap seorang cowok.
Tasha tak mendengar ucapan maaf itu. Ia sibuk membereskan kertas-kertas tugasnya yang berserakan. Begitupun cowok itu.
Tasha bangun. Membersihkan roknya.
“ini tugasnya” ucap cowok itu memberikan kertas tugas pada Tasha. Sambil berusaha tersenyum.
“makasih” balas Tasha dengan sedikit senyumnya.
“gue duluan ya” ucap cowok itu sambil pergi meninggalkan Tasha.
Lalu Tasha pun beranjak pergi.
Setibanya Tasha di kelas, guru biologinya belum masuk. Dan ia langsung duduk di bangkunya.
“dari mana aja sih lo Tas? Gue udah khawatir lo kena hukum” kata Lara sahabatnya Tasha.
Tasha mempunyai 3 orang sahabat.
Yang pertama Lara. Dia anak yang pinter, baik, ramah, jago olimpiade juga. Tapi satu kelemahan dia. Udah 16 tahun ini dia jomblo. Selain dia yang emang gak mau punya cowok dulu, kedua orang tuanya melarang Lara untuk pacaran dulu.
Yang kedua Eppy. Cewek tomboy yang jago karate itu suka banget sama warna biru. Dia sering dijulukin Mrs. Blue sama temen-temennya. Dia paling anti kalo ngomongin cowok. Hah? Dia normal gak ya? Cowok-cowok juga pada envy deh ngeliat Eppy.
Dan yang terkahir Yossa. Sering disebut Ocha. Ocha itu nama panggilan sayang ketiga sahabatnya. Ocha itu cewek yang anggun, putih, tinggi, dan seorang dancer. Tapi hobinya itu ngoleksi gaun-gaun keluaran terbaru.
Mereka bertiga tergabung dalam sebuah perkumpulan bernama 4girls. Atau sering mereka bilang FG.
“iiya tadi Gabriel telat jemput gue” keluh Tasha sambal ngos-ngosan.
Bu Lina datang.
“selamat pagi anak-anak” sapa Bu Lina.
“pagi” balas murid- murid serempak.
“maaf ya ibu telat, tadi ada keperluan dulu”
“iiya bu gak papa” Hendra sang ketua kelas mewakili.
“baiklah, sekarang kalian kumpulkan tugas kemarin” suruh Bu Lina.
Saat Tasha melihat tugasnya “OMG”
“kenapa Tas?” tanya Eppy.
“ini bukan tugas gue” seru Tasha panik.
“seriusan?” tanya Ocha.
Tasha hanya mengangguk. Lalu ia datang menghampiri Bu Lina.
“ibu maaf”
“ada apa Tasha?”
“tugas saya ketuker”
“maksud kamu?”
“tadi saya tabrakan sama kakak kelas, nah udah gitu dia bawa tugas saya dan saya bawa tugas dia” jelas Tasha.
“kamu ini ada ada saja” bu Lina geleng-geleng kepala.
“seriusan bu, kalo ibu gak percaya liat ini” sambil memberikan beberapa lembar kertas.
Bu Lina melihat nama pemilik tugas itu.
“Hensel Aditya, anak 12 IPA 1” ucap Bu Lina pelan.
“bener kan bu” Tasha meyakinkan.
“kamu ini kok kaya di sinetron-sinetron aja pake acara tabrakan terus ketuker segala” Bu Lina memberikan tugas tadi.
“heheh.. ya mana saya tau bu” Tasha sedikit lega.
“ya sudah sekarang kamu duduk. Istirahat kasih tugasnya ke ruang ibu” ucap Bu Lina dengan bijaksana.
“makasih bu” Tasha pergi sambil tersenyum.

*bagaimana lanjutannya ? tunggu part 2nya (:

niat jadi penulis

No comments:
awalnya buat ni cerita gara-gara gakada kerjaan . tapii .. setelah di baca2 ulang ceritanya lumayan seru (menurut wi) yaudah akhirnya di lanjutin .
tapi cerita pertama juga belon beres deh ya , udah buat cerita baru . tapi gak apalah , yang penting ceritanya ngehibur :)

nah di blog ini pasti bakalan banyak cerita2 , jadi maaph kalo bosen . tapi tenang aja , disini juga bakalan ada tulisan2 lain kok . (cuma belon kepikiran apaan) . hahaha
okedeehh .. langsung aja yak sama ceritanya .
moga terhiburr (:

Saturday, 31 July 2010

sama XI IPA 2

No comments:
sebenernya sih belon setengah taun kita sama* , tapi rasanya udah lama juga ya kita bareng* ? hhehe
apalagi waktu liat dramanya beberapa temen wi yang lucu* .. ada oci sama salman , erika sama rizal , rahmi sama arya (aneh ko' gaa celebek ya ?) hhehe *peace mi ! juga dramanya rosvi sama rangga ..

video


video


video


video

Thursday, 15 July 2010

saat samasama R_ZHETZ

2 comments:

awalnya emang kita gaa saling kenal . tapi lama kelamaan , kita kenalan dan akhirnya akrab bgt kaya sekarang ini . kita deket mulai dari awal-awal kelas X . sampe2 kita ada niat mu buat band (cieeehhh... gaya bgt) hhaha ..
emang sii band nya belum jadi , tapi kita udah mulai latian ngejadiin band itu . mudah2an jadi beneran . amiiinn ^_^

anggota kita itu terdiri dari Astry arianti ato sering disebut cikiciw . hhaha *peace ciw ! dia anaknya cerewet , bawel , asik , bawa rame , kadang tulalit juga . tapi anaknya tuh ribet . eeughh ,, gadadeh di antara kita yg ngalahin ribetnya dia . wkwkw :D
yg kedua Dwi madyaning rahayu ato suka disebut ayu . sesuai namanya ayu , dia anaknya cantik (maaf gue dibayar suruh ngomong dia cantik) hhaha *peace yu ! dia anaknya sama ribetnya kaya cikiciw , tp gaa seribet cikiciw . dia juga rajiinn (dikit sih) , terus baik , pinter (dikit juga) , terus suka bikin rame n yg suka ngajarin main band tuh dia .
yg ketiga gue sendiri . Dwi sartikasari . sering di panggil duduy . gatau darimana sejarahnya gue di panggil itu . tp gue lebih suka dipanggil dwi ato uwi . gue anaknya ribet juga , terus aga pendiem (sometimes) hhaha .. terus asik , rame , kadang nyebelin sih (jujur aja yaa) , terus kata tmen gue itu kalo ngomong suka buat org sedih , ato miris gt deh . tp kalo gue ketawa , ngabisin org laen n susah bgt buat berhenti . kan kalo ketawa itu harus di nikmati . iya kan ?
okey yg keempat . tmen gue yg paling tomboy . namanya Fitryani gunawan . sering disebut pipit , uprit , kucrit , pokoknya aneh2 deh dia mah . dia anaknya selalu bikin rame , pokoknya buat pipit,,,, gak ada lo garame :D . dia juga anknya lucu (dikit) , seru , asik , saleh (kalo lg tobat) hhaha *peace pit !
terus yg terakhir manik miranti . dia sering di sebut ononng , iting , jonong , ato apalah lainnya . dia yg paling tua diantara r_zhetz . dia anaknya pendiem , kadang ngeselin , maruk , tp dewasa kaya ibuibu . wkwkw *peace nong ! dia juga anaknya tulalit n kadang suka gaa connect ngomong ama dia mah . hhhaaa

tp sekarang gue kangen bgt sama ayu n pipit . masalahnya mereka beda sama gue . ayu masuk ipa 4 , pipit masuk ips n gue cikiciw sama onong masuk ipa 2 . emang kalo istirahat ato ada waktu luang kita suka kumpul brg , tp ttep aja kita beda kelas . rasanya ada yg kuraaaaanngg gt . huffftt .. biar gimanapun , kita harus ttep kumpul brg yaaa !! :)



Thursday, 3 June 2010

lebih baik sahabat [part 8]

No comments:
part sebelumnya

lalu Rio melihat ada rumah cokelat di sebrang tempat ia berada."fy, itu rumah coklat" rio menunjuk sebuah saung berwarna serb cokelat dan bernuansa minimalis-tradisional.
ify langsung melihat. "waw. kesana yuk io"
rio :"ayo ayo"
Gabriel :"gak. ni udah sore tauk."
ify :"iel pliiss...."
gabriel :"gak gak gak"
rio :"yauda kalo mu pulang duluan aja."
alvin :"gak deh. kita nunggu aja" alvin menambar jawaban yang akan iel ucapkan.
rio :"yaudah kalian tunggu sini ya. kalian kan ga suka coklat?" rio menawari.
alvin menangguk tapi gabriel malah ngambek.
rio :"yuk fy"
ify :"ayo"


seperginya Rio dan Ify ke saung cokelat, gabriel terlihat sangat BT.



***

“senyum donk iel” Alvin menghibur.
“gimana gue bisa senyum, hari ultah gue BT banget”
“oh ia ya, sekarang kan lo ultah” Alvin pura-pura menyadari.
“lo baru inget vin?” tanya Gabriel sedih.
“iia maaf ya iel”
Gabriel terlihat semakin BT. “ada apa sih ama hari ini?” ia bertanya dalam hati.
[di saung cokelat]
“mba, pesen cokelat panasnya 2 ya” Ify memesan cokelat kesukaannya. Begitupun rio. Mereka berdua memang chocoholic banget.
“fy, bentar ya. Gue liat-liat cokelat dulu” rio meninggalkan meja. Tapi ify menahannya.
“gue ikut”
“yaudah ayo”
Rio dan Ify pun berjalan-jalan di toko cokelat itu sambil menunggu cokelat panas.
“Io, liat deh” Ify menunjukkan cokelat berbentuk hati berwarna pink kesukaanya.
“iia bagus2 Fy. Buat gue kan?” canda Rio.
“enak aja. Kalo cokelat, maaf gue gak bisa ngasih. Hhehe” Ify balas bercanda.
“kalo yang ini bagus gak?” rio menunjukkan cokelat berwarna biru muda bertuliskan RIO.
“lah, ko bisa ada namanya lo io” Ify heran.
“gue gitu. Hebat kan?”
“ah curang. Masa nama gue gak ada”
“makannya nama lo jangan Ify” ledek Rio sambil mengacak-acak kembali rambut Ify.
“yee.. itu sih takdir io” balas Ify menjulurkan lidahnya.
Mereka terlihat sangat akrab dan dekat.
“yaudah kita balik ke meja ya. Udah kan belanja coklatnya?” Tanya Rio.
“iia udah” jawab Ify. Lalu mereka kembali duduk di meja.
Mereka pun menikmati cokelat panas yang sudsh dipesannya sebelum membeli oleh2 coklat.
15 menit berlalu.
“yuk. Udah beres kan?” rio mengakhiri.
“ayo” jawab Ify.
[mereka pergi keluar saung cokelat]
“lama ya?” tanya Ify setibanya di rumah steak.
“banget” jawab Gabriel singkat.
Rio :”yauda kita pulang yuk”
Gabriel pergi terlebih dahulu meninggalkan ketiga sahabatnya.
Rio :”Iel….. tunggu”
Selama di mobil, Gabriel tidak banyak berbicara. Bahkan tidak berkata sepatahpun. Mungkin ia benar-benar marah dan kesal. Karena dihari ulang tahunnya, ia berharap mendapatkan kebahagiaan. Tapi ia malah mendapat hal yang sangat membuatnya kesal.
Setibanya dirumah,
Gabriel membuka pintu.
“aahhhhhh” Gabriel berteriak kencang.
“surpriiiseeeee” semua orang di dalam rumah heboh.
Tubuhnya Gabriel penuh dengan terigu. Ketika ia membuka pintu,cakka memasang terigu dalam ember kecil dan dipasang di atas pintu utama. Saat Gabriel membuka pintu, embernya terbalik dan langsung menimpuk tubuh Gabriel.
“hepi betsdei sayang” mama orang pertama yang mengucapkan ulang tahun.
‘makasih mama. Tadi mama bilang mu ke bandara”
“gaa jadi iel”
“selamat ulang tahun ya nak” ucap papa.
“makasih papa. Katanya papa baru nyampe bandara”
“namanya juga surprise. Gak asik donk kalo papa bilang jujur” jawab papa.
“ii ,, papa jahat” canda Gabriel.
“iel, hepi betsdei ya” ucap rio sambil memeberikan gelang cowok yang sebenarnya Gabriel pesan. Tapi rio memberikan gelang itu jadi 2.
“lah, ini gelang kapan io?” ledek Gabriel.
“hhehe’ rio nyengir.
Gabriel :“2 abad lamanya gue nunggu gelang pesenan gue ini io”
Rio :”sengaja iel. Gue bingung mu ngasih apa. Yauda gue kasih ni gelang pas ultah lo.” Sambil memeberikan gelang itu. “ni bonusnya” sambil memberikan 1 lagi yang lebih bagus.
Alvin :”hepi betsdei juga ya.” Sambil memberikan gantungan bola basket warna biru kesukaannya.
Gabriel :”Alvin! Itu kan gantungan yang lo bawa tadi.”
Alvin :’iia kan buat lo”
Gabriel :”hhe, thanks ya”
Alvin :”you’re welcome sob”
Ify :”hepi betsdei iel. Sori ya tadi buat lo kesel” sambil memberikan kalung.
Gabriel :”iia welcome cantik. Thanks ya”
Ify :”iia” sambil memeluk Gabriel.
Lalu Gabriel melihat cakka. “lo ada disini?”
Cakka :”gue gak jadi pindah iel”
Gabriel :”hah? Serius?”
Cakka mengangguk. “gue bakalan tetep disini. Nemenin kalian ama shila” sambil mendekap shila.
‘gue lebih seneng lo disini, walopun gue bakal lebih sakit liat lo ama shila’ ucap Gabriel dalam hati.
Alvin, rio dan Ify melihat Gabriel. Memang dia senang dengan surprise dan gak jadinya cakka pindah. Tapi mereka dapat melihat kesedihan dimuka Gabriel. Dan mereka tau itu.
Shila :”hepi betsdei ya iel” memberikan cokelat berwarna biru.
Gabriel sempat bingung. Yang tau Gabriel gak suka cokelat itu hanya ketiga sahabatnya. “thanks ya shil” member senyum.
“welcome” balas shila.
Cakka :”iel sori gue gaa bisa ngasih kado.”
Gabriel :”gak papa cak. Lo udah ngasih kado yang bener2 buat gue seneng.”
Lalu dayat dan sivia datang. “sori telat” kata dayat ngos-ngosan.
Gabriel senyum. “gak papa”
“hepi betsdei ya” lanjut dayat memberikan kotak berbungkus bungkus kado.
“thanks day”
Dayat tersenyum.
“hepi betsdei juga iel” memberikan kotak kecil berwarna biru.
“thanks via”
“welcome”
Semua teman-teman dan orang yang kenal Gabriel tahu benar warna yang iel suka. Makannya, hadiah yang diberikan rata2 berwarna biru.

gabriel sangat senang dengan apa yang diterimanya di hari ini. "hari ni bener2 buat gue spesial banget. thanks ya all" ucapnya dalam hati .


bagaimana kelanjutannya ?
**tunggu part 9**

Saturday, 29 May 2010

cuap-cuap gue

1 comment:
buat blog ?

mmhh ....
gak pernah gue bayangin gue bisa ngurus sebuah blog . gue itu anaknya aga pemales, jadi mana mungkin gue bisa ngurus blog ? apalagi... jujur aja ya .. gue itu gaptek . (bagus lah gue ngaku) . jadi , mana gue ngerti tentang blog . tapi , karena ada isu tentang dirurupnya fesbuk , mau gak mau gue harus juga buat ini blog . KENAPAA ??
karena gue masih punya utang ama yang suka baca cerita gue di fesbuk .
jadi awalnya gue tu buat cerbung di fesbuk . tapi tu cerita gue belum kelar . kalo fesbuk ditutup otomatis mereka gak bisa baca cerita gue lagi kan ??
ya akhirnya , gue buat juga ni blog . walopun masih jelek. di maklum aja ya .
selain gue orang awam, gue juga masih agak gaptek .

jadi buat kalian yang suka baca cerita gue , please keep comment-nya okeh :)

comment my cerbung or my blog .

oiia , buat kalian yang udah ngerti blog , kasih tau gue ya cara ngehiasnya ;)
senkyuu udah nyempetin mampir in my blog :)
^_^

lebih baik sahabat [part 7]

No comments:
[di balkon rumah rio]
Alvin :”jadi gimana iel ? biarin cakka pindah”
Gabriel :”iia udah kalo memang dia harus pindah” sambil pasrah
Alvin :”tapi ko lo jadi pasrah gitu iel ?”
Gabriel :”serba salah deh gue vin”
Alvin nyengir. “yauda kita usahain dulu, kalo emang gak bisa, yaudah kita pasrah aja”
Gabriel mengangguk. Lalu masuk lagi ke kamarnya rio.

[sementara di rumah shila]

Shila masih menangis di pelukannya angel. “gue harus gimana ngel ?”
Angel :”coba aja deh lo ngomong baek2 ama dia”
Shila :”udah ngel. Malah gue udah nangis di depan dia. Tapi dia ttep gak bisa”
Sivia :”ya udah kita bantu ngomong aja ngel”
Angel :”iia boleh tuh”
Shila :”gak usah deh, percuma aja.” (patah semangat)
Via :”jangan gitu donk shil, kita harus usaha dulu. Apa salahnya nyoba ?”
Shila :”buat apa kita nyoba tapi gak berhasil ?”
Via :”kata siapa gak berhasil ? kita belum nyoba kan?”
Shila terdiam sejenak. Ia masih terlalut dalam sedihnya. Mungkin sekarang ia sudah tak menangis, tapi masih sedih.
Angel :”jadi lo mau kan?”
Shila mengangguk lemah. Akhirnya mereka ngobrol mengalihkan pembicaraannya. Setelah itu, shila pergi ke teras luar rumahnya. Diikuti angel dan sivia.
Tiba-tiba ada seorang cowok ganteng sedang berdiri di pintu teras yang berada di lantai 2 rumah shila.
Cakka menghampiri mereka bertiga di kursi santai. “hai” sapanya.
Angel, shila, dan sivia melihat cakka. “hai juga” mereka membalas. Tapi shila sama sekali cuek. Mungkin ia masih kesal pada cakka.
Cakka :”shil, lo masih marah ya”
Shila :”mikir aja sendiri”
Cakka :’shil maaf. Maaf kalo gue bikin lo sedih. Gue bikin lo nangis”
Shila :”gak usah so so minta maaf deh”
Cakka :”shil maaf, bukannya gue mu bikin lo nangis ta………..”
Shila memotong ucapannya cakka. “kalo lo kesini Cuma mu bikin gue nangis lagi, mending lo pergi sana!” seru shila sambil beranjak masuk. Tinggalah cakka di luar sendirian. Sementara shila dengan mukanya yang sudah penuh dengan airmata, berlari ke kamarnya. Angel dan sivia yang melihat itu dari ruang keluarga bingung. Apa yang sebenarnya di bicarakan mereka tadi.
Angel :”lo samperin cakka ya. Gue samperin shila”
Via :”oke”
Lalu via menyusul cakka di teras luar. “hai cak”
Cakka melihat via datang. “hai juga”
Via :”lo beneran jadi pindah cak?”
Cakka :”sebenernya gue kesini mu bilang kalo gue gak jadi pindah. Tapi tadi shila malah motong ucapan gue,”
Via terlihat senang. “seriusan lo gak pindah ?”
Cakka mengangguk.
Via langsung berlari ke kamar shila.
Via :”shila shila . ada kabar baik ni”
Shila :”apaan ? ternyata masih jg ada kabar baik buat gue.”
Angel :”jangan ngomong gitu donk shil”
Via :”iiaa. Shil. Pastinya lo seneng banget denger kabar ini”
Angel :”emang apaan si vi?”
Via :”lo mau denger ga shil?”
Shila :”iia vi” jawabnya lemas.
Via :”maslah cakka.”
Shila malah memotong sivia. ”udah deh vi. Gak usah ngomongin dia lagi. Dia itu udda pergi dan gak akan balik lagi!” shila malah marah2.
Via :”loh ko lo marah marah2 sih? Gue kan belum beres cerita” via menenangkan.
Shila :”udah deh. Kalo lo mau ngomongin dia juga, mending lo pergi” shila mengusir via.
Via :”shil !! gue niat baik ama lo. Ngasih kabar baik bukannya seneng malah ngusir. Oke kalo lu maunya gitu, gue pergi.” Sivia pergi sambil menangis. Karena ia tak menyangka shila bisa menyentaknya seperti itu.
Angel :”shil, lo kenapa sih?”
Shila bingung. Apa yang harus ia lakukan. Dia sendiri bingung apa yang barusan ia lakukan pada sivia.
Angel :”gue kecewa ama lo shil” lalu beranjak meninggalkan shila.
Shila :”maaf ngel, via” kata shila lemah. Tinggalah ia di kamarnya sendiri. Tetapi cakka, melihatnya di luar kamar.
*tuk tuk tuk*
Shila melihat kearah pintu. “siapa?”
“cakka disini”
“ngapain lagi lo? Gak puas lo bikin gue nangis kayak gini? Ngancurin persahabatan gue? Hah?” teriak shila dari dalam kamarnya.
“gue Cuma mu ngasih tau lo, kalo gue gak jadi pindah shil”
Shila kaget. Ia terdiam sesaat. “apa maksud lo?”
“gue gak jadi pindah, karena gue gak mau ninggalin lo ama tim basket gue” cakka menjelaskan dari balik pintu. Pwerlahan shila mendekati pintu dan membukakan pintu yang terbuka sedikit.
Shila :”serius lo cak?”
Cakka :”iia”
Shila tersenyum sangat senang pada cakka. Lalu cakka membalas senyuman manis shila itu. Shila memeluk cakka lalu melepaskannya lagi sebagai tanda terima kasih. “makasih cak”
Cakka :”iia samasama. Jangan nangis lagi ya” sambil menghapus lembut air mata di pipi shila.
Shila mengangguk.
Cakka :”oia. Sekarang kita kerumah Gabriel ya”
Shila :”ngapain?”
Cakka :”kita buat surprise buat dia”
Shila :”oiia ya. Yauda gue mandi dulu, mu luluran dulu. Gak enak gerah, lagian muka gue udah gak da rupanya gini. Banjir air mata nih” sambil manyun.
Cakka :”yaudah cepet gih”
Shila hendak menutup pintu kamar, tapi cakka berkata dulu. “shil”
“apa?”
“lo cantik kalo lagi manyun”
Shila :”aah, jahat lo” sambil beranjak masuk.

[di mall Gabriel, Alvin, Rio, dan Ify]

Rio :”kita mkan dulu ya. Laper ni”
Ify :”iia iia. Udah laper bangt”
Alvin melihat rumah Sushi. “kita makan disana aja”
Gabriel :”di hokben aja deh” sambil menunjuk hokben.
“sushi”
“hokben”
“sushi”
“hokben”
“sushi”
“hokbeeeeeeenn”
“sushiiiiiii”
“wey. Kalian berantem lagi. Cepetan mu dimana? Laper tauk!” rio mengakhiri.
“hokben”
“sushi”
“hokben”
“sushi”
“stop. Kita makan di rumah steak aja ya” ify menengahi.
Gabriel dan alvin manyun.
akhirnya mereka makan di rumah steak. lalu ify melihat rio dan mengacungkan jempolnya. rio tersenyum. mereka berhasil membuat Gabriel cemberut.

[di rumah steak]

"akhirnya habis juga" kata alvin.
"iia" kata Iel.
lalu Rio melihat ada rumah cokelat di sebrang tempat ia berada."fy, itu rumah coklat" rio menunjuk sebuah saung berwarna serb cokelat dan bernuansa minimalis-tradisional.
ify langsung melihat. "waw. kesana yuk io"
rio :"ayo ayo"
Gabriel :"gak. ni udah sore tauk."
ify :"iel pliiss...."
gabriel :"gak gak gak"
rio :"yauda kalo mu pulang duluan aja."
alvin :"gak deh. kita nunggu aja" alvin menambar jawaban yang akan iel ucapkan.
rio :"yaudah kalian tunggu sini ya. kalian kan ga suka coklat?" rio menawari.
alvin menangguk tapi gabriel malah ngambek.
rio :"yuk fy"
ify :"ayo"


seperginya Rio dan Ify ke saung cokelat, gabriel terlihat sangat BT.

*bagaimana kelanjutannya??*

>tunggu part 8<

please comment n like this .
senkyuu ^_^

lebih baik sahabat [part 6]

No comments:
part sebelumnya


cakka bingung dengan niatnya untuk pindah.
"terus gimana ama tim basket kita?"
"itu yang gue bingung" cakka terlihat patah semangat.
"plis ka, pikirin ini baik2" rio menepuk2 bahu cakka lalu berlalu dari tempat itu menuju tempat parkir sepeda. diikuti alvin dan iel.
tinggalah cakka sendiri di tempat itu. ia bingung.


***

Cakka terdiam sendiri di depan kelas VII-A. lalu ia beranjak dari tempat itu. Ia berniat mengunjungi Shila untuk menjelaskan hal itu sejelas2nya.

[sementara di rumah Rio]

“emang cakka mu pindah kemana sih?” tanya Alvin penasaran.
Gabriel dan Rio menggeleng.
Lalu handphone Rio berbunyi. Rio mengangkatnya “halo” sapa Rio.
Dayat : “hallo io”
Rio : ‘eh dayat, ada apa?”
Dayat : “katanya Cakka mu pindah ya?’
Rio : “iia” (terdengar sedih).
Dayat : “kamu udah tau dia mu pindah kemana?”
Rio : terdiam sejenak. “gak”. “emang mu pindah kemana?” tanya Rio .
Dayat terlihat diam sejenak. Takut bila Rio akan kecewa mendengarnya.
“kamu tau Cakka mu pindah kemana kan?” Rio meyakinkan Dayat.
“ia” kata Dayat di sebrang sana.
“kemana?” tanya rio lagi.
Dayat : “Batam”
Rio kaget. Lalu bengong mendengar kepindahan Cakka ke Batam. “jauh banget Day” Rio masih tak percaya.
Sementara Gabriel dan Alvin yang hanya melihat Rio sedang menelepon Dayat ikut-ikutan bengong.
Alvin :”ada apa iel?”
Gabriel menggeleng.
Akhirnya Rio memutuskan teleponnya.
Alvin : “ada apa io?”
Rio :”cakka”
Gabriel :”ada apa sama Cakka io?”
Rio :”dia mu pindah”
Alvin :”ia kita tau Cakka mu pindah. Tapi kemana?”
Rio diam sejenak. Karena ia tau, Alvin dan Gabriel pasti sedih mendengar kabar buruk yang sangat mendadak itu.
Gabriel :”jawab io” Gabriel sedikit memaksa Rio.
Rio :”Cakka mu pindah ke Batam”
Alvin dan Gabriel kaget. Mereka pikir, Cakka hanya pindah ke tempat-tempat yang dekat dengan daerah itu. Tapi ternyata, Cakka pindah ke tempat yang sangat jauh.
“sejauh itukan Cakka pindah?” kata Gabriel pelan.

alvin :"mungkin" terlihat sangat kecewa.
gabriel :"gue kecewa banget ama dia"
rio :"sama iel. dengan gampangnya dia lepas tanggung jawab jadi bagian tim kita ini" rio menambahkan.
mereka sedang saling terdiam. tiba-tiba bi asih mengetuk pintu.
[tuk tuk tuk]
"masuk" kata rio.
bi asih membuka pintu . "ada cakka diluar"
rio :"suruh masuk aja bi"
bi asih :"ia den" lalu bi asih pergi dari kamar rio.
gabriel :"masih berani juga tu anak kesini"
alvin :"sabar iel"
rio :"iia iel. lo sabarr dulu. siapa tau dia kesini mu berubah pikiran"
[cakka datang]
cakka :"hai" sapanya.
rio :"hai. msuk cak"
sementara gabriel hanya memamerkan muka kecawanya.
cakka duduk di bawah . menghampiri gabriel, alvin, dan rio.
cakka :"kalian masih marah?"
gabriel :"tanya aj ama diri lo sendiri"
cakka :"maaf iel. gue ga maksud buat bikin tim kita kalah di pertandingan nanti. apalagi bikin kalian hancur. ta...." ucapannya terpotong gabriel yang sangat emosi.
gabriel :"justru dengan perginya lo , tim kita bakalan hancur !!" gabriel terdiam sejenak. "lo gak pernah mikir sih, gimana nasibnya tim kita nanti saat salah satu dari kita gak ada!" gabriel semakin mengeluarkan emosinya.
alvin :"tenang iel" sambil mengusap2 punggung gabriel.
gabriel :"lo bener2 bikin hari ulang taun gue HANCUR!" gabriel pergi keluar kamar rio. lalu alvin mengejar iel. tinggalah cakka dan rio di kamar rio.
rio :"benr2 ga bisa cak?" tanya rio sedih.
cakka :"gue sebenernya mutusin buat gak jadi ikut io. tapi gabriel malah mutusin ucapan gue tadi" jelas cakka.
rio :"jadi lo ga jadi pindah ?"
cakka mengangguk.
"bagus" rio senang.
"napa?"
"gue ada ide"
"apa?" tanya cakka lagi.
lalu rio membisiki cakka. cakka lalu stuju dan akhirnya berencana untuk memberikan surprise pada gabriel. karen hari ini, hari ulang tahunnya.

[di balkon rumah]

alvin :"udah donk iel, ga usah terlalu dipikirin. kita bisa cari pemain baru kan?" berusaha menghibur iel. walaupun sebenarnya, alvin juga gak rela caka pindah.
gabriel :"masalah pemain gampang vin, tapi persahabatan kita itu udah ga bisa ada yang ganti"
alvin :"gue tau iel. tapi ga seharusnya lo bentak2 cakka. dia juga punya hak kan?"
gabriel terdiam. 'mungkin bener apa yang alvin bilang. dia punya hak buat nentuin jalan hidupnya' kata iel dalam hati.

[di kamar shila]

shila terus menangis. tiba2 angel datang.
angel :"shila syg, knappa nangis?"
shila :"ga papa ko ngel" sambil menghapus air matanya.
angel :"jangan boong deh"
shila :"ia bener"
**lalu datang via bawa minuman**
angel :"shila napa via?"
via :"masalah cakka"
angel :"berantem?"
via menggeleng.
angel :"terus?"
shila :"dia mu pindah ngel" sambil memeluk angel dan menangis lagi.
angel kaget . "kemana?"
shila terdiam sesaat . lalu berkata "batam"
angel lalu memeluk shila lagi karena tadi shila melepaskannya. "sabar ya sayang..."
shila hanya terisak di pelukan angel. sementara via mengelus2 punggungya shila.


^^apa maksud cakka dengan semua ini?
^^akankah ia tetap disini dan buat shila, rio, alvin,dan rio senang ?
^^dan apa rencana rio dan cakka untukk gabriel?

**tunggu part 7

lebih baik sahabat [part 5]

No comments:
part sebelumnya

"eh ia iel, tadi kamu bilang mu brngkat brg ify. mu kmana dia?" tanya alvin.
"oh itu. dia mu sekolah disini ama kita" jawab iel.
"sekolah bareng?" tanya alvin dan rio barengan.
"iia. kalian kenapa ? biasa aj deh" kata iel.
"hhee . gak papa ko" kata alvin sambil senyum2 . jelas2 alvin seneng karena ia memang suka ify.tapi rio keliatannya biasa aja.

***

Dayat dan Sivia datang menghampiri Gabriel, Alvin dan rio.
“hai Dayat” sapa Gabriel.
“hai juga iel” sapa Dayat balik.
“ada apa day?” tanya Rio.
“ini, aku cuma mu kasih tau aja kalo bakalan ada pertandingan basket 3 minggu lagi.”
Sivia yang dari tadi hanya melihat obrolan Dayat, Gabriel, dan Rio hanya diam saja. Mungkin Karena Sivia tidak terlalu dekat dengan Gabriel dan Rio. Mereka berbeda kelas. Sivia dan Dayat kelas VII-C, sedangkan Rio, Gabriel dan Alvin kelas VII-A.
“serius day?” tanya Alvin yang sangat antusias mendengar kata ‘pertandingan basket’.
Dayat mengangguk yakin.
“di mana Day?” tanya gabriel.
“di sekolah tetangga” jawab Dayat lagi.
“kamu mu ikutan kan?” rio mengajak Dayat secara tidak langsung.
“gak tau deh io,” dayat murung dan mukanya keliatah sedih.
“loh, ko gitu day?” tanya Alvin yang mukanya juga keliatan sedih.
“adek aku lagi sakit, sedangkan ibu dan ayah belum pulang” jelas Dayat pada rio dengan muka yang sedih.
“tapi kan kita udah jadi kesatuan tim Day” kata Alvin.
“kapan mereka pulang Day?” tanya Rio.
“mungkin sebulan lagi” jawab Dayat.
Mereka semua terlihat sangat berfikir serius. Termasuk Sivia. ‘bagaimanapun, Dayat harus ikut bertanding’ kata Rio dalam hati.
“mmh…. Day” sivia sedikit membuka mulutnya untuk berbicara.
“apa?” tanya Dayat.
“adek kamu aku yang jagain aja gimana?” sivia menawarkan bantuan pada Dayat. Karena Sivia tau, kalau Dayat, Rio, Gabriel, Alvin, dan Cakka sudah menjadi satu kesatuan tim yang kuat. ‘apa jadinya kalu salah satu dari mereka hilang, mereka gak akan kuat’ kata Sivia dalam hatinya.
Dayat terlihat sangat berfikir keras.
“boleh juga tuh Day” tambah Rio menambahkan.
“iia . idenya bagus tu vi” Gabriel menyetujui idenya Sivia.
“kamu serius vi” tanya Dayat pada Sivia ragu-ragu.
“ya iya lah Dayat. Aku serius mu bantu” Sivia meyakinkan.
“mmh… ya uda kalo gitu. Aku setuju” Dayat menyetujui tawaran Sivia.
“yee”. Rio Alvin dan Gabriel terlihat sangat senang.
“yauda kalo gitu besok pulang sekola kita latihan” ajak Gabriel selaku kapten tim basket.
“oke” semua menyetujui.

[bel pulang berbunyi]

Cakka berlari menuju kelas VII-A. disana masih ada Rio, Gabriel dan Alvin yang masih mengobrol dengan Shila. Pasalnya, Rio dan iel adalah panitia lomba madding. Tapi Alvin, hanya menunggu Rio dan iel.
“misi” cakka di luar sana (di pintu kelas).
Semua mata di dalam kelas tertuju pada pintu kelas.
“hei ka. Masuk” ajak Shila.
Cakka masuk ke kelas dan duduk di antara mereka berempat.
“ada apa? Ko kayaknya capek amet” tanya Alvin bingung.
“ada perlu ama Shila” kata cakka sambil masih terlihat ngos2an.
Rio, Alvin dan Gabriel yang mengerti langsung keluar kelas. Cakka dan Shila memang sudah pacaran sejak 1 bulan lalu.
“ada apa sih ka, ko kayaknya penting banget ya” shila membuka pembicaraan.
“gue….” Cakka terlihat bingung.
“kenapa? Bilang aja”
“gue….”
“kenapa cakka? Bilang cepet” bujuk Shila.
“gue mu pindah shil” akhirnya cakka berkata juga.
“kemana?” tanya Shila masih santai.
“gue harus pindah ke Batam” cakka berkata ragu.
“serius cakka?” Shila kaget. Bahkan sangat kaget. Lalu, Shila duduk dengan lemas. Mendengar apa yang dikatakan Cakka tadi. Ia merasa tak percaya dengan berita kesedihan yang sangat mendadak itu.
“maaf shil” Cakka menghampiri Shila. Shila terlihat sangat sedih. Ia mulai mengeluarkan air mata.
“shil, gue pindah karena tugas papa pindah kesana” cakka berusaha menjelaskan.
“tapi kan biasanya juga lo gak pernah ikut papa” shila berkata sambil terisak.
“iia shil. Gue tau, tapi ini demi kebaikan gue dan hubungan kita juga” kata Cakka mencoba menenangkan.
“apa baiknya buat hubungan kita?” shila menekankan perkataanya.
Cakka diam. Ia tak tau apa yang harus dikatakannya. Sebenarnya ia ingin melihat Shila lebih dewasa. Itu saja. Karena Shila itu anak manja. Maka dengan perginya ia ke Batam, ia ingin melihat perubahan Shila.
[sementara di luar kelas, Alvin melihat Shila yang sedang menangis terisak]
“ngapain lo vin?” tanya rio berbisik.
“sssttttt” Alvin meletakkan telunjuknya di mulutnya. “Shila nangis” tambah Alvin.
“nangis?” tanya rio dan Gabriel berbarengan.
Alvin mengangguk.
"kenapa?" tanya rio lagi.
"auk. ga kedengeran" jawab alvin lagi.

[di kelas, cakka-shila].
"emang gak bisa ya, kamu tinggal disini?" tanya shila berusaha menahan kepergian cakka.
cakka mengangguk. "kayaknya gak bisa shil"
shila terdiam . lalu dia pergi keluar kelas. alvin yang akan mengintip lansung tertabrak shila.
"auu" rintih alvin.
cakka mengejar shila keluar kelas. tapi saat di pintu, cakka tertahan oleh alvin.
"adda apa cak?" tanya alvin. rio dan gabriel yang sedang duduk di kursi depan kelas langsung menghampiri cakka.
"gak da apap ko." jawab cakka seakan menyembunyikan sesuatu.
"lo mu boongin kita cak?" tanya iel mengancam secara gak langung.
"beneran" cakka meyakinkan. tapi mukanya tak bisa menembunyikan sesuatu.
"shila gak mungkin nangis kalo bukan lo yang bikin dia nangis" alvin mulai terpancing.
"beneran" cakka mulai membentak. cakka menyembunyikan kepindahannya karena ia tak ingin melihat sahabat tim basketnya kecewa. karena ia juga tau, kalau ia sudah menjadisalah satu bagian kekuatan tim basketnya.
"ka, mending lo jujur ama kita. kita gak bakalan marah ko" rio menengahi.
"bener io, gak ada apa2" cakka masih ragu.
"ka..." rio terdiam. "plis cerita" lanjutnya.
cakka terlihat sangat bingung. beberapa saat suasana itu hening. tapi akhirnya, cakka bercerita.
"gua mu pindah" kata cakka merasa bersalah.
"hah?" serontak alvin, gabriel, dan rio kaget.
"seriusan? lo lagi gak becanda kan ka" kata rio masih tak percaya.
cakka hanya mengangguk sambil menunduk.
"tapi cak, ini konyol" tambah iel masih tak percaya pula.
"gue tau, tapi gue juga harus ikut bokap gue pindah. (sebenarnya ini hanya alasan boongan. alasan aslinya : cakka hanya ingin melihat shila dewasa. hanya itu. cakka trlalu syg shila).
"kappan?" tanya alvin.
"mungkin 3 ato 4 hari lagi" kata cakka.
"ceppet amet ka. ko ngedadak gitu?" tanya rio makin kaget.
cakka hanya mengangkat bahu.
"terus gimana ama tim basket kita?"
"itu yang gue bingung" cakka terlihat patah semangat.
"plis ka, pikirin ini baik2" rio menepuk2 bahu cakka lalu berlalu dari tempat itu menuju tempat parkir sepeda. diikuti alvin dan iel.
tinggalah cakka sendiri di tempat itu. ia bingung.


^^apa yang akan cakka lakukan?
^^bagaimana dengan nasib tim basket mereka dan nasibnya shila?
^^masih ada kejutan untuk iel. apakah itu?


**tunggu part6**

lebih baik sahabat [part 4]

No comments:
part sbelumnya

"io, lo gak cape degan berantemnya iel ama alvin gitu?" tanya ify setibanya mereka di luar rumah.
"bukan cape lagi fy, banget malah"
"terus bakalan damai lagi"
"pasti. tapi gak lama juga berantem lagi" jawab rio.
"kayaknya seru ya persahabatan kalian" balas ify tersenyum.
"semua persahabatan juga pasti seru lah fy.." jawab rio sambil menenpuk2 bahu ify. ify yang menyadari itu langsung tersenyum. entah apa perasaanya terhadap rio. yang jelas saat itu, ia senang.


***

"alvin sama iel mana ya ma" gerutu rio kesal. (menunggu di teras depan)
"sabar sayang..." jawab mama lembut.
"tapi ini tuh telat mah" rio makin kesal.
"bentar lagi io" jawab mama masi santai.
"yauda aku tunggu di bwah ya ma" rio pamit pada mamanya dan beranjak turun dari teras menuju gerbang.
"hati2 sayang"
"sip ma"

setibanya rio di gerbang rumah.
"mana sih tu anak." rio menggerutu lagi.
5 menit kemudian, alvin datang dengan sepeda hitamnya.
"dari mana aj lo?" tanya rio kesal.
"maaf io. tadi gue nunggu papa dulu." jawab alvin.
"apaa......" rio memutuskan ucapannya. tadinya, rio ingin bertanya lagi, tapi ia lebih baik diam daripada memanjangkan maslah.
"kenapa io?" tanya alvin.
"gak papa" jawab rio singkat.
akhirnya alvin pun diam.
tak berapa lama, iel datang dg tergesa2.
"maaf io . aku...." ucapan iel terputus karena rio beranjak pergi. "ayo cepet" ajaknya .
"napa vin?" tanya iel pada alvin.
alvin hanya mengangkat bahunya. "yauda ayo berangkat" ajk alvin.
"mamaa berangkat ya" teriak iel dari bawh.
"ia . hati2" kata mama manda sambil melambaikn tanganny.


[di sekolah jam istirahat]


rio duduk sendiri di bangku taman. sedang asik2ny melamun, datang alvin dan iel.
"io, maaf ya" iel duduk di samping rio.
"auk ah" jawab rio cuek.
"io maaff. tadinya aku mu berangkat bareng ify, tapi gak jadi" iel ngasih pnjelasan.
"apapun alasannya" rio masih cuek.
"maaf skali lagi io" pinta iel sungguh2.
alvin hndak mencoba membantu iel, tapi iel beri isyarat 'jangan' . akhirnya alvin diam.
"maaf ya io" iel terus berusaha.
"gak"
"iia"
"gak"
"iia"
"gaakkkk"
"iiaaaa"
rio diam.
"terus sekarang mau kamu apa?" tanya iel mulai naik darah.
"mu aku?" tanya rio balik.
"yap" angguk iel.
"aku cuma mau....." rio sengaja menggantungkan kalimatnya.
"apa? iel berusaha memukul rio karena kesal.
tapi alvin lebih dulu mencegahnya. "tenang iel" kata alvin. (biarpun mreka bdua suka bertengkar, tapi mereka juga bisa damai).
"apa io?" teriak iel lagi.
"aku cuma mauuuu ................." rio sennang menjaili iel.
"iel lepas kendali. akhirnya ia lepas gnggaman dari alvin.
tapi rio lebih cepat mrngucapkan maksudnya. "hepi betsdei iel" teriak rio.
iel yang tak sanggup menahan larinya, akhirnya ia menabrak rio dan mereka berdua terjatuh.
"auu" rintih io dan iel.
"kamu tuh iel. sakit tau" gerutu rio pada iel.
"maaf" jawab iel sambil nyengir.
mereka berdua saling berpandangan. tak jauh dari tmpat mreka jatuh, terdengar alvin sedang tertawa2.
"alvin" iel marah pada alvin.
"sini bantuin" pinta rio.
akhirnya alvin membantu rio dan iel sambil tertawa2.
"rio makasih" ucapiel malu. karea sudah membuat rio terjatuh.
"iia samasama" mereka bdua bpelukan.
"aku ikutan dund" kata alvin ikut2n peluk2n .
"alvin sesekk nii" komentar rio sambil brusaha keluar.
"hhee . maaf" alvin melepaskan pelukannya.
""io, ko bisa sih kamu bkkin kejutan gini?" tanya iel heran.
"iia. biasanya kamu kan anti ama KEJUTAN" tambah alvin sambil menekankan kata kejutan.
"emang gaa boleh?" tanya rio.
"boleh dund . cuma aku heran aja" kata iel.
"hhee, tnyata kejutan itu serru ya" kata rio.
"jelas dund" balas alvin.
mereka diam beberapa saat.
"eh ia iel, tadi kamu bilang mu brngkat brg ify. mu kmana dia?" tanya alvin.
"oh itu. dia mu sekolah disini ama kita" jawab iel.
"sekolah bareng?" tanya alvin dan rio barengan.
"iia. kalian kenapa ? biasa aj deh" kata iel.
"hhee . gak papa ko" kata alvin sambil senyum2 . jelas2 alvin seneng karena ia memang suka ify.tapi rio keliatannya biasa aja.


^kenapa sama rio ??
^kejutan apa lagi yang akan diberikan alvin dan rio pada saat ultahnya iel ??

** tunggu part 5 **

lebih baik sahabat [part 3]

No comments:
lanjutan part 2

^ alvin sepertinya gak suka liat rio dan ify begitu ramah. padahal , mereka baru saja berkenalan. ^


"ify, gimana kabar lo?" tanya gabriel.
"baik-baik iel. lo sendiri gimana?" jawab ify sambil balik bertanya.
"iia gue juga baik-baik ko"jawab iel tanpa melihat muka ify. karena ia masih asik menghabiskan makannya.
"lo sekelas ama rio n alvin?" ify bertanya lagi .
"yoyoii" jawab iel santai.
alvin terlihat senang ketika ify menanyakan dirinya. berbeda dengan rio yang begitu santai.
ify hanya mengangguk angguk tanda mengerti. lalu ia beranjak ke ruang tv untuk beristirahat.
setelah ify duduk di ruang tv, alvin tersenyum senyum.
"napa kamu vin?" tanya rio heran.
"gak . gak papa ko" jawab alvin sambil masih tersenyum senyum.
"gak usah boong deh vin . aku tau ko kamu senyum2 sndiri kayak orang gila itu kenapa" balas rio yang sudah curiga dengan sikap alvin.
"jangan so tau deh kamu io." balas alvin cuek.
"emang nyatanya gitu kan vin?" rio mulai mengejek alvin.
"apa sih kamu?" alvin mulai memerah mukanya.
"tuh kan muka kamu merah vin" rio makin asik mengejek alvin. sambil menunjuk nunjuk muka alvin.
muka alvin semakin memerah dan alvin pun berlari menuju ruang tv mengambil 1 bantal sofa langsung melemparnya pada rio. alhasil rio yang sedang asik - asik tertawa kepalanya tertimpuk bantal besar dari alvin.
"sakit alvin" teriak rio memegang kepalanya.
"makannya jangan ledekin aku gitu deh" jelas alvin.
"emang aku bilang apa? kamu gak tau kan? jangankan kamu. aku sendiri aja gak tau apa yang bakalan aku bilang" rio menjelaskan sambil tertawa - tawa.
"aaahhh riioo" alvin memukul kepala rio.
"hahahhaaa" gabriel yang sedari tadi asyik makan, hanya tertawa melihat kebodohan temannya itu, alvin.
"apa si kamu iel? lagi makan ya makan aja" alvin sewot.
"ya gak papa. aku pengen ketawa liat oon'y kamu vin" jawab gabriel sambil terus tertawa.
"auk ah!" alvin ngambek dan beranjak ke taman belakang.
sementara ify yang sedari tadi asik menonton tv, tiba - tiba melihat alvin yang pergi ke taman belakang. "kenapa sama dia iel?" tanya ify pada gabriel.
"biasaaa ngambek" jawab iel sambil melirik rio.
gabriel lalu menghampiri ify.
"lo ada maslah apa lagi sama bude?" iel duduk di sofa amping ify.
"plis deh iel, gak usah bahas masalah itu"jawab ify ketus.
"yaa gue kan cuma nanya aja" jawab iel "eh io, sini" iel mengajak rio untuk duduk bergabung di sofa.
rio menghampiri gabriel dan ify.
mereka bertiga saling terdiam untuk beberapa saat. akhirnya ify memberanikan diri untuk berbicara.
"mm.. udah lama io temenana ama iel?" tanya ify pada rio.
"iiah. dari tk" jawab rio.
"waw .. lumayan yah" jawab ify lagi.
rio hanya mengangguk angguk. "kamu lama kan tinggal disini?" giliran rio yang bertanya.
"kayaknya sih gitu. napa? kangen ya?" tanya ify sambil bercanda.
"hah?" rio tersentak. ia kaget karena ia pikir, ify itu anak yang pendiam tapi ternyata, anaknya bisa bercanda juga. "gak. itu, dirumah gak ada yang bersih - bersih" jawab rio balik bercanda.
"ah . bisa aj lo io" kata ify sambil tertawa kecil.
"hhaa" rio tertawa. lalu ia melihat alvin yang sedang duduk sendiri di gazibu.
"viiiiinnn . siniii" teriak rio mengajak alvin.
"ogaahh" balas alvin.
"udah cepett sini viinn" bantu iel.
"gue gak mau kesana sebelum kalian minta maaf" jawab alvin lagi.
"kenapa gitu?" jawab iel masi teriak2. maklum saja, jarak dari ruamg keluarga ke taman belakang sekitar 50 m.
alvin lalu datang menghampiri rio, gabriel, dan ify.
"tuh kan . akhirnya lo yang kesini" ucap iel senang.
"lo harus minta maaf ama gue iel" kata alvin kesal. dengan muka bt-nya.
"ko gitu? gue gak salah juga" jawab iel merasa benar.
"salah"
"gak"
"salah"
"gak"
"salaaaaahhhhh"
"gaaaakk"
ketika alvin dan iel masih asik teriak2an, rio mengajak ify untuk keluar rumah.
"keluar aj yuk fy" ajak rio. ify menurut. karena ia juga merasa tak nyaman dengan keadaan itu.

[diluar rumah]

"io, lo gak cape degan berantemnya iel ama alvin gitu?" tanya ify setibanya mereka di luar rumah.
"bukan cape lagi fy, banget malah"
"terus bakalan damai lagi"
"pasti. tapi gak lama juga berantem lagi" jawab rio.
"kayaknya seru ya persahabatan kalian" balas ify tersenyum.
"semua persahabatan juga pasti seru lah fy.." jawab rio sambil menenpuk2 bahu ify. ify yang menyadari itu langsung tersenyum. entah apa perasaanya terhadap rio. yang jelas saat itu, ia senang.


*apa sebenarnya yang ify rasakan?*
*dan bagaimana kelanjutannya alvin dan gabriel?*

:: **tunggu part 4 yiia** ::

lebih baik sahabat [part 2]

No comments:
Setibanya di rumah gabriel, alvin dan rio langsung menuju ruang tengah. Dan tanpa disuruh lagi, rio dan alvin langsung duduk di sofa berwarna cream. Karena mereka bertiga sudah saling dekat, rumah gabriel pun sudah di anggap rumah sndiri sama rio dan alvin. Begitupun dengan rumah rio dan alvin.
Gabriel datang dari ruang makan sambil bawa beberapa camilan. [kebiasaan gabriel kalo plg sekolah langsung menuju ruang makan ke arah meja makan dan ngambil beberapa camilan. Lalu ia beranjak menuju ruang keluarga untuk nonton tv] .
"main ps yuk!" ajak gabriel pada kedua sahabatnya yang masih asik menikmati soft drink.
Gabriel pun menyiapkan alat ps nya. Setelah disiapkan, mereka bertiga bermain bergiliran. Tapi tiba2 ,,,,
"kamu kalah iel. Sini gantian aku yang main" seru alvin sambil menarik stick yang masih dipegang gabriel.
"lho, ko' gitu? Aku kan baru sekali kalah. Perjanjian kita kan 2x" balas iel gak mau kalah dan mengambil kembali stick-nya.
"gak. Gue yang maen" seru alvin mengambil kembali stick [bhasa gaolnya udh keluar].
"gue , alvin" iel tak mau kalah.
"gue!"
"gue!"
"gue!"
"gue!"
"udaaahh" rio menengahi keduanya. Karena sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, akhirnya rio lah yang selalu menengahi.
"kamu pake punya aku aja kalo mu maen" rio memberikan stick ps ny kepada alvin. Lalu, rio pun naik di sofa dan memakan beberapa camilan yang di bawa iel tadi.
"maen yang atas aja ya" usul gabriel.
"gak ah. Yang bawah lebih seru." jawab alvin.
"atas"
"bawah"
"atas"
"bawah"
tiba tiba 2 buah bantal sofa mendarat di tepat muka alvin dan gabriel.
BLUKK.
"duuh. Sakit io" rintih alvin.
"iiah io. Knapa si kamu. Sakit tauk!" tambah iel.
"bosen tauk denger kalian berdua berantem mulu" rio mulai berbicara.
Gabriel mengerti maksud rio. Trnyata, rio juga ingin ikut bercanda. Karena sedari tadi, ia hanya melihat alvin dan gabriel bertengkar brdua.
Gabriel melemparkan bantal yang di lempar rio tadi kembali ke rio. Hanya saja, rio bisa menghindar. Begitupun dengan alvin. Rio berhasil menghindar lemparan dari alvin.
Akhirnya mereka bertiga bermain perang bantal sampai berlari ke taman belakang.
Mama asil, mamanya gabriel hanya menggeleng2 kepala melihat kelakuan gabriel dan kedua sahabatnya itu. "anak kelas 2 smp kayak anak sd" kata mama asil sambil melihat iel dari kejauhan. Iel , alvin, dan rio melihat ke arah mama asil, mama asil pun tersenyum.
"iel , alvin , rio, ayo pada makan dulu. mama udah masakin udang manis pedas kesukaan kalian" panggil mama asil pada gabriel, rio dan alvin . ternyata, mereka bertiga punya makanan kesukaan yang sama .
"bentar maa. aku mu bl dndam ama rio nii" teriak gabriel .
"iiah maa. sakit banget muka aku kena timpuk dari rio" alvin ikut berkata.
"mamaa , bantu aku dund maa.." rio berteriak minta tolong pada mama asil.
"curang kamu io.." gabriel masih mengejar rio . begitupun alvin.
tiba tiba ....
BYUURRRR ....
"hhaahaaa" rio tertawa melihat gabriel an alvin yang tercebur kedalam kolam renang .
"ah kamu vinn" gabriel menyalahkan alvin.
"ko aku sih ? tau apa aku? kamu aja yang ga liat2.. udah tau licin, masih aja lari2 ke lantai." alvin kembali menyalahkan gabriel. mereka pun bertengkar di kolam renang. sementara rio, hanya tertawa - tawa puas di gazibu tempat nongkrong mereka bertiga.
"aku makan duluan yaa... aku habisin aja deh udangnya" rio beranjak masukk dalam rumah. sambil tertawa puas.
"heh ioo . awas lo berani ngabisin tuh udang!" ancam gabriel sambil beranjak naik dari kolam renang. tapi, ia keburu ditarik sama alvin yang juga ingin cepat - cepat naik dari kolam renang. alhasil, gabriel terjatuh kembali dari tangga.
"alviiiiiinnnnn!" teriak gabriel kesal.
"akuu dulu yang naik." alvin menaiki tangga.
"aku" gabriel tak mau kalah.
"aku"
"aku"
"aku"
"akuuuuu"
selama beberapa menit mereka berebut untuk naik dari kolam renang. sementara rio malah asik menikmati udang manis pedas yang di gado. sambil ngobrol - ngobrol sama mama asil. mereka berdua malah menikmati tontonan yang sudah biasa di lihat rio dan mama asil.
akhirnya, gabriel mengalah.
setibanya di atas, mama asil memberikan iel dan alvin handuk untuk mengeringi badan mereka.
"kalian ini kayak anak kecil aja. udah kelas 2 smp juga" nasihat mama asil. "mandi dulu sana. bentar lagi ify mau dateng. dia udah di bandara" kata mama menambahkan.
"ify tu siapa ma?" tanya alvin sambil mengeringi tubuhnya.
"diaitu sodaranya iel yang mau tinggal disini" jawab mama asil
"so' banget gak tau kamu vin" ejek gabriel.
"oh , sodara yang tadi kamu ceritain itu ya iel?" tanya alvin lagi.
"iia."jwab gabriel sambil meninggalkan ruang makan. dan berggas ke kamar mandi.
"aku dulu yang mandi ya ieeell" sambil berlari menyusul gabriel karena ia ingin mandi lebih dulu dari gabriel.
"heh. dasar kamu vin" gabriel suntuk.

*setelah gabriel dan alvin selesai mandi*
"udah beres?" tanya rio.
"puas kamu io." gabriel mencela rio.
"lha, siapa yang salah? udah tau tu lantai licin. msih aja diinjek" jawab rio.
"tauk ah." gabriel duduk di meja makan dan mulai makan masakan mamanya yang udah dimasak setengah jam lalu. diikuti alvin.
ketika sedang asik - asiknya menikmati masakan kesukaannya, terdengar bunyi bel.

*ting tong .....*
mama asil membuka pintu . dan ternyata itu ify.
"halo tante" sapa ify ramah pada mama asil.
"hai juga sayang.." balas mama asil tak kalah ramah. "ayo masuk" ajak mama asil sambil membawa kopernya ify.
setibanya di ruang keluarga, (ruang keluarga dan ruang makan menyatu. tetapi di sekat sama meja tempat bersantai). ify melihat gabriel yang sdang makan dengan lahap.ia juga melhat rio dan alvin. hanya saja ia tak mengenal rio dan alvin.
"gabriel, ify udah dateng nii" mama mengusik keasikan gabriel yang asik makan. lalu iel menengok ke arah ify.
"haii" sapa gabriel ramah.
"hai juga iel." balas ify sambil tersenyum dan menghampiri meja makan.
"vin, ni yang namanya ify..." gabriel memperkenalkan ify pada alvin.
"ify" ify memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya pada alvin ramah.
alvin degdegan gak keruan. ia membalas menyalami ify. "alvin" jawabnya hampir kaku.
"yang itu rio" iel memperkenalkan rio pada ify.
rio melirik gabriel. dan menghampiri meja makan. "rio" ia memperkenalkan dirinya pada ify dan tersenyum.
"ify" membalas senyuman rio.
alvin kelihatannya tak suka melihat ify yang begitu melihat rio langsung tersenyum sangat manis.

lebih baik sahabat part 1

No comments:
buat semua yang suka baca cerbung gue di FB, sekarang gue post juga di blog gue .
yaudah kita mulai aja ya


siang itu di sekolah, rio, alvin, dan gabriel sedang berjalan menyusuri koridor . bel pulang sudah berbunyi sejak 2 menit lalu. tapi mereka masih saja berbolak - balik di koridor itu.
"iel, napa sih dari tadi kita bolak - balik mulu?" tanya rio yang sudah mulai capek mengikuti langkah gabriel yang terus bolak - balik gak karuan .
"aku bingung rio" jawab gabriel yang masih berbolak balik. namun, alvin lebih dulu berhenti. karena ia terlihat sangat lelah.
ia sudah melewati pertandingan basket tadi siang. karena hasilnya kalah, ia lebih memilih diam walaupun tadi ia mengikuti langkah gabriel.
"emang bingung napa sih?" tanya rio lagi penasaran.
"sodara aku bakalan tiggal dirumah untuk beberapa waktu."
alvin yang dari tadi duduk terdiam , tiba - tiba bangun dari duduknya. dan menghampiri gabriel yang masih asik berbolak balik kayak setrikaan.
"cowok apa cewek iel?" tanya alvin bersemangat.
"iaahh. kamu vin." rio meledek alvin.
"cewek . emang napa?" agbrielbertanya balik pada alvin.
"cantik gak?"tanya alvin lagi.
"iiah. emang napa sih? dari tadi tanya - tanya mulu." gabriel mulai curiga sama alvin.
"kebiasaan kamu vin. tanya - tanya soal cewek." rio ikut ngomong. karena dari tadi, dia hanya ngeliat alvin yang sibuk tanya - tanya tentang sodara gabriel.
"gak papa kali io, wajar aja aku tanya cewek. kalo aku tanya cowok itu gak wajar" balas alvin gak mau kalah.
mereka semua tertawa. alvin itu kadang asyik banget kalo lagi bercanda. tapi kalo lagi puasa ngomong, ampuunn. bisunya minta ampun.
"ya udah, kita pulang aja yuk" ajak gabriel.
"kta ke rumah kamu aja deh, sekalian liat sodara kamu itu." ajak alvin bersemangat.
"aku gak bisa" ucap rio.
"napa io?" tanya gabriel.
"iiah io. hari ini kamu kan gak ada tugas, les apapun" tambah alvin.
"aku mau latihan drum. sekarang aku kan les drum" jelas rio.
"yaahh .. gak asik baget sih kamu io. les drum gak ajak - ajak." kata gabrielsedikit kecewa. karen rio les tanpa sepengetahuannya.
"emangnya kmu les dimana?" tanya alvin masih penasaran.
"sama ray." jawab rio singkat. "hahahah" iia tertawa.
"yaahh. dasar kamu io. dikira kamu les privat gitu" ejek gabriel .
"tenang aja kawan, kalo aku les , aku pasti bilang ama kalian dan ajak - ajak kalian." rio tersenyum.
"sekalian bayarin" jawab gabriel sambil geloyor ninggalin koridor itu. di ikuti alvin.
"alvin , iel , tunggu." rio mengejar kedua sahabatnya itu.
"jangan marah donk." rio membujuk alvin dan iel.
"tauk ah" gabriel semakin mempercepat langkahnya.
"hahaha .. cie cie , ada yang marah ni." teriak rio sambil berlari mengejar alvin dan gabriel yang sudah ada di gerbang sekolah.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...